web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Guru Hebat asal Sumedang itu Telah Tiada

    Guru Hebat asal Sumedang itu Telah Tiada

    • Jumat, 12 Desember 2014 | 17:30:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Dunia pendidikan Indonesia dirundung duka. Pejuang pendidikan asal Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Een Sukaesih menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Sumedang, Jumat (12/12) sore tadi.

    Pejuang dunia pendidikan itu meninggal pada pukul 15.20 WIB di ruang ICU RSUD Sumedang. Een sendiri sudah dirawat sejak Selasa (9/12) di RSUD Sumedang. Meski sudah mendapatkan perawatan yang maksimal, namun nyawa sang pejuang pendidikan itu tidak tertolong.

    "Bu Een meninggal pukul 15.20 WIB di ruang ICU. Penyakit yang dideritanya sudah fase terminal, dan mengalami kegagalan multi organ," terang Direktur RSUD Sumedang, Hilman Taufik saat dikonfirmasi.

    Een Sukaesih merupakan pejuang pendidikan asal Sumedang yang tubuhnya lumpuh akibat penyakit Rheumatoid arthritis (RA), penyakit autoimun kronis, progresif dan melumpuhkan. Wanita kelahiran 10 Agustus 1963 itu mengalami kelumpuhan saat usianya menginjak 18 tahun. Selama enam tahun mengalami sakit, Een masih bisa jalan. Namun, sejak 1987, penyakitnya membuatnya lumpuh dan hanya terbaring di tempat tidur. Selama 26 tahun, Een hanya bisa terbaring lemah diatas kasurnya yang lapuk. Namun, di tengah keterbatasan kondisinya, Een tetap mengajar dan menyebarkan ilmu kepada para muridnya.

    Een pun sempat diboyong ke Istana untuk bertemu SBY saat masih menjabat sebagai presiden. Ibu Een mendapat kunjungan balasan dari SBY dan istrinya Ani Yudhoyono pada Februari 2014 di rumahnya, Dusun Batu Karut RT 01/002, Desa Ciberuem Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

    Kini, Een Sukaesih telah menghadap sang kuasa. Namun perjuangannya di dunia pendidikan masih akan harum dan diingat warga Indonesia. Selamat jalan Ibu Een, selamat jalan Bu Guru. Jasamu akan selalu dikenang seluruh warga Indonesia. (*)

    ang

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Aplikasi Pelayanan Publik Sapawarga Diluncurkan, RW Bisa Ngadu Langsung ke Gubernur
    Tersangka Kasus Meikarta Bartholomeus Toto, Layangkan Surat Perlindungan ke Presiden Jokowi
    Dikukuhkan Jadi Profesor, Keri Lestari: Inovasi Farmasi Klinik Lahirkan Interaksi Kesehatan
    Kadisnakertrans Jabar: Tak Puas SK Gubernur Terkait UMK, Silahkan Ambil Langkah Hukum
    Pemprov Jabar Terus Dorong Pemulihan Lingkungan di KBU