ultah bandung

Hot News


Inspirasi


    Segitiga Bermuda Telan Kapal Kargo El Faro
    Ilustrasi Segitiga Bermuda. Inset: Kapal El Faro.

    Segitiga Bermuda Telan Kapal Kargo El Faro

    Segitiga Bermuda Telan Kapal Kargo El Faro

    JuaraNews – Perairan laut Segitiga Bermuda telah melegenda. Segitiga Bermuda yang berada di kawasan Bermuda, Puerto Rico, dan Miami Florida di Amerika Serikat, menyimpan kekuatan misterius.

    Sejumlah teori dikemukakan terkait Bermuda. Ada yang menyebut, di Bermuda terdapat kerajaan iblis atau Dajjal. Namun para ahli kelautan membantah teori itu. Mereka mengklaim bahwa di Segitiga Bermuda terdapat pusaran air dahsyat sehingga menimbulkan gelombang elektromagentik. Akibatnya, pesawat udara dan kapal laut kerap lenyap saat melintas di perairan angker itu.

    Belum lama ini dikabarkan, Segitiga Bermuda telah “menelan” kapal kargo El Faro saat melintas di perairan angker tersebut pada Kamis 1 Oktober 2015. Sebelum lenyap di Segitiga Bermuda, kapal yang memiliki panjang 224 meter dan berbobot mati ribuan ton itu, diterpa topan Joaquin di dekat Crooked Island, Bahama.

    Setelah topan dengan kecepatan angin 209 km/jam dan ombak mencapai tinggi 9 meter tersebut reda, kapal hilang dari samudera. Komunikasi pun terputus. Bahkan sinyal radio dari kapal kargo tersebut pun tak terlacak sama sekali.

    Selain barang, kapal El Faro juga membawa 33 orang awak, 28 asal AS dan 5 dari Polandia. Saat ini, keluarga harap-harap cemas menanti kabar dan kepastian nasib para awak kapal. Setelah dikabarkan tenggelam, tim pencari dari US Coast Guard, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara Amerika Serikat menyisir sejumlah kawasan perairan laut, termasuk Bermuda.

    Pada Sabtu 4 Oktober 2015, US Coast Guard menemukan pelampung warna oranye diduga kuat milik El Faro. Kemudian pada Minggu 5 Oktober 2015, tim US Coast Guard yang melakukan penyisiran lewat udara kembali melihat sejumlah pelampung dan tumpahan minyak tak jauh dari segitiga Mermuda.

    Namun US Coast Guard belum bisa memastikan apakah benda-benda dan tumpahan minyak itu berasal dari El Faro atau bukan. “Cuaca buruk menghambat pencarian. Kami berharap bisa menyisir area lebih bagi dari sebelumnya," kata David Schuhlein, juru bicara US Coast Guard.

    Diketahui, El Faro berangkat dari Jacksonville, Florida pada 29 September 2015. Saat badai Joaquin belum berubah menjadi topan berbahaya. Kendati perairan dilanda badai tropis Joaquin, El Faro dengan 33 awak itu tetap berangkat menuju Puerto Rico.

    Rochele Hamm, istri dari salah satu awak kapal sangat menyesalkan keputusan Michael Davidson, kapten kapal El Faro yang tetap melanjutkan pelayaran padahal laut tengah dihantam badai Joaquin. "Kenapa tetap berlayar meski tahu badai dan mengapa mereka tak mengambil jalur lain?" kata perempuan berusia 44 tahun ini. (*)

    bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Sequoia, Pohon Terbesar dan Tertua di Dunia
    Tradisi Budaya Indonesia yang Biasa Dilakukan pada Muharam
    Pertanyaan Menggelitik: Apakah Covid-19 Benar-benar Ada?
    Populasi Serangga Makin Turun. Pertanda Kiamat Sudah Dekat? Ini Penjelasan Entomologis LIPI
    Hebat, Selandia Baru Sudah Menyatakan Bebas dari Covid-19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      walikota

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads