web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    BKPM Bidik Investasi Jepang Rp175,5 Triliun
    Kepala BKPM Franky Sibarani.

    BKPM Bidik Investasi Jepang Rp175,5 Triliun

    • Senin, 14 Desember 2015 | 08:23:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Kendati hubungan Indonesia-Jepang sempat sedikit terganggu terkait tender proyek kereta cepat Bandung-Jakarta, namun pemerintah optimistis investasi Negeri Matahari Terbit itu masih tetap mengalir ke Tanah Air.

    Bahkan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berani menargetkan komitmen investasi Jepang pada 2016 sebesar US$13 miliar setara Rp175,5 triliun. Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, Jepang merupakan negara dengan investasi terbesar kedua di Indonesia setelah Singapura.

    Sejak 2010 hingga kuartal III 2015, investasi Jepang mencapai USD14,6 miliar setara Rp180 triliun, dengan kurs Rp13.500. Nilai investasi itu berkontribusi sebesar 10,5% dari total nilai investasi di Indonesia pada periode tersebut.

    Lokasi investasi Jepang, 95% masih terfokus di Pulau Jawa, dan sisanya tersebar di beberapa daerah di Indonesia. "Jepang menyalurkan investasi terbesar di bidang industri transportasi; logam, permesinan, elektronik; kimia, farmasi; perumahan, kawasan industri dan perkantoran; dan makanan,” kata Franky kepada media di Tokyo, Jepang.

    Franky berada di Tokyo untuk menyampaikan target pencapaian izin prinsip ini di hadapan Dubes RI untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra, Wakil Dubes Ben Perkasa Drajat serta jajaran diplomat dan atase KBRI Tokyo.

    Dalam pertemuan itu, Franky menyampaikan beberapa perbaikan iklim, peluang, dan potensi investasi yang menjadi prioritas pemerintah untuk ditawarkan. "Kami berharap BKPM dan KBRI Tokyo dapat terus meningkatkan kerja sama untuk menarik sebanyak-banyaknya investor Jepang masuk ke Indonesia. Karakteristik investor Jepang membutuhkan kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah," jelas dia.

    Saat menghadiri Seminar on Investing in Indonesia’s Industrial Sectors: opportunities for Japanese SMEs, Franky menyampaikan layanan izin investasi 3 jam kepada 183 investor Jepang.

    Tampak hadir dalam acara itu, Executive Director Kadin Jepang Takashi Kugai, perwakilan Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih, Deputy Director JETRO Hideki Fujie, perwakilan SMBC Masaya Hiramaya, Direktur IIPC Tokyo Saribua Siahaan dan Marketing Officer BKPM Husen Maulana.

    Seusai seminar, Kepala BKPM juga menggelar one-on-one meeting dengan 183 investor Jepang tersebut. Berdasarkan data BKPM, pada periode 22 Oktober 2014 hingga 4 Desember 2015, minat investasi Jepang tercatat USD11,4 miliar setara Rp153,9 triliun dan komitmen investasi mencapai USD5,7 miliar setara Rp76,9 triliun. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Peduli Banjir Jabodetabek, Pos Indonesia Serahkan Bantuan
    Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi, Pertamax jadi Rp9.200 per Liter
    Wagub Jabar Berharap KKP Angkat Potensi Pesantren untuk Budidaya Ikan
    Pembangunan Desa dan Wisata Jurus Jabar Hadapi 2020
    Gubernur Jabar Serahkan Tambahan 30 Bus Wisata Tahap Kedua

    Editorial