Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    NASA Pastikan November Blackout Bohong
    Ilustrasi fenomena Blackout.

    NASA Pastikan November Blackout Bohong

    JuaraNews – Baru-baru ini di dunia maya dan media massa di Amerika Serikat beredar artikel, foto, dan video tentang November Blackout. Bumi diisukan akan gelap gulita selama dua pekan dari 15 hingga 29 November.  

    Entah siapa yang pertama kali menyebarkan kabar yang meresahkan masyarakat itu. Yang pasti, dalam artikel, foto, dan video tersebut dijelaskan bahwa pada 15-29 November akan terjadi peristiwa langit yang memicu badai matahari.

    Salah satu artikel dimuat di situs Newswatch33.com. Pengelola situs memuat artikel panjang terkait November Blackout lengkap dengan foto konferensi pers Kepala NASA Charles Bolden yang mengonfirmasi bahwa bumi akan diselubungi kegelapan selama 15 hari.

    Penyebabnya adalah peristiwa astronomi yang terjadi antara Planet Venus dan Yupiter. Cahaya Venus akan memanaskan gas di Planet Yupiter sehingga memicu pelepasan hidrogen yang menghantam permukaan matahari. Akibatnya, suhu matahari menjadi lebih panas mencapai 9.000 derajat Kelvin.

    Tepat pukul 02.50, 15 November, terjadi ledakan dahsyat di matahari. Seusai ledakan, sang surya meredup selama 14 hari. Setelah dua pekan berlalu, matahari akan kembali normal. Peristiwa itulah yang mengakibatkan bumi gelap gulita totlal selama dua pekan. Fenomena ini pertama kali terjadi dalam 1 juta tahun terakhir.

    Tentu saja akibat kabar meresahkan tersebut, masyarakat menanyakan kebenarannya kepada pihak Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) melalui telepon dan email. Mereka meminta para ilmuwan di NASA menjelaskan kepada masyarakat tentang yang sebenarnya terjadi.

    NASA akhirnya memberi respons dan jawaban tegas. "Bertolak belakang dari apa yang telah Anda baca atau dengar, NASA tak pernah mengeluarkan pernyataan terkait kegelapan selama 7 atau 14 hari pada November akibat badai matahari. November Blackout adalah kabar bohong," demikian pernyataan Earth Observatory NASA, seperti dikutip dari Express.co.uk. (*)

     

     

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pertanyaan Menggelitik: Apakah Covid-19 Benar-benar Ada?
    Populasi Serangga Makin Turun. Pertanda Kiamat Sudah Dekat? Ini Penjelasan Entomologis LIPI
    Hebat, Selandia Baru Sudah Menyatakan Bebas dari Covid-19
    Baju APD Buatan Indonesia Lolos ISO 16604 Class 3
    Seekor Bayi Gajah di Taman Safari Bogor Dinamai Covid19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Buku Wagun
      walikota

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads