web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Terapi Penyebuhan Unik di Pulau Kucing Aoshima
    Wisatawan dikerubuti kucing Pulau Aoshima.

    Terapi Penyebuhan Unik di Pulau Kucing Aoshima

    • Senin, 2 November 2015 | 12:16:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Sebagian warga Jepang percaya bahwa berada di tengah-tengah kucing dapat menyebuhkan beragam penyakit. Tak heran, warga Negeri Matahari Terbit itu kerap mengunjungi Pulau Aoshima alias Pulau Kucing di selatan Jepang.

    Pulau Aoshima seluas 1,6 kilomter itu dihuni manusia sejak 380 tahun lalu. Aoshima dapat dicapai dengan menumpang kapal feri dari Kota Ahime. Para penghuni awal pulau membawa serta kucing sebagai hewan peliharaan sekaligus untuk membasmi hama tikus. Lantaran jumlah penduduk Aoshima tak terlalu banyak, akhirnya populasi kucing tak terkendali.

    Saat ini, jumlah penduduk Oshima hanya tersisa 20 orang. Mereka rata-rata berusia 50-80 tahun ke atas. Perbandingan jumlah kucing dengan manusia di pulau itu, 6:1. Artinya, enam kucing berbanding dengan 1 manusia. Bisa Anda bayangkan betapa banyaknya kucing di pulau ini.

    Profesi penduduk pulau ini adalah nelayan. Mereka tak merasa terganggu dengan keberadaan kucing yang sangat banyak, melebih populasi manusia di pulau itu.  Mereka juga tak keberatan dengan kedatangan para wisatawan. Yang penting bagi mereka, wisatawan tak mengusik kehidupan warga.

    Sebaliknya, justru menguntungkan karena wisatawan membelanjakan uangnya untuk membeli makanan dan hasil tangkapan nelayan Aoshima. "Orang yang datang ke pulau ini yakin kucing bisa menyembuhkan penyakit," kata Hidenori Kamimoto, 65, dilansir ABC News mengutip dari pemberitaan surat kabar lokal.

    Menurut Hidenori, jumlah kucing mulai bertambah tajam dan tak terkendali sejak satu dekade terakhir. Penyebabnya, jumlah penduduk Aoshima berkurang secara drastis. "Di saat populasi manusia menurun, perkembangbiakan kucing tak terkendali," ujar Hidenori.

    Uniknya, ratusan kucing yang menghuni Pulau Aoshima pun menerima kedatangan turis. Mereka mengerubuti turis dengan tingkah laku manja. Mereka sangat jinak dan menerima semua pemberian wisatawan. Para kucing tak pilih-pilihan makanan yang diberikan. Nasi, wafer, dan kentang semua dilahap. "Ada banyak kucing di sini. Pemandangan itu cukup menyenangkan bagi saya," kata Makiko Yamasaki, 27, salah seorang turis. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    5 Fakta Imlek yang Belum Banyak Diketahui Orang
    Susi: Saya Senang, Berarti Dianggap Pintar Dong
    Putusan Presiden Tunisia soal Poligami Bikin Heboh
    Ini Masjid Tempat Salat Jumat setelah Proklamasi
    Bukan Sekadar Hotel, Savoy Homann Juga Jadi Museum

    Editorial