Hot News


JN-TAM

Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Entrepeneur dan Strategic Thinking

    Entrepeneur dan Strategic Thinking

    • Kamis, 3 Desember 2015 | 14:39:00 WIB
    • 0 Komentar

    BEBERAPA pekan ini, banyak sekali informasi yang “luar biasa” bagi entrepreneur yang berbisnis, khususnya berhubungan dengan lingkungan makro ekonomi bangsa ini.

    Lingkungan yang pastinya sangat menentukan keberlangsungan bisnis dalam mencapai tujuan bisnis yaitu profit, people, planet, sustainability serta bisnis yang terus tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.

    Tentu bukan suatu hal yang biasa ketika seorang entrepreneur dihadapkan kepada perubahan lingkungan bisnis yang begitu cepat, tidak pasti, tidak bisa dikontrol, serta mengalami turbulensi yang begitu tinggi. Karena ini merupakan suatu fakta yang tidak bisa dielakkan oleh setiap entrepreneur.

    Lihat saja lingkungan makro ekonomi, nilai tukar rupiah terhadap dolar yang sudah mencapai Rp13.460 per dolar, nilai terendah sejak 1998 yang pernah mengalami krisis ekonomi yang mencapai Rp16.500 per dolar. Tentu kondisi ini akan membuat bisnis entrepreneur terpengaruh dari aspek business process, mulai dari supplier, input, process, output serta consumer.

    Bagaimana dengan inflasi? Data yang tidak kalah penting inflasi mencapai 7% tentu membuat harga barang-barang semakin meningkat dan akan berpengaruh pada dua pihak, yaitu perusahaan itu sendiri dalam bentuk beban pada business process, serta penurunan daya beli konsumen.

    Tidak kalah penting adalah pertumbuhan ekonomi yang pada awalnya diprediksi di atas 6%, akan tetapi, sekarang diturunkan oleh Bank Indonesia menjadi 5%. Tentu hal ini menggambarkan bagaimana tingkat konsumsi masyarakat yang menurun, tingkat perdagangan yang menurun. Meskipun pemerintah menyatakan pada semester kedua ini akan terjadi pertumbuhan ekonomi karena pembangunan infrastruktur akan berjalan di semester kedua.

    Dari aspek politik dan kebijakan pemerintah yang sangat memberikan dampak kepada pemerintah. Lihat saja kebijakan pemerintah dalam hal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kebijakan kenaikan tarif dasar listrik, kebijakan kenaikan biaya tol, dan seabreg-abreg kebijakan yang terlihat tidak berpihak kepada entrepreneur dalam membangun bisnis.

    Apalagi perubahan lingkungan global yang pastinya akan terasa sekali dengan pemberlakuan pasar bebas ASEAN pada 31 Desember 2015 ini. Hmmm… luar biasa tantangan dan ancaman bagi setiap entrepreneur. Tidak hanya dari dalam negeri, akan tetapi juga luar negeri.

    So,…. bagaimana dengan entrepreneur? Ini adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi. Bahkan logikanya harus dibalik, ‘ini adalah sebuah peluang bagi saya untuk berbisnis’.

    Apa yang harus diperbuat? Sebagai entrepreneur, tentu sudah sepatutnya untuk menyadari tantangan ini. Di sinilah konsep bahwa seorang entrepreneur harus menjadi Ahli Strategi dengan memperkuat strategic thinking. Dalam hal ini, entrepreneur dituntut untuk mulai concern dengan lingkungan bisnis dan perubahannya serta memilih strategi yang tepat untuk bisnis mereka.

    Sehubungan dengan strategic thinking, hal mendasar yang harus ditingkatkan adalah entrepreneurial mindset dan organizational capability. Kedua hal ini sangat memegang peranan penting untuk diri dan bisnis entrepreneur sebelum memanfaatkan setiap peluang dan sumber daya dari lingkungan eksternal.

    Entrepreneurial mindset bukan semata-mata cara berfikir seorang entrepreneur, akan tetapi bagaimana entrepreneur mampu mengembangkan pemikiran untuk mencari peluang, menganalisis peluang, memutuskan untuk mengambil peluang, mengeksekusi peluang dan mengintegrasikan seluruh sumberdaya untuk mengubah peluang tersebut menjadi bisnis. Ini penting karena semakin sedikit peluang dari kondisi makro ekonomi. Kreativitas dan inovasi memegang peranan kunci dalam melihat ancaman dari perubahan lingkungan ekonomi, politik, dan global tadi.

    Kedua adalah meningkatkan kapabilitas organisasi bisnis setiap entrepreneur. Kapabilitas bicara pengetahuan dan kemampuan setiap entrepreneur dalam mengelola keuangan perusahaan, pemasaran, operasi, sumberdaya manusia, dan IT. Adapun yang bersifat soft adalah meningkatkan pengetahuan tentang managerial, leadership, decision making, komunikasi, teamwork, networking, dan motivasi. Belajar dan berlatih serta fokus pada bisnis yang dijalankan.  

    Hal ini penting untuk membuat bisnis setiap entrepreneur semakin tangguh menghadapi perubahan lingkungan dan tantangan kedepan. Barulah memanfaatkan modal sosial yang ada di masyarakat dengan melakukan networking dengan para akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, komunitas, perbankan, dan media.

    Strategic thinking akan mampu membuat setiap entrepreneur ‘siap’ menghadapi berbagai perubahan lingkungan bisnis, termasuk ekonomi, politik, serta lingkungan global. (*)

    Meriza Hendri

    Founder STRABIZ Management Consulting, GIMB Foundation

     

     

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Mencari Jejak dan Memenangkan Kehidupan Lawan Covid-19
    Tips Mengenali Risiko Terkena Infeksi Virus Corona
    Tegakkan Independensi dan Profesionalisme Pers
    Memaknai Arti Kemerdekaan di Era Disrupsi
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Liverpool 12 34
      2. Leicester City 12 26
      3. Chelsea 12 26
      4. Manchester City 12 25
      Tampilkan Detail

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Persib Bandung 3 9
      2 Bali United 3 7
      3 PSIS Semarang 3 6