banner 500x188

Vaksinasi HPV di UPI Jadi Upaya Perkuat Pencegahan Kanker Serviks Sejak Dini

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV), di Gymnasium UPI, Kota Bandung, Kamis (22/10/2026). (Foto: Abdul Basir)

JuaraNews, Bandung – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV), di Gymnasium UPI, Kota Bandung, Kamis (22/10/2026). 1.000 dosis disiapkan untuk vaksinasi HPV.

Kegiatan diselenggarakan UPI bekerjasama dengan, Dewan Pengurus Korpri Nasional, Dinas Kesehatan Kota Bandung, dan Kowani ini salah satu upaya pencegahan kanker serviks sejak dini khususnya kepada kaum perempuan.

Baca Juga:Bio Farma Perkuat Peran BUMN untuk Jabar , Salurkan Vaksinasi Tetanus dan Bantuan Logistik bagi Korban Longsor Bandung Barat

“Karena ternyata vaksin HPV ini sangat bermanfaat, terutama bagi perempuan. Memang untuk acara kali ini kita fokuskan hanya untuk perempuan, kaitannya dengan mencegah kanker serviks,” ujar, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi UPI, Prof. Dr. Tri Indri Hardini disela-sela vaksinasi.

Pelaksanaan vaksinasi direncanakan berlangsung dalam tiga tahap. Dosis pertama dimulai pada Oktober, dilanjutkan dosis kedua pada Januari dan dosis ketiga pada April.

Tri berharap program tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat vaksinasi sekaligus mengurangi keraguan yang masih muncul terhadap upaya pencegahan penyakit.

Baca Juga:Fraksi Gerinda Dukung Usulan 4 Raperda, Terutama Masalah Penyimpangan Seksual

“Sehat itu kan investasi. Jadi kita jangan berpikir saat sehat, karena kadang ada rasa takut atau keraguan setelah pengalaman vaksin sebelumnya. Tapi alhamdulillah setelah ada edukasi dan pemahaman, antusiasme masyarakat mulai terlihat,” ungkapnya.

Dukungan terhadap upaya pencegahan kanker serviks juga dilakukan Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan (Dinkes). Kepala Dinkes Kota Bandung, Sony Adam, menyebut vaksinasi HPV sebagai salah satu langkah penting untuk menekan risiko kanker serviks.

Dinkes Kota Bandung menargetkan cakupan vaksinasi HPV bagi perempuan mencapai 97 persen. Sasaran utama program pemerintah ini adalah anak perempuan usia sekolah, khususnya siswi kelas V sekolah dasar (SD).

Sony menjelaskan, vaksinasi menjadi langkah preventif yang perlu diikuti dengan edukasi agar masyarakat memahami manfaat dan pentingnya perlindungan sejak dini.

Baca Juga:Layanan SIM Keliling Kota Bandung & Cimahi Kamis 3 Juli 2025

Di sisi lain, biaya masih menjadi salah satu pertimbangan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin HPV secara mandiri. Harga vaksin dapat mencapai Rp1,2 juta per dosis jika dilakukan melalui layanan rumah sakit.

Melalui dukungan subsidi pemerintah pusat dan korporasi, biaya vaksinasi tersebut dapat ditekan menjadi Rp290.000 per dosis.”Kalau normal itu harganya bisa mencapai Rp1.200.000 per dosis. Melalui subsidi ini, harganya menjadi Rp290.000 per dosis,” ujar Sony.

Kolaborasi untuk Perluas Akses Pencegahan

Kolaborasi antara UPI dan Pemkot Bandung diharapkan dapat memperluas akses vaksinasi sekaligus memperkuat edukasi kesehatan di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan kanker serviks perlu dilakukan sejak dini, termasuk melalui vaksinasi HPV sesuai rekomendasi medis.

Baca Juga:Layanan SIM Keliling Kota Bandung & Cimahi Kamis 10 Juli 2025

UPI dan Dinkes Kota Bandung berharap kemudahan akses serta peningkatan pemahaman tersebut dapat mendorong lebih banyak perempuan memanfaatkan layanan pencegahan kanker serviks. (*)