web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Mumi Biksu 1.000 Tahun Sembunyi di Balik Patung
    Mumi biksu Liuquan di dalam patung.

    Mumi Biksu 1.000 Tahun Sembunyi di Balik Patung

    • Jumat, 11 Desember 2015 | 14:38:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Tim peneliti dari National Museum of Natural History, Budapest, Hongaria yang dipimpin Erik Bruijin, ahli seni dan budaya Budhisme, terkejut ketika mereka melakukan CT-scan atau pemindaian sinar X terhadap sebuah patung biksu Budha dari tembaga berusia 1.000 tahun asal China.

    Di dalam patung biksu dengan posisi bersemedi tersebut terdapat tubuh mansia. Kerangka tubuh manusia terlihat jelas di layar CT-scan. Namun seluruh organ dalam, seperti jantung, hati, usus, dan ginjal milik manusia di dalam patung itu telah tak ada. Setelah mempelajari riwayat patung, para peniliti yakin, tubuh yang berada di dalam patung adalah biksu besar Liuquan yang meninggal pada tahun 1100 Masehi.

    Selain tubuh yang terawetkan dan kerangka tubuh biksu Liuquan, di dalam patung juga ditemukan secara kertas berisi tulisan dengan aksara China kuno. “Kami menemukan secarik kertas dengan tulisan dalam bahasa China kuno dari dalam patung itu. Tulisan itu menyebutkan tubuh mumi di dalam patung itu bernama Liuquan," kata Vincent van Vilsteren, kurator benda-benda kuno dari Museum Drents Budapest, Hungaria.

    Ilmuwan berpendapat, jenazah biksu Liuquan dibalut patung tembaga karena dia memiliki tingkat spiritual tertinggi. Beberapa pihak yakin, biksu Liuquan tak meninggal dunia, tapi melainkan memasuki tahap pencerahan menuju nirwana.

    Sekadar untuk diketahui, teknik memumikan tubuh manusia telah dikenal masyarakat China dan Jepang sejak ribuan tahun lalu. Sebagai orang yang memiliki tingkat spiritualitas tinggi, biksu telah mengetahui kapan azal menjemput. Di China dan Jepang, para biksu yang telah mendapat firasat azal sudah dekat, mereka menyiapkan diri sendiri dengan diet ketat selama 1.000 hari.

    Selama itu, mereka hanya minum air putih dan makan biji-bijian. Tahap selanjutnya, mereka diet ekstrem dengan memakan akar tumbuhan tertentu dan teh dari getang pohon lacquer. Diet terakhir ini diyakini dapat menguatkan tubuh dari bakteri pembusuk sehingga jasad mereka akan menjadi mumi. Ketika meninggal dunia, para murid biasanya menyimpan jenazah biksu tadi di dalam makam. Jenazah biksu yang telah menjadi mumi akan kembali dibawa ke dalam kuil. (*)

     

     

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Daan Mogot, Pahlawan Nasional Termuda
    5 Fakta Imlek yang Belum Banyak Diketahui Orang
    Susi: Saya Senang, Berarti Dianggap Pintar Dong
    Putusan Presiden Tunisia soal Poligami Bikin Heboh
    Ini Masjid Tempat Salat Jumat setelah Proklamasi

    Editorial