JuaraNews, Bandung – Penyerang anyar Persib Bandung Mariano Peralta menyatakan kesiapannya untuk kembali tampil membela timnya di partai final Piala Presiden 2026, menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar Bali, Kamis (6/8/2026) malam.
Peralta sendiri melakoni debutnya saat Maung Bandung menghadapi Persija Jakarta pada Semifinal yang digelar, Selasa (4/6/2026) lalu. Pemain asal Argentina tersebut dimasukkan Pelatih Igor Tolic pada menit 89 menggantikan Luciano Guaycochea. Kendati hanya bermain sekitar 5 menit, Peralta mengaku senang, apalagi dalam momen yang telah lama dinantikannya tersebut, Persib berhasil memenangi laga dengan skor 2-1 dan melaju ke parrtai final.
“Sangat senang karena saya sudah menantikan momen ini (debut untuk Persib) sejak lama. Tapi, saya lebih senang karena tim menang dan kami akan main di final. Ketika sampai final, tentu kami ingin juara,” kata Mariano Peralta kepada media seusai laga kontra Persija di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (4/6/2026) malam.
Pemain bernomor punggung 10 ini pun berharap bisa kembali dimainkan di final, dan memberikan kontribusi untuk Maung Bandung dalam meraih gelar juara Piala Presiden tahun ini. “Tentu saya ingin bermain, tapi itu keputusan pelatih. Saya ingin menambah menit bermain,” ucap Peralta.
Mariano Peralta mengakui bahwa kondisi fisiknya memang belum sepenuhnya berada di level terbaik. Pasalnya ia baru sekitar sepekan bergabung dalam latihan setelah menempuh perjalanan panjang dari Argentina menuju Bandung. Karena itu, ia masih membutuhkan waktu untuk mencapai kebugaran maksimal.
“Kondisi saya baik-baik saja. Hari ini, saya merasa sudah lebih baik. Tapi tentu saja, saya belum bisa bermain selama 90 menit,” jelas Peralta.
Baca Juga: Igor Tolic Bersyukur Persib Lolos ke Final Piala Presiden di Tengah Jadwal yang Padat
Igor Tolic Janjikan Menit Bermain Lebih Lama
Coach Tolic sendiri memberikan sinyal akan menurunkan Peralta pada laga puncak turnamen pramusim tersebut. Namun Tolic tak mau berspekulasi dengan menurunkan sebagai starter. Ia hanya berjanji akan memberikan menit bermain lebih banyak dibanding saat menghadapi Persija.
“Saya tak ingin sedikit memaksanya karena dia sudah lama tidak berlatih, sekadar agar dia bisa merasakan atmosfer lapangan dan membangun chemistry dengan rekan setimnya. Kemarin dia sangat senang bisa bergabung. Dia sebenarnya ingin berlatih lebih intens lagi, tetapi karena berbagai alasan, kami tidak melakukannya. Namun, jika kondisinya baik besok, mungkin kami akan memainkannya sedikit lebih lama,” ungkap Tolic.
Coach Tolic menegaskan, tim pelatih tak mau memaksakan Peralta untuk tampil full time. Namun dilakukan secara bertahap. Pemain terbaik Super League 2025-2026 tersebut diharapkan sudah benar-benar bugar dan siap bertanding saat Persib melakoni laga kualifikasi AFC Champions League Two, menghadapi Manila Digger pada 31 Agustus mendatang.
“Kami harus meningkatkan beban pertandingan dan beban latihan secara bertahap. Kami ingin Perata siap dan bugar untuk pertandingan tanggal 31 nanti, karena dia adalah pemain yang sangat penting, sama seperti pemain lainnya,” tegas pelatih asal Kroasia tersebut.
Ia menegaskan, dirinya tak mau mengambil risiko dengan memaksakan Peralta tampil penuh. Apalagi ia masih memiliki stok pemain yang cukup untuk dimainkan melawan Persebaya nant. “Kami memiliki banyak pemain seperti Uilliam (Barros), Pato (Patricio Matricardi), Gabi (Gabriel Mutomba), serta para pemain muda yang sering tampil. Jadi, kami harus mencari cara untuk mengaturnya besok tanpa menimbulkan risiko. Tentu saja, mustahil untuk benar-benar bebas risiko. Banyak pemain yang mungkin akan menghadapi risiko itu. Tapi mari kita lihat bagaimana situasinya nanti,” pungkas Tolic. (den)
Baca Juga: Hajar Persija 2-1, Persib Tunggu Lawan di Final Piala Presiden 2026







