Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Yamaha Ingin Perseteruan Rossi-Marquez Reda

    MotoGP

    Yamaha Ingin Perseteruan Rossi-Marquez Reda

    • Jumat, 30 Oktober 2015 | 21:26:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Insiden antara Valentino Rossi dan Marc Marquez di MotoGP Malaysia, diawali dengan ketegangan di antara kedua pembalap sebelum lomba. Direktur tim Yamaha Massimo Maregalli sebenarnya telah meminta pengawas balap Moto GP melakukan intervensi.

    Dilansir dari Motor Sport, Jumat, 30 Oktober 2015, juru bicara tim Yamaha mengatakan emosi terlihat jelas sejak sesi latihan pada Kamis, 22 Oktober 2016. "Massimmo Meregalli bertemu pengawas lomba pada Sabtu, 24 Oktober, menyarankan mereka memanggil keduanya."

    Pengawas lomba diharapkan memberi peringatan tegas pada Rossi dan Marquez, sebelum pelaksanaan lomba. "Tapi pengawas lomba mengatakan tidak perlu memanggil mereka," kata juru bicara Yamaha. Insiden semestinya tidak perlu terjadi, jika ofisial lomba tidak mengabaikan masalah.

    Keputusan dari pengawas lomba memicu reaksi dari ayah Rossi, Graziano. "Mereka sebenarnya hanya butuh meredakan ketegangan, meminta keduanya menjalani balapan masing-masing tanpa ikut campur satu sama lain."

    "Itu pekerjaan mereka untuk mengatakan pada pembalap, bahwa mereka berada di bawah pengawasan ketat, dan mereka akan terkena hukuman jika melakukan kesalahan. Tapi mereka memilih untuk tidak mengatakan apa pun," ujar Graziano.

    Rossi mengeluarkan peringatan pada Marquez sebelum lomba. Graziano menyebut peringatan itu bukan ditujukan untuk membuat kontroversi, tapi upaya untuk membuat ofisial lomba datang memperhatikan apa yang terjadi.

    Carlo Pernat, manajer pembalap Ducati Andrea Iannone, mengatakan pengawas lomba membuat kesalahan besar, dengan tidak bersikap setelah konferensi pers Rossi. Mereka turut menyebabkan situasi yang tak dapat ditoleransi, diantara dua pembalap yang sedang marah dan frustasi.

    "Jelas bagi saya bahwa pengawas lomba semestinya memanggil dua pembalap, bertanya apa yang terjadi," kata Pernat. Menurutnya ketegangan yang sangat tinggi sebelum lomba, merupakan bukti yang nyata bahwa sesuatu yang buruk dapat terjadi.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Semifinal Liga Europa:  Sevilla Tantang MU, Inter Hadapi Shakhtar Donetsk
    Mario Gomez Mundur dari Arema FC
    Nasib Liga I dan Liga 2 Tunggu Sikap Pemerintah
    Bila Pandemi Masih Panjang, Bhayangkara FC Usul Liga 1 Diakhiri
    Ini Kelemahan Sepak Bola Indonesia Menurut Indra Sjafri
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center
      Buku Wagun

      Jadwal Liga


        Data Statik Covid-19


        DATA COVID-19 INDONESIA

        😷 Positif:

        😊 Sembuh:

        😭 Meninggal:

        (Data: kawalcorona.com)

        Ads


        Klasemen Liga Dunia

        Tim M Point
        1. Liverpool 12 34
        2. Leicester City 12 26
        3. Chelsea 12 26
        4. Manchester City 12 25
        Tampilkan Detail

        Klasemen Liga Indonesia

        Tim M Point
        1 Persib Bandung 3 9
        2 Bali United 3 7
        3 PSIS Semarang 3 6