Warga Belanda Cari Kakak Kandung via Facebook

  • Jumat, 20 November 2015 | 14:42:00 WIB
  • 0 Komentar

JuaraNews – Ini salah satu contoh sisi positif dari keberadaan media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Path. Orang bisa kembali silaturahmi dengan kawan lama, saudara, dan handai taulan setelah dipertemukan lewat media sosial.

Nilai positif inilah yang dimanfaatkan Sander Metz, warga negara Belanda. Sander lahir di Ambarawa, Jawa Tengah 20 Maret 1981. Saat masih bayi, Sander diadopsi oleh sebuah keluarga yang bermukim di Belanda. Setelah dewasa dan saat ini tinggal di Kota Itens, Belanda bersama istri serta dua anak, Sander yang ketika lahir diberi nama Bundi Santoso ini, berusaha mencari saudara kandungnya, Budi Rahayo.

Pencarian Sander itu diunggah ke media sosial Facebook. Dia berharap seseorang mengenali saudara kandungnya dan bersedia menyambungkan silaturahmi yang telah lama terputus. Di akun Facebook, tampak Sander tersenyum sambil memegang karton bertuliskan keinginannya bertemu kakaknya itu.   

"Saya mencari keluarga kandung saya. Yang saya ketahui, saya memiliki kakak bernama Budi Rahayo. Usianya saat ini sekitar 37 tahun. Tolong sebarkan dan tolong saya mencari keluarga saya." Tulisan di karton itu diakhiri dengan tanda pagar #SanderSearch.

Bahkan dalam akun tersebut, Sander mengunggah foto akta kelahiran dan sertifikat adopsi dirinya. Pengguna media sosial Twitter dengan nama @gonthopramu juga mengunggah foto Sander. Di atas foto itu tertera tulisan, "Ada yang bisa bantu?"

Sebenarnya, bukan kali ini saja Sander berusaha menemukan kakak kandungnya Budi Rahayo. Pada Agustus 2015 lalu, dia mengunggah video ke situs berbagi video Youtube. Video itu berisi curahan hatinya ingin bertemu Budi Rahayo. (*)

Oleh: akbar aulia / bar

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Gunung Merapi DIY  Hari ini Meletus
Daan Mogot, Pahlawan Nasional Termuda
5 Fakta Imlek yang Belum Banyak Diketahui Orang
Susi: Saya Senang, Berarti Dianggap Pintar Dong
Putusan Presiden Tunisia soal Poligami Bikin Heboh

Editorial