JuaraNews, Bandung – Setelah sukses menggelar Supermusic United Day 9 di Bandung yang menyedot puluhan ribu penonton, dalam semangat “Unsplit & Equal” Kini lewat kolaborasi Supermusic dan Hellprint berhasil menghadirkan format yang lebih intim melalui “Kecil Tapi Party” jilid 3.
Bertempat di Archery Field Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Minggu (3/5/2026), Event ini membawa semangat kesetaraan ke level yang paling ekstrem dengan menghapus batasan antara penampil dan penonton.
Di sini, musik dirayakan dalam “jarak nol meter”, menciptakan ruang di mana energi musisi dan energi penonton melebur tanpa sekat barikade yang kaku.
Perwakilan Supermusic Regional Bandung, Tries Pondang, menjelaskan bahwa konsep yang diusung tidak hanya berfokus pada musik semata, melainkan bagaimana menciptakan atmosfer festival yang terasa lebih hidup dan bersahabat.
“Kita lebih bermain di dalam kemasan. Bagaimana membuat atmosfer festival yang bersahabat dengan audiens,” ungkap Tries Pondang kepada awak media. Minggu (3/5/2026).
Baca Juga: Tritan Point Jadi Saksi Sejarah, Hellprint United Day 9 Edisi ke-15 Sukses Mengguncang Bandung
Menurut Tries, di situlah letak diferensiasi utama yang diusung. Saat banyak festival berlomba memburu massa, pihaknya justru memilih menahan laju dengan membatasi kapasitas, guna memastikan setiap pengunjung mendapatkan pengalaman yang lebih maksimal, nyaman, dan berkesan sepanjang acara.
Dengan target penonton sekitar 3.000 hingga 4.000 orang, konsep intimate menjadi kunci utama dalam pelaksanaan “Kecil Tapi Party”. Pembatasan ini dinilai penting agar interaksi antara penampil dan penonton tetap terasa dekat, sekaligus memastikan kenyamanan di setiap sudut area festival.
“Yang ingin kita bangun bukan hanya keramaian, tapi pengalaman. Jadi orang datang bukan sekadar menonton, tapi benar-benar merasakan suasana festivalnya,” tandas Tries Pondang.
Sementara itu, perwakilan Hellprint, Dany Kajul, menegaskan bahwa langkah ini lahir dari keinginan sederhana: kembali menyapa para penikmat musik di daerah yang selama ini jarang tersentuh event besar.
“Ini masih rangkaian dari United Day kemarin, sebagai rasa rindu kami untuk menghampiri teman-teman di daerah, dan kebetulan sudah lama tidak ada di Soreang,” ujarnya.
Baca Juga: Run For Humanity 2026 Siap Digelar di Bandung, Bidik 3.000 Pelari
Soreang dipilih sebagai titik pembuka dari rangkaian tur tiga kota yang akan berlanjut ke Kuningan dan Garut. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Selain minimnya gelaran musik dalam beberapa waktu terakhir, kawasan ini dinilai memiliki basis penggemar musik keras yang kuat, namun belum banyak mendapat panggung representatif.
Dalam aspek kurasi line-up, Hellprint tidak sekadar menghadirkan nama besar, tetapi juga mempertimbangkan kedekatan emosional antara musisi dan penonton.
Kajul menyebut, kekuatan fanbase menjadi faktor utama dalam menentukan siapa saja yang tampil. Nama-nama seperti Seringai, 510, dan Sukses Lancar Rejeki (SLR) pun dipilih karena telah memiliki ikatan kuat dengan audiens lokal, khususnya generasi muda.
Strategi tersebut terbukti efektif di lapangan. Kedua band idola Gen Z tersebut terasa nyata di lapangan. Penonton tidak hanya datang, tetapi benar-benar terlibat, bernyanyi, dan larut dalam setiap penampilan.
510 Mengguncang “KTP” dengan Energi Membara

Penampilan 510 sukses mengguncang panggung “KTP” lewat ledakan energi agresif yang membara. Band ini menghadirkan narasi unik dalam lanskap musik independen: berakar dari Kalimantan, berevolusi di Bandung, dan akhirnya bertransformasi menjadi entitas musik yang lebih matang dan berkarakter.
Baca Juga: Panggung Coklat Kita Nyala Lagi, Napak Jagat Pasundan Bikin Pangandaran Bergemuruh
Sentuhan Faizal Halim Permana menjadi kunci vital dalam perubahan ini. Eks vokalis Slap It Out tersebut membawa karakter vokal berdaya ledak tinggi yang kini menjadi identitas utama genre modern rock 510. Pencapaian mereka pun kian prestisius; bermula dari panggung lokal, mereka telah berhasil menuntaskan tur di Jepang, menandai lompatan besar ke level internasional.
“To be honest, ini penampilan pertama di KTP dan kami tidak berekspektasi penonton akan hafal lagu kami. Ternyata mereka sing along, crowd-nya seru sekali. Kami ingin sekali main ke sini lagi, semoga tahun depan ada kesempatan,” pungkas Faizal.
Sorotan utama juga tertuju pada Sukses Lancar Rejeki (SLR), unit punk rock asal Bekasi yang tengah menjadi fenomena di kalangan Gen Z.
Beranggotakan Mahes, Jalil, dan Bumbum yang semuanya masih duduk di bangku SMA. Kekuatan SLR terletak pada lirik-lirik jenaka yang dengan jujur merekam realitas keseharian anak muda, lugas tanpa basa-basi.
“Ini debut kami di panggung KTP. Bandung selalu punya magis tersendiri, energinya pecah banget!” ungkap Mahes, sang vokalis SLR.
Baca Juga: Meet & Greet film Sadali di Bandung Disambut Antusias Penonton
Seringai Tutup Panggung dengan Ledakan Emosi Baru

Euforia penonton kian memuncak saat penampilan pamungkas Seringai mengguncang panggung. Momen ini menjelma jadi salah satu yang paling membekas sepanjang gelaran bukan hanya karena energi khas mereka yang tetap buas, tetapi juga karena hadirnya fase baru yang sarat emosi.
Dalam formasi terkini, kehadiran Angga Kusuma sebagai additional guitar menambah lapisan sound yang lebih tebal tanpa menggerus identitas garang Seringai.
Bagi para Serigala Militia, penampilan ini terasa seperti pulang ke rumah: pertemuan penuh nostalgia, sekaligus membuka ruang harapan baru. Angga pun mengakui, momen tersebut punya makna tersendiri baginya.
“Ada empat lagu dari album baru yang dibawakan Seringai. Kalau dulu di Taring saya yang bikin lagu, di Seringai almarhum Om Ricky (Siahaan) yang bikin. Ini baru dua kali saya tampil bareng Seringai,” pungkasnya.
Usai sukses digelar di Soreang, rangkaian Kecil Tapi Party Jilid 3 dipastikan berlanjut ke dua kota berikutnya. Kuningan akan menjadi tujuan selanjutnya pada 10 Mei 2026, disusul Garut pada 16 Mei 2026.
Setiap kota akan menghadirkan line-up dengan karakter berbeda. Konsep ini sengaja dikurasi untuk menyesuaikan selera serta demografi penonton di masing-masing daerah. (dsp)







