web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Tahun Baru Hijriah, Pererat Silaturahmi Toleransi
    net

    Tahun Baru Hijriah, Pererat Silaturahmi Toleransi

    • Minggu, 1 September 2019 | 00:15:00 WIB
    • 0 Komentar

    TANGGAL 1 Muharam yang tahun ini jatuh pada Minggu (1/9/2019), diperingati oleh umat Muslim di seluruh dunia sebagai awal pergantian tahun 1441 Hijriah.

    Berbeda dengan perayaan Tahun Baru dalam kalender Masehi, peringatan Tahun Baru Islam ini jauh dari kesan ramai dan meriah. Tidak ada perayaan besar-besar dengan menunggu detik-detik pergantian tahun layaknya pergantian dari 31 Desember ke 1 Januari dalam kalender Masehi.

    Tahun Baru Hijriah hanya diperingati ‘kalangan terbatas’ seperti di majelis-majelis taklim atau masjid-masjid. Biasanyadimeriahkan dengan pawai obor keliling kampung.Bahkan peringatan setingkat Pemprov Jabar yang diisi tablig akbar oleh ustaz kondang pun ‘sepi’ pengunjung bila dibanding perayaan Tahun Baru Masehi, 1 Januari.

    Tahun Baru Hijriah yang diawali saat Rasulullah Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah sekitar tahun 622 M memang kalah gaungnya dengan Tahun Baru Masehi yang penanggalannya digunakan sejak abad ke-7 Sebelum Masehi (SM).

    Namun terlepas meriah tidaknya, peringatan Tahun Baru Hijriah mempunyai makna dan semangat tersendiri bagi umat Islam, yakni silaturahim dan toleransi. Tahun Hijriah tidak bisa dilepaskan dari hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah bersama para sahabat saat Kota Mekkah yang dikuasai orang-orang Quraisy, tidak lagi kondusif.

    Salah satu peninggalan Nabi Muhammad SAW yang hingga kini masih relevan digunakan, termasuk di Indonesia yakni Piagam Madinah. Isi perjanjian ini, di antaranya bahwa seluruh penduduk Madinah, apa pun agama dan sukunya adalah umma wahida (a single community) atau umat yang tunggal. Karena itu, mereka semua harus saling membantu dan melindungi, serta mereka semua berhak menjalankan agama yang dipeluknya masing-masing.

    Silaturahmi dan toleransi yang menjadi pilar kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Negara Madinah, sangat relevan diterapkan hingga saat ini. Jalinan persaudaraan atau kesatuan dan persatuan menjadi sangat penting bagi sebuah bangsa, apalagi sebesar Indonesia yang mempunyai beragam suku dan agama.

    Silaturahmi dan toleransi yang dipraktikkan Rasulullah di Madinah, baik kepada sesama umat Islam maupun umat lain, patut diteladani bangsa Indonesia. Semangat hijrah menjadi sebuah keniscayaan, yaitu hijrah dari sisi buruk ke sisi lebih baik, dari keburukan moral menuju moral dan perilaku mulia, dari ketidakpedulian ke kepekaan dan kepedulian terhadap sesama.

    Semoga Tahun Baru Islam ini memberikan semangat baru untuk melangkah menuju Indonesia yang maju, makmur, dan sejahtera bagi semua rakyat. (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Terkait


    Berita Lainnya


    Tahun Baru Hijriah, Pererat Silaturahmi Toleransi
    Dirgahayu Republik Indonesia ke-74 Tahun
    Mari Kita Berkurban
    • Mari Kita Berkurban

      SEKITAR 2,1 miliar umat muslim di seluruh dunia serentak memeringati Hari Raya Idul Adha yang pada 2019 ini jatuh pada hari Minggu Selengkapnya..

      • 11 Agustus 2019
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah
    Marhaban Ya Ramadan

    Editorial



      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Manchester City 38 98
      2. Liverpool 38 97
      3. Chelsea 38 72
      4. Tottenham Hotspur 38 71
      Tampilkan Detail

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Bali United 17 41
      2 PS Tira Persikabo 18 34
      3 Madura United 19 31