Bank BJB top banner

Hot News


Opini


  • Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru
    Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru

    MEMILIKI rumah merupakan impian setiap orang terlebih bagi seorang guru karena rumah termasuk kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

    1 Oktober, Harga Premium Diisukan Turun

    • Sabtu, 26 September 2015 | 14:46:00 WIB
    • 0 Komentar


    1 Oktober, Harga Premium Diisukan Turun

    JuaraNews – Kendati Pertamina dan Pemerintah belum memberikan sinyal tegas tentang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) seiring merosotnya harga minyak dunia di level USD46 per barel, rumor harga bensin akan turun telah berembus kencang.

    "Tunggu 1 Oktober. Sabar ya. Saat ini harga BBM sedang kami evaluasi. Ini rutin dilakukan setiap enam bulan," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Ign Wiratmaja Puja kepada media di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, untuk mengubah harga BBM, baik dinaikan maupun diturunkan, Pertamina harus berkoordinasi dengan pemerintah. Dia mengemukakan, harga minyak dunia yang rendah meringankan beban Pertamina dalam memproduksi BBM. "Kami akan membicarakan ini dengan Kementerian ESDM," kata Dwi.

    Sebelumnya, Pertamina menurunkan harga Pertamax dan Pertalite pada 1 September lalu saat harga minyak dunia merosot di level USD49 per barel. Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax 92 turun dari Rp9.350 menjadi Rp 9.000 per liter. Sedangkan bahan bakar baru berkadar RON 90, Pertalite, turun dari Rp8.400 menjadi Rp8.300 per liter.

    Penurunan harga Pertalite berlaku secara nasional. Namun berbeda dengan Pertamax. Di Jawa Timur, harga Pertamax hanya turun menjadi Rp9.100 perliter. Belum ada konfirmasi resmi dari Pertamina terkait perbedaan harga itu.

    Ternyata, selain Pertamax dan Pertalite, bahan bakar Pertamax Plus dan Pertamax Dex juga turun harga pada 1 September lalu. Berikut harga BBM non subsidi per 1 September 2015: Pertamax Dex Rp11.000,  Pertamax 92 Rp9.000, Pertamax Plus Rp10.000, dan Pertalite Rp8.300 per liter.

    Yang sangat disayangkan, penurunan harga Pertamax dan Pertalite ini belum diikuti oleh penurunan harga Premium dan solar yang mendominasi konsumsi bahan bakar nasional. Sejak Januari 2015 hingga saat ini, Premiun masih bertengger di harga Rp7.600 dan solar Rp7.250 per liter. Harga ini hanya berlaku di Jawa dan Sumatera.

    “Kalau harga minyak dunia USD40 per barel, ongkos produksi lebih efisien. Otomatis ada potensi penyesuaian (penurunan) harga BBM dalam negeri. Tentu kami akan turunkan karena menyangkut kepentingan masyarakat," kata Dwi. (*)

    bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ridwan Kamil Ingatkan Pemuda Hati-hati Pilih Karier di Era Industri 4.0
    Catat, Besok Pos Indonesia Bakal Gelar Program Gratis Ongkir di Seluruh Indonesia
    Aplikasi Agree Telkom Permudah Petani Milenial Kelola Lahan Pangan
    Pemprov Jabar Komitmen Lindungi Pekerja Migran
    Pelaku UMKM Jabar Makin Banyak yang Manfaatkan Pasar Digital
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads