web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Rekor Raja Persia Punya 1.000 Istri

    Rekor Raja Persia Punya 1.000 Istri

    • Selasa, 27 Oktober 2015 | 14:31:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Raja beristri banyak, lebih dari 1 orang sudah biasa. Tapi, raja beristri lebih dari 1.000 orang, itu baru luar biasa. Namun, sejarah mencatat, rekor raja beristri lebih dari 1.000 orang dipegang oleh Raja Persia Fath Ali Shah Qajar.

    Sejarawan dari SOAS University of London, Joseph M Upton mengemukakan, selama hidup 1772-1834, Raja Fath Ali terkenal dalam tiga hal, janggut sangat panjang, pinggang seramping lebah, dan jumlah istri 1.000 lebih.


    Selama 37 tahun berkuasa, Fath Ali menempatkan lebih dari 1.000 perempuan yang diperistri di andarum atau istana khusus harem. Ke-1.000 lebih perempuan itu meliputi permaisuri, selir, pelayan atau dayang-dayang, gadis penari, musisi, kerabat, dan para budak.

    Namun dari 1.000 perempuan tersebut, istri resmi Raja Fath hanya 158 orang. Buku Tarikh-e Azodi yang digubah Soltan Ahmad Mirza Azod-ed-Dowleh mencatat, dari istri resmi dan para selir, sang raja dikaruniai 260 anak dan 786 cucu.

    Sebenarnya, Fath Ali bukanlah keturunan langsung raja terdahulu. Menurut Qajar Pages, Fath Ali menggantikan raja sebelumnya, Agha Mohammad Khan, yang merupakan pamannya. Agha gagal meneruskan garis keturunan sehingga Fath Ali mengambil alih tahta.


    “Selama berkuasa, Raja Fath terkenal dengan jumlah istrinya yang sangat banyak. Namun orang juga tak pernah luka akan kegagalannya mempertahankan wilayah Rusia yang berada di bawah kekuasaan Persia ketika itu dari tangan bangsa lain. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    5 Fakta Imlek yang Belum Banyak Diketahui Orang
    Susi: Saya Senang, Berarti Dianggap Pintar Dong
    Putusan Presiden Tunisia soal Poligami Bikin Heboh
    Ini Masjid Tempat Salat Jumat setelah Proklamasi
    Bukan Sekadar Hotel, Savoy Homann Juga Jadi Museum

    Editorial