JuaraNews, Bandung – Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares senang timnya bisa lolos ke final Piala Presiden 2026, setelah mengalahkan Arema FC 1-0 di partai Semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar Bali, Selasa (4/8/2026) malam.
Menurutnya, pertandingan bertjauk derby Jatim tersebut berlana sangat sulit, karena para pemainnya kelelahan setelah menjalani jadwal laga yang sangat padat. Pada laga yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut, gol tunggal kemenangan tim Bajul Ijo dicetak Yuran Fernandes, memanfaatkan umpan tendangan penjuru dari Fransisco Rivera pada menit 90+7.
“Pertandingan yang sulit, terkadang terlalu banyak emosi dan pelanggaran. Harus diakui, ini bukan penampilan terbaik yang biasanya mampu kami tunjukkan. Namun kami memiliki alasan yang dapat dimaklumi, kami memiliki waktu persiapan dan pemulihan yang satu hari lebih singkat dibandingkan Arema,” ungkap Tavares dalam sesi konferensi pers seusai laga di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
“Para pemain kami kelelahan, tetapi hari ini mereka tampil layaknya pejuang. Mereka menunjukkan sikap yang sangat baik. Mencetak gol lebih dulu itu penting, dan kami juga memiliki lebih banyak peluang. Sayangnya, kami tidak berhasil mencetak gol kedua. Meski demikian, saya sangat senang dengan kinerja tim hari ini,” sambungnya.
Baca Juga: Tekuk Arema FC 1-0 di Derby Jatim, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
Coach Tavares mengakui, permainan anak-anak asuhnya menurun di babak kedua sehingga tidak bisa melakukan finishing dengan baik da mencetak gol kembali. Tavares kembali beralasan bahwa para pemainnya sangat kelelahan untuk melakoni laga selama 90 menit.
“Para pemain kelelahan. Mereka bukan mesin. Biasanya, sejak pertandingan pertama, saya berusaha melakukan rotasi. Namun hari ini saya tidak bisa melakukannya karena saya melihat pertandingan ini sangat menguras emosi. Menurut saya penting untuk menegaskan kembali bahwa para pemain kelelahan,” tegas Tavares.
Pelatih asal Portugal tersebut menegaskan, seandainya para pemainnya tidak kelelahan, mereka bisa bermain lebih baik lagi dan memainkan sepak bola indah. Namun dengan kondisi tersebut, akhirnya timnya pun harus lebih bermain pragmatis, khususnya saat memimpin skor, guna tetap mempertahankan kemenangan.
“Saya bangga pada mereka karena saya tahu kondisi fisik mereka tidak dalam keadaan terbaik. Jika kondisi tidak prima, kita tidak bisa bermain layaknya pertunjukan opera yang indah. Karena itu, kita harus bersikap pragmatis. Kami mencetak gol, lalu berusaha menjaga keseimbangan pertahanan sesuai dengan kondisi yang kami miliki,” jelas Tavares.
Baca Juga: Igor Tolic Bersyukur Persib Lolos ke Final Piala Presiden di Tengah Jadwal yang Padat
Persebaya vs Persib, Ibarat David lawan Goliat
Soal calon lawan di partai grand final, Tavares menilai, Persib merupakan lawan kuat, yang sulit dikalahkan. Menurutnya, tim Maung Bandung yang tampil sebagai juara dalam 3 musim terakhir ini memiliki kedalaman skuat yang bagus, hingga bisa membentuk 3 tim dengan kekuatan yang relatif sama. Hal tersebut, menurut Tavares, yang tidak dimiliki tim Bajul Ijo.
“Mereka adalah tim yang lebih diunggulkan. Mereka bermain lebih awal dari kami, memiliki waktu istirahat lebih banyak, dan punya lebih banyak pemain untuk rotasi. Namun, kami akan tetap bermain dengan 11 pemain dan berusaha memberikan yang terbaik. Kami menjalani pertandingan demi pertandingan dan meraih kemenangan.Terkadang kami bermain bagus, terkadang tidak. Tapi ini adalah pramusim, ini turnamen pramusim,” papar Coach Tavares.
Namun Tavares menegakan, pasukannya akan berjuang semaksimal mungkin untuk memenangi laga final nanti. Ia pun optimistis para pemainnya memiliki semangat juang tinggi untuk menampilkan permainan terbaik mereka.
“Kami harus menampilkan permainan yang sangat bagus agar memiliki peluang saat menghadapi Persib, karena ini ibarat pertarungan antara Daud melawan Goliat. Kita perlu bersikap rendah hati untuk mengakui hal ini. Namun, saya yakin para pemain saya akan mengerahkan segalanya dan berusaha sebaik mungkin agar kami bisa menyuguhkan permainan yang bagus,” tegas Tavares.
Tavares sendiri belum tahu pasti, siapa saja pemainnya yang siap dimainkan dengan waktu recovery yang sangat pendek tersebut. Ia baru bisa menentukan siapa saja yang bisa ditampilkan sebagai starter di pagi hari sebelum pertandingan.
“Besok kami akan menjalani sesi pemulihan dan mencoba untuk bersantai. Saya berharap tim akan kembali bugar setelah besok, meski itu sulit. Kita lihat kondisi mereka pada pagi hari pertandingan untuk mengetahui siapa yang bisa bermain dan siapa yang tidak,” pungkasnya. (den)






