banner 500x188

Dua Tahun Digembleng, Skuad Young Stars Siap “Curi Ilmu” dari Senior di PERCASI 2026

Pembinaan pecatur usia muda yang digaungkan Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB PERCASI) mulai menunjukkan titik terang. 
Duel antara generasi senior dan Young Stars mewarnai pertandingan di PERCASI Invitation Match 2026. (Foto: juaranews/dasep rohimat)

JuaraNews, Bandung – Pembinaan pecatur usia muda yang digaungkan Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB PERCASI) mulai menunjukkan titik terang.

Setelah ditempa selama dua tahun penuh dalam program pelatihan ketat, 12 talenta muda Skuad Young Stars menyatakan diri siap bersaing di PERCASI Invitation Match 2026.

Turnamen ini dipandang bukan sekadar kompetisi, melainkan panggung strategis bagi para pecatur muda untuk “mencuri ilmu” langsung dari deretan atlet veteran yang akan menjadi lawan mereka di atas papan hitam-putih.

Baca Juga: Pecatur Muda Bidik Rating dan Gelar di Turnamen Catur Internasional

Turnamen yang berlangsung di Hotel Mewangi pada 25–31 Maret 2026 ini menghadirkan format unik, yakni duel antara Tim Senior dan Tim Young Stars. Masing-masing tim diperkuat 12 pecatur undangan, sehingga total 24 pemain bersaing dalam sistem kompetisi penuh.

Sejumlah nama berpengalaman menghuni skuad senior, di antaranya Hamdani Rudin, Cecep Kosasih, Danny Juswanto, Ronny Gunawan, hingga Irwanto Sadikin.

Sementara itu, pecatur Young Stars diisi talenta muda potensial seperti Fabian Glen Mariano, Nayaka Budhidharma, Shafira Devi Herfesa, hingga Laysa Latifah yang tengah mencuri perhatian.

Baca Juga: Gelar Kejurprov Soft Tennis Piala ePPsi 2026, PESTI Jabar dapat Apresiasi 

Turnamen ini menggunakan sistem Scheveningen dengan total 12 babak. Artinya, setiap pemain dari Tim Senior akan menghadapi seluruh pemain dari Tim Young Stars, sehingga konsistensi menjadi faktor krusial dalam menentukan hasil akhir.

Ketua Umum PB PERCASI, GM Utut Adianto, menegaskan bahwa turnamen ini adalah panggung pembuktian sekaligus pembelajaran bagi generasi penerus.

Menurutnya, program pelatihan junior yang telah bergulir hampir dua tahun di bawah asuhan Kepala Pelatnas Junior, Susanto Megaranto, kini mulai membuahkan hasil positif.

Baca Juga: Duel Sengit Piala Pertiwi All Stars 2025, Skor Tipis Warnai Penyisihan Grup Hari ketiga

Utut menjelaskan, para senior yang terlibat merupakan deretan pemain terbaik Indonesia pada masanya, dengan kisaran usia antara 56 hingga 71 tahun.

“Secara teknis mereka masih sangat kuat, tapi dari sisi fisik tentu tidak seprima dulu. Ini menjadi ujian menarik bagi junior, karena catur juga soal ketahanan dan konsistensi,” ujar Utut kepada awak media. Rabu (25/3/2026).

Ia juga mengapresiasi tangan dingin para pelatih seperti Susanto Megaranto dan Tirta Chandra yang dinilai sukses mentransfer ilmu kepada para bibit muda. Progres signifikan bahkan sudah terlihat di kancah internasional.

Baca Juga: All Stars U14 & U16 Tancap Gas, 8 Tim Lolos ke Babak Perempat Final Piala Pertiwi

Salah satu didikan mereka, Satria Duta Cahaya, baru saja mencatatkan performa impresif di Novi Sad, Serbia, dengan torehan 6,5 poin dari sembilan laga hanya terpaut setengah poin dari norma Grandmaster.

“Ini progres yang sangat baik,” tambah Utut.

Utut juga mengungkapkan bahwa tiga besar dari kategori senior akan mendapatkan kesempatan tampil di Kejuaraan Dunia Senior yang akan digelar di Serbia, tepatnya di Vrnjačka Banja, pada November mendatang.

Ajang Serap Ilmu dan Uji Stamina

Ketua Umum PB PERCASI, GM Utut Adianto saat membuka PERCASI Invitation Match 2026. (Foto: juaranews/dasep rohimat)

Menghadapi para senior seperti Hamdani Rudin hingga Danny Juswanto, Tim Young Stars menyadari betul posisi mereka. Meski kalah jam terbang, para pemain muda ini diyakini memiliki keunggulan dari sisi stamina fisik. Apalagi, turnamen ini menerapkan sistem Scheveningen 12 babak di mana setiap harinya pemain harus bertanding dua ronde.

Kepala Pelatnas Junior, Susanto Megaranto, menyebut ajang ini sebagai kesempatan emas bagi para junior untuk menyerap pengalaman dari para senior.

Baca Juga: All Stars Bandung Juara HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars Usai Tundukkan Tangerang

“Mereka bisa belajar langsung dari pemain yang sudah matang secara pengalaman internasional. Ini penting untuk meningkatkan kualitas permainan mereka,” ungkap Susanto.

Hal senada diungkapkan oleh pecatur muda Laysa Latifah. Ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka berhadapan langsung dengan para suhu catur nasional.

“Saya mencari pengalaman dan mencuri ilmu karena mereka kaya pengalaman. Mungkin dari sisi fisik kami lebih unggul, tapi dari segi teknis mereka jauh lebih kuat,” tutur Laysa.

Baca Juga: Kejuaraan ITN Open IX/2026 Resmi Dibuka, 2.615 Atlet Siap Bertanding

Turnamen ini tak sekadar menjadi ajang perebutan hadiah total Rp76 juta, tetapi juga menjadi panggung penting dalam memperkuat regenerasi pecatur nasional.

Pertemuan lintas generasi ini diharapkan tak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi fondasi kuat untuk memastikan rantai regenerasi catur Indonesia terus melahirkan juara-juara baru di level dunia. (dsp)