JuaraNews, Indramayu – Sektor pertanian di Jawa Barat saat ini menghadapi berbagai tantangan serius yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan daerah.
Dalam agenda pengawasan pemerintahan yang berlangsung di Kantor Desa Kroya, Kecamatan Krya, Kabupaten Indramayu, Anggota DPRD Jawa Barat, Hj. Ratnawati, mengungkapkan adanya lima persoalan krusial yang harus segera di atasi oleh pemerintah.
Baca Juga:Ratnawati Soroti Masalah Krusial Pertnian Jabar Minta Pemerintah Bertindak Cepat
Kelima isu tersebut mencakup persoalan kesejahteraan petani, alih fungsi lahan pertanian, pencemaran saluran irigasi akibat limbah industri, rendahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian, serta mahalnya harga alat dan mesin pertanian (alsintan).
“Jika alih fungsi lahan di kendalikan, sawah produktif di Karawang, Bekasi, dan Indramayu akan terus berkurang. Ini ancaman nyata bagi pangan Jawa Barat,” tegas Ratnawati belum lama ini.
Menurutnya, maraknya perubahan fungsi lahan tanpa kontrol akan mempersempit ruang gerak petani, yang pada akhirnya memperparah ketimpangan ekonomi di wilayah pedesaan. Ia pun menyoroti pentingnya penerapan teknologi modern dalam sistem pertanian.
Baca Juga:Kota Bandung Perkuat Ketahanan Pangan dengan Inovasi dan Kolaborasi
“Pemerintah perlu menghadirkan teknologi smart farming agar anak muda tertarik ke dunia pertanian. Tanpa regenerasi, sektor ini akan kehilangan tenaga dan inovasi,” tandasnya.
Baca Juga:Wilayah Timur Jabar Siap Jadi Pusat Ekonomi Baru, DPRD Dorong Akselerasi Infrastruktur dan Pertnian
Ratnawati menambahkan bahwa DPRD Jawa Barat akan terus berkomitmen untuk mengawal kebijakan-kebijakan yang berpihak pada petani, agar peningkatan kesejahteraan dapat benar-benar terwujud di lapangan. (Bas)







