JUARA NEWS – Keberadaan rencana usulan Raperda Grand Design pembangunan keluarga mendapat dukungan penuh dari Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bandung.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bandung, Juniarso Ridwan mengatakan, Raperda ini dinilai sebagai langkah strategis untuk perkuat kesejahteraan masyarakat.
BACA JUGA: Pleno Golkar Jabar Diwarnai Kontroversi, Peserta Protes Keputusan Ace Hasan
‘’Ini juga untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045,’’ kata dia.
Menurutnya, Raperda Grand Design pembangunan keluarga ini sangat penting untuk menjawab tantangan bonus demografi.
BACA JUGA: Fraksi PDIP Kritisi Usulan 4 Raperda Agar Lakukan Uji Publik!
‘’Ini juga untuk perkuat ketahanan keluarga untuk Kota Bandung,’’ ujarnya.
Untuk itu fraksi Golkar sangat menyambut baik adanya Raperda ini dan harapannya bisa lebih responsif untuk kesejahteraan masyarakat.
BACA JUGA: Milanisti Sumedang & STKIP Pasundan Tampil Perkasa di SuperSoccer Euro Futsal Championship
Raperda ini juga akan memiliki peran untuk pemerataan penyediaan, perawatan, dan pengawasan fasilitas pelayanan dasar. pelaksanaanya.
Fraksi Partai Golkar juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan berkarakter sebagai bagian dari pembangunan keluarga yang berkelanjutan.
BACA JUGA: Ribuan Keluarga di Jawa Barat Terlayani Listrik Gratis
Menurut Juniarso, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus sejalan dengan pembentukan karakter yang kuat.
Pemerintah Kota Bandung dapat menguatkan pendidikan berkarakter yang mencakup pelajaran budi pekerti, nilai budaya lokal, serta pembentukan pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berempati.
BACA JUGA: Rencana Kerja DPRD Jabar 2025-2026 Legislator A Yamin Beri Penjelasan
‘’Nilai-nilai ini penting untuk membangun generasi muda yang siap menghadapi tantangan global,” tambahnya.
Fraksi Partai Golkar menilai, keberhasilan pelaksanaan Raperda GDPK akan sangat bergantung pada komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan.
‘’Jadi untuk pembangunan keluarga tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai sosial, budaya, dan moral,’’ ujarnya. (***/yan)







