JuaraNews, Bandung – Tim Persib Bandung tinggal selangkah lagi merengkuh gelar Piala Presiden 2026, dengn melakoni laga final menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar Bali, Kamis (6/8/2026) mulai pukul 20.00 WIB.
Ini merupakan kesempatan bagi Maung Bandung untuk membawa trofi Piala Presiden kedua kalinya setelah sebelumnya tampil sebagai juara 11 tahun lalu atau pada 2015 silam. Pada Piala Presiden edisi perdana tersebut, Persib keluar sebagai juara setelah di final mengalahan Sriwijaya FC 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Sejak awal mengakuti turnamen pramusim ini, Pelatih Persib Igor Tolic tidak menargetkan membawa timnya sebagai juara. Ia hanya menjadikan Piala Presiden sebagai ajang pemasanan untuk persiapan Persib menghadapi kompetisi resmi musim 2026-2027. Namun dalam perjalanannnya, Maung Bandung sukses meraih kemenangan demi kemenangan mulai dari fase penyisihan grup hingga semifinal.
Persib melaju ke semifinal dengan status juara Grup A setelah meraih 3 kemenangan atas Aream FC (1-0), DPMM FC (1-0), dan Tampines Rovers (1-0). Sedangkan di Semifinal, Selasa (4/8/2026), Persib menumbangkan Persija Jakarta 2-1. Dan kini di partai puncak, Persib harus berhadapan dengan Persebaya yang di laga semifinal menekuk Arema FC 1-0.
Baca Juga: PERSIB VS PERSEBAYA: Menanti Aksi Mariano Peralta di Final Piala Presiden 2026

Kemenangan bagi Tim Terbaik
Pelatih Persib Igor Tolic pun berharap kemenangan timnya di laga-laga sebelumnya, berlanjut pada partai final ini, dan Maung Bandung bisa kembali membawa pulang trofi Piala Presiden. Namun Tolic menyatakan, timnya tidak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi laga final tersebut. Karena itu, ia pun belum bisa menentukan siapa-siapa yang akan ditampilkan sebagai starter pada laga nanti.
“Kita lihat saja nanti, tapi untuk melawan Persebaya, kami tidak punya waktu untuk sesi latihan tambahan. Saya rasa tidak akan ada perubahan drastis karena keterbatasan waktu, fokusnya masih pada pemain yang ada saat ini. Jadi kami akan menurunkan tim kami, dan mereka akan bermain sebaik mungkin. Kita lihat saja siapa yang akan menang. Saya hanya berharap pertandingan berakhir dengan kemenangan bagi tim terbaik,” ujar Coach Tolic kepada media di hotel tempat tim Persib menginap, Rabu (5/8/2026).
Sehari jelang laga seusai melawan Persija, skuat Maung Bandung memilih fokus memulihkan kondisi fisik dengan. Seluruh pemain menjalani sesi recovery di hotel, mulai dari latihan ringan di dalam ruangan hingga terapi berendam air es demi mengembalikan kebugaran sebelum laga penentuan. Kondisi terakhir setiap pemain akan menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan 11 nama terbaik.
“Kami akan lihat kondisi terakhir besok lalu akan putuskan siapa yang cukup sehat untuk bermain. Hari ini kami hanya memulihkan kebugaran, sementara untuk laga besok kita akan lihat bersama,” ujar Tolic.
Kendati dihantam jadwal padat, Coach Tolic tetap optimistis, pasukannya bisa menyajikan permainan terbaik. Ia pun yakini lini serangnya bisa menunjukkan ketajamannya. Duet penyerang Uilliam Barros dan Balsa Sekulic yang sama-sama telah mengoleksi gol di turnamen, tetap menjadi andalan Maung Bandung.
“Selalu menjadi hal yang bagus saat seorang striker mencetak gol dan begitu juga seorang pemain bertahan yang bertahan dengan baik. Kami belum cukup berlatih untuk mengatur penyerangan, melainkan hanya bermain solid,” katanya.
Meski demikian, Tolic menegaskan Persebaya bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Ia melihat karakter permainan kedua tim cukup mirip, sama-sama disiplin bertahan dan mengandalkan transisi cepat ketika mendapatkan ruang.
“Persebaya punya banyak pemain berbahaya. Mereka juga memainkan low block dan serangan balik yang sangat bagus. Mereka tidak membuat kesalahan, tapi ketika Anda melakukannya, mereka akan menghukum Anda,” jelas Tolic.
“Dalam set pieces, mereka punya pemain yang bisa mencetak gol. Jadi kami punya kesamaan bermain, hanya sedikit perbedaannya. Karena ini masih awal musim, semua orang memainkan low block,” tambahnya.
Baca Juga: Hajar Persija 2-1, Persib Tunggu Lawan di Final Piala Presiden 2026

Persebaya tak Gentar hadapi Persib
Sementara itu, Pelatih Persebaya Bernardo Tavares, menaruh respek tinggi terhadap kekuatan Persib. Meski mengakui kualitas calon lawannya, pelatih asal Portugal itu tetap percaya diri Green Force memiliki kemampuan untuk memberikan perlawanan terbaik dan bersaing memperebutkan gelar juara.
Coach Tavares menilai Persib merupakan salah satu tim dengan kualitas terbaik di Indonesia. Menurutnya, Maung Bandung memiliki kedalaman skuat yang luar biasa, didukung banyak pemain berkualitas di setiap lini serta pengalaman sebagai juara Super League dalam 3 musim terakhir.
“Persib adalah juara Super League dalam tiga musim terakhir dan memiliki kedalaman skuat yang sangat baik. Jika melihat komposisi pemain mereka, seolah-olah mereka bisa membentuk 3 tim yang sama kuat,” ujar Coach Tavares.
Meski menilai Persib layak disebut sebagai favorit, pelatih berusia 46 tahun itu memastikan Persebaya tidak datang ke final dengan rasa minder. Ia percaya pertandingan akan ditentukan oleh kerja keras dan penampilan para pemain selama 90 menit di atas lapangan.
“Di atas kertas mungkin Persib adalah favorit. Namun pertandingan dimainkan oleh sebelas lawan sebelas pemain. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik,” tegas Coach Tavares.
Ia juga mengingatkan bahwa meski Piala Presiden merupakan ajang pramusim, Persebaya tetap memiliki tekad besar untuk menampilkan permainan terbaik. Saat ini fokus utama tim adalah memaksimalkan proses pemulihan mengingat waktu recovery yang sangat terbatas setelah semifinal. “Ini memang turnamen pramusim, tetapi kami tetap ingin tampil maksimal. Sekarang fokus kami adalah memulihkan kondisi pemain agar bisa menghadapi final dalam keadaan sebaik mungkin,” tandasnya.
Baca Juga: Tekuk Arema FC 1-0 di Derby Jatim, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Final Ideal di Piala Presiden 2026
Pertemuan Persib dan Persebaya di laga puncak tersebut merupakan final ideal pada turnamen pramusim tahun ini. Betapa tidak, kedua melewati perjalanan dengan hasil yang sama hingga ke partai final tersebut. Keduanya merupakan juara di grup masing-masing pada fase penyisihan, dengan meraih poin sempurna.
Bagi kedua tim, ini merupakan pencapaian kedua di partai final. Bedanya, Persib melewati laga final pertamanya dengan tampil sebagai juara pada Piala Presiden edisi pertama pada 2015 silam. Sementara Persebaya tampil di final pertamanya pada edisi 2019, dan kalah oleh Arema FC dengan agregat 2-4. Setelah di leg pertma bermain imbang 2-2 di Gelora Bung Tomo, Surabaya; dan di leg kedua kalah 0-2 di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Kedua tim pun pernah dua kali bertemu sebelumnya di fase penyisihan grup Piala Presiden, yakni pada 2019, di mana ketika itu Persebaya menang dengan skor 3-2. Pertemuan kedua terjadi pada edisi 2022, juga di penyisihan grup, dan saat itu dimenangkan Persib dengan skor 3-1.
Laga final kali ini menjadi menarik, apakah Piala Presiden akan melahirkan juara baru, yakni Persebaya. Atau Persib meraih gelar keduanya dan sekaligus mengawinkannya dengan trofi Super League 2025-2026, seperti halnya pada 2015 yang meraih juara Piala Presiden seusai menjadi kampium di ISL 2014.
Jika menilik statistik di luar Piala Presiden, tampaknya Persib berada di atas angin. Dari prestasi klub di Liga kasta tertinggi Tanah Air, dari masa ke masa, Maung Bandung memiliki trofi lebih banyak. Sejak era Perserikatan PSSI sebelum masa kemerdekaan hingga saat ini, total Persib mengoleksi 10 trofi juara, lima di era Perserikatan dan lima lagi di era liga profesional.
Persib meraih trofi pertamanya pada musim 1936-1937, dilanjutkan pada musim 1960-1961, 1985-1986, 1989-1990, hingga edisi terakhir pada 1993-1994, sehingga trofi Piala Presiden yang saat itu diperebutkan tiap musim di kompetisi Perserikatan PSSI, menjadi milik Persib. Maung Bandung selanjutnya menjadi tim pertama yang meraih trofi juara di era Liga profesional pada musim Liga Indonesia (Ligina) 1994-1995. Prestasi tersebut diulang pada musim Indonesia Super League (ISL) 2014. Puncaknya Persib meraih hattrick juara pada Liga 1 2023-2024 dan 2024-2025, serta Super League 2025-2026.
Sementara Persebaya, berdasarkan berbagai sumber yang dikumpulkan, mengoleksi 7 trofi, lima di era Perserikatan dan dua lagi di era Liga profesional. Gelar pertama diraih pada musim 1940-1941, dilanjutkan dengan back to back pada musim 1951-1952 dan 1950-1951, lalu musim 1977-1978 dan 1987-1988. Di era Perseriakatan kedua tim pun pernah bertemu di partai final, yakni musim 1989-1990 yang dimenangkan Persib dengan skor 2-0. Selanjutnya di era Liga profesional, Persebaya meraih trofi pada Ligina 1996-1997 dan 2004.
Untuk rekor pertemuan, Persib pun lebih unggul dibanding Persebaya, khususnya di era Liga profesional setelah 1995. Berdasarkan data transfermarkt, kedua tim sudah bertemu sebanyak 18 sejak 2010 lalu, dengan 9 dimenangkan Persib, 4 berakhir imbang, dan 5 kemenangan untuk Persebaya. Dari 18 laga tersebut, masing-masing tim mencetak 34 gol, atau dengan selisih 0.
Di era Liga profesional, kedua tim memang tidak selalu bertemu di setiap musimnya. Pasalnya, di awal-awal Ligina, terjadi pembagian wilayah menjadi Barat dan Timur, sehingga kedua tim tidak pernah bertemu di fase penyisihan. Penyebab kedua, ketiga kompetisi hanya ada 1 wilayah, Persebaya sempat 3 terdegradasi ke divisi 1 atau Liga 1, yakni pada musim 2001-2002 dan 2004-2025, yang di musim berikut kembali promosi, serta terakhir pada 2008-2029. Persebaya tidak lagi terdegradasi sejak promosi kembali dari Liga 2 pada musim 2016-2017. Sementara Persib selama era Liga profesional belum pernah mengalami degradasi.
Baca Juga: Ini Kunci Sukses Persebaya Atasi Arema di Semifinal Piala Presiden 2026
Prestasi Finalis Piala Presiden 2026
Persib Bandung:
Juara Liga musim 1994-1995, 2014, 2023-2024, 2024-2025, 2025-2026
Juara Perserikatan 1993-1994, 1989-1990, 1985-1986, 1960-1961, 1936-1937
Juara Piala Presiden 2015
Juara Super League 2025-2026
Persebaya Surabaya:
Juara Liga musim 1996-1997, 2004
Juara Perserikatan 1987-1988, 1977-1978, 1951-1952, 1950-1951, 1940-1941
Runner-up Piala Presiden 2019
Peringkat 4 Super League 2025-2026
Baca Juga: Igor Tolic Bersyukur Persib Lolos ke Final Piala Presiden di Tengah Jadwal yang Padat
Head to Head
2 Maret 2026 Super League 2025-2026 Persebaya Surabaya 2-2 Persib Bandung
12 September 2025 Super League 2025-2026 Persib Bandung 1-0 Persebaya Surabaya
1 Maret 2025 Liga 1 2024-2025 Persebaya Surabaya 4-1 Persib Bandung
18 Oktober 2024 Liga 1 2024-2025 Persib Bandung 2-0 Persebaya Surabaya
20 April 2024 Liga 1 2023-2024 Persib Bandung 3-1 Persebaya Surabaya
7 Oktober 2023 Liga 1 2023-2024 Persebaya Surabaya 2-3 Persib Bandung
13 Maret 2023 Liga 1 2022-2023 Persebaya Surabaya 2-2 Persib Bandung
10 Desember 2022 Liga 1 2022-2023 Persib Bandung 2-1 Persebaya Surabaya
17 Juni 2022 Piala Presiden Persebaya Surabaya 1-3 Persib Bandung
19 Maret 2022 Liga 1 2021-2022 Persebaya Surabaya 1-1 Persib Bandung
8 Desember 2021 Liga 1 2021-2022 Persib Bandung 0-3 Persebaya Surabaya
11 April 2021 Piala Menpora 2021 Persib Bandung 3-2 Persebaya Surabaya
9 Oktober 2019 Liga 1 2019 Persib Bandung 4-1 Persebaya Surabaya
5 Juli 2019 Liga 1 2019 Persebaya Surabaya 4-0 Persib Bandung
7 Maret 2019 Piala Presiden 2019 Persebaya Surabaya 3-2 Persib Bandung
20 Oktober 2018 Liga 1 2018 Persib Bandung 1-4 Persebaya Surabaya
26 Juli 2018 Liga 1 2018 Persebaya Surabaya 3-4 Persib Bandung
13 Mei 2010 Piala Indonesia 2010 Persebaya Surabaya 0-0 Persib Bandung
4 Laga Persib di Piala Presiden 2026
25 Juli 2026 Penyisihan Grup A Persib Bandung 1-0 Arema FC
28 Juli 2026 Penyisihan Grup A DPMM FC 0-1 Persib Bandung
31 Juli 2026 Penyisihan Grup A Persib Bandung 1-0 Tampines Rovers
4 Agustus 2026 Semifinal Persib Bandung 2-1 Persija Jakarta
4 Laga Persebaya di Piala Presiden 2026
26 Juli 2026 Penyisihan Grup B Persebaya Surabaya 1-0 Persija Jakarta
29 Juli 2026 Penyisihan Grup B PSMS Medan 0-1 Persebaya Surabaya
1 Agustus 2026 Penyisihan Grup B Persebaya Surabaya 2-1 Port FC
4 Agustus 2026 Semifinal Persebaya Surabaya 1-0 Arema FC. (*)







