Hot News


Inspirasi


    Iwan Fals Dukung Penyanyi Muda Daur Ulang Lagunya

    Iwan Fals Dukung Penyanyi Muda Daur Ulang Lagunya

    • Sabtu, 24 Oktober 2015 | 21:27:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Lagu-lagukarya Iwan Fals memiliki ciri khas tersendiri dan telah melenggenda di blantika musik Tanah Air. Kendati begitu, Iwan Fals tak menutup diri bagi penyanyi muda untuk mendaur ulang lagu-lagunya.

    Iwan juga tak melarang para penyanyi muda menggubah aransemen musik lagu-lagunya sehingga terdengar lebih fresh dan berbeda dari aslinya. Menurut pria pemilik nama Virgiawan Listanto ini, daur ulang lagu-lagunya oleh para penyanyi muda adalah salah satu bentuk kreativitas.

    "Saya senang. Gak papa. Itu kan kreativitas. Berbeda dengan pembajakan. Gak kreatif. Harusnya enggak ada (pembajakan)," kata Iwan Fals di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Menurut pelantun Oemar Bakrie, Sugali, Bongkar, dan Bento, saat ini industri musik di Indonesia telah berkembangn. Dulu, saat Iwan masih muda, tak banyak orang tua yang mengizinkan anaknya menjadi musisi. Ketika itu, mereka tak yakin musik dapat memberikan masa depan yang baik.

    Kini, tutur ayah dari Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae, dan Raya Rambu Robbani ini, justru banyak orang tua yang mengantarkan anak-anaknya ke sekolah musik.

    "Sekarang banyak anak yang belajar musik. Orang tua bangga bawa anak mereka ke sekolah musik. Beda dengan zaman dulu,” tutur penyanyi kelahiran Jakarta 3 September 1961 yang dinobatkan sebagai Great Asian Hero oleh Majalah Time pada 2002 ini. (*)

    bar

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Penyani Glenn Fredly Meninggal Dunia di Usia Muda
    Ini Dampak Psikologis yang akan Dihadapi Warga Bila terus Diam di Rumah
    Goyang Tik Tok Jadi Pembeda Pesta Pernikahan, Mempelai dan Tamu Menari Kompak
    Ridwan Kamil Hadirkan Jabarano Cafe Pertama di Australia
    Kesenian Benjang Meriahkan Ngabar Mr Jun & Budi Arab

    Editorial