Wujudkan Bandung sebagai Kota Juara
net

Wujudkan Bandung sebagai Kota Juara

  • Jumat, 25 September 2015 | 22:48:00 WIB
  • 0 Komentar

JUMAT, 25 September 2015 ini, Kota Bandung genap berusia 205 tahun. Pada ulang tahun Kota Bandung kali ini, ada banyak perubahan dari wajah kota yang dipimpin Wali Kota Ridwan Kamil dan wakilnya, Oded M Danial yang baru berkuasa selama 2 tahun lebih 9 hari.

Jika menilik sejarah, titimangsa kelahiran Kota Bandung sendiri dikukuhkan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Heman Willem Daendels dengan mengeluarkan surat keputusan pada 25 September 1810 tentang pembangunan sarana dan prasarana untuk kawasan ini. Yang di kemudian hari, peristiwa ini diabdikan sebagai Hari Jadi Kota Bandung.

Sedangkan sebagai kota mandiri, sebenarnya Kota Bandung baru benar-benar terbentuk, saat Bandung yang waktu itu menjadi Ibu Kota Kabupaten Bandung resmi mendapat status gemeente atau kotapraja dari  Gubernur Jenderal JB van Heutsz pada 1 April 1906, yang berpemerintahan otonom dengan wali kota pertama Maurenbrecher (1906-1907).

Sejak itulah Pemerintah Kabupaten Bandung terpisah dengan Pemerintahan Gemeente Bandung (Kotapraja Bandung). Ketetapan itu semakin memperkuat fungsi Kota Bandung sebagai pusat pemerintahan.

Tentunya memasuki usia yang ke-205 tahun dengan wali kota baru, memberi warna tersendiri bagi perayaan hari jadi selama 10 tahun terakhir ini kala Kota Bandung masih dipimpin Wali Kota Dada Rosada.

Upacara peringatan HUT ke-205 Kota Bandung dengan tema digelar di Lapangan Tegallega, yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Ridwan Kamil. Kang Emil sendiri mengatakan, peringatan hari jadi Kota Bandung tahun ini terasa istimewa karena banyak kebahagiaan dan kemajuan yang telah ditunjukkan Kota Bandung. Namun banyak pula tantangan yang harus dilalui.

Pernyataan Emil ini bukan tanpa fakta. Kenyataannya sepanjang 2 tahun terakhir ini, Kota Bandung berhasil mendapat 149 penghargaan, baik dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan dunia internasional. Namun tak dipungkiri Pemkot Bandung masih memiliki pekerjaan rumah, khususnya dalam hal infrastruktur yang kini tengah diperjuangkan.

HUT kali ini sendiri mengambil tema Milangkala Bandung Festivals “A City Festivity in Celebrating 205 Years of Bandung City”. Sejak 16 Agustus hingga akhir Oktober 2015, Pemklot Bandung menggelar setidaknya 32 kegiatan. Mulai dari kegiatan musik, pameran, bazzar, pergelaran tari, dan fesyen, serta banyak lainnya. Empat di antara kegiatan ditujukan untuk memecahkan rekor, yaitu Bandung Air Show, Baroque of Alien, Fashion Festival, dan Indonesian Art Voices. Tujuan perayaan HUT kali ini, selain untuk memberikan kegembiraan kepada warga, juga untuk mendorong arus wisatawan ke Kota Kembang.

Kehadiran Emil sebagai wali kota Bandung ke-27 bersama wakilnya Oded, memang menumbuhkan harapan baru untuk kemajuan Kota Bandung ke depan. Apalagi, di awal pemerintahannya Ridwan-Oded langsung membuat sejumlah gebrakan, yang sebelumnya memang sudah dijanjikan pada masa kampanye Pilwalkot Bandung 2013.

Dengan tagline Bandung Juara, pasangan yang diusung PKS-Gerindra ini, ingin segera merealisasikan semua janji-janjinya. Seperti membebaskan Bandung dari macet, sampah, dari banjir, dan membuat jalan-jalan mulus, tak berlobang. Pemkot Bandung pun segera meluncurkan Kartu Sehat Bandung Juara, untuk memberikan layanan kesehatan kepada 340 ribu warga miskin yang belum terjamah program Jamkesmas.

Selama ini, memang cukup banyak gebrakan yang telah dibuat, dan mendapat apresiasi dari masyarakat. Sebut saja, penertiban PKL yang bisa dibilang berhasil. Atau pembangunan taman-taman tematik yang kini menjadi alternatif tempat berekreasi masyarakat. Di awal pemerintahannya, Ridwan Kamil juga membuat beberapa gebrakan, seperti mengampanyekan gerakan bike to work atau bersepeda ke kantor, juga memberlakukan hari wajib penggunaan iket Sunda bagi PNS juga pelajar, juga baju pangsi atau kebaya bagi pelajar.

Untuk merespons keluhan warga soal jalan rusak, wali kota menerjunkan unit reaksi cepat perbaikan jalan. Sedangkan untuk mengatasi banjir, setidaknya untuk memperbaiki drainase, Ridwan membentuk Pasukan Gorong-Gorong.

Di hari jadi kali ini, Kota Bandung yang berpenduduk 2.689.267 penduduk yang tinggal di 9.677 RT dan 1.560 RW di 159 kelurahan dan 30 kecamatan tersebut, tentunya masih banyak permasalahan yang harus dibenahi. Paling tidak, ada 3 masalah krusial yang harus mendapat perhatian khusus dari Pemkot Bandung di hari jadi Kota Bandung kali ini. Yakni antisipasi masalah banjir yang rutin datang setiap musim hujan, juga kondisi jalan yang masih belum mulus sepenuhnya dan kerap menimbulkan kemacetan parah, serta penyelesaian masalah sampah masih mengganggu kenyamanan warga.

Tidak terlalu muluk kiranya, jika masyarakat berharap pada hari jadi ke-206 tahun depan, ketiga masalah tersebut sudah bisa terpecahkan dan tidak lagi mengganggu kenyamanan warga dan para pendatang di Kota Bandung.  Semoga Kota Bandung benar-benar menjadi kota juara yang terbebas dari macet, sampah, dan banjir. Serta bisa memberikan kenyamanan serta kesejahteraan bagi warganya. Selamat Ulang Tahun Kota Bandung. (*)

Oleh: deni mulyana sasmita / den

0 Komentar
Tinggalkan Komentar
Cancel reply
0 Komentar
Tidak ada komentar
Berita Lainnya
Berdamai atau Hidup Tanpa Corona
Jadi Pribadi yang Lebih Baik di Tahun Baru 2020
Teloransi, Kebersamaan dalam Perbedaan
Teladani Semangat Pahlawan
Tahun Baru Hijriah, Pererat Silaturahmi Toleransi
Berita Terdahulu

Editorial


    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Klasemen Liga Dunia

    Tim M Point
    1. Liverpool 38 99
    2. Manchester City 38 81
    3. Manchester United 38 66
    4. Chelsea 38 66
    Tampilkan Detail

    Klasemen Liga Indonesia

    Tim M Point
    1 Persib Bandung 3 9
    2 Bali United 3 7
    3 PSIS Semarang 3 6