blog counter

Hot News


Opini


    Rupiah Kembali Anjlok Rp14.683 per USD

    • Rabu, 23 September 2015 | 12:57:00 WIB
    • 0 Komentar


    Rupiah Kembali Anjlok Rp14.683 per USD

    JuaraNews, Jakarta – Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, berdasarkan data Limas, dibuka terjungkal Rp14.683 per USD. Posisi tersebut terperosok 124 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp14.559/USD.

    Sedangkan Yahoo Finance mencatat, rupiah berada pada level Rp14.637/USD atau melemah 45 poin dibanding saat penutupan pedagangan valas sebelumnya Rp14.592/USD. Sementara Bloomberg menyebutkan, nilai tukar rupiah dibuka pada level Rp14.598/USD dan pada pukul 10.00 WIB menjadi Rp14.633/USD.

    Posisi tersebut tambah parah dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.551/USD.
    Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.623/USD, terkoreksi 137 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.486/USD. Sejumlah mata uang utama juga naik 96,471 poin, level tertinggi sejak 4 September 2015. 

    Reuters memberitakan, nilai mata uang dolar Amerika Serikat (USD) mencapai level tertinggi dalam tiga pekan terhadap sejumlah mata uang pada Rabu (23/9). Penguatan itu juga diikuti oleh yen, mata uang Jepang. Kondisi membuat sejumlah pihak mengkhawatirkan perlambatan ekonomi China akan berlanjut.

    Kekhawatiran berkelanjutan tentang prospek pertumbuhan global dan kesehatan ekonomi juga mengurangi sentimen risiko China, memberikan dorongan bagi mata uang safe haven.

    Namun pelemahan tak hanya dialami rupiah. Kondisi itu juga dialami sejumlah mata uang. Seperti, dolar Australia jatuh 0,3% menjadi 0,7072/USD. Terhadap yen, Aussie turun 0,2% menjadi 85,00/yen, setelah koreksi 0,9% pada Selasa. Euro melemah 0,1% menjadi 1,1110/USD, setelah menguat di level 1,1460/USD pada pekan lalu setelah Federal Reserve AS menahan kenaikan suku bunga.

    USD telah bangkit kembali dari posisi terendah pekan lalu karena komentar dari beberapa pejabat Federal Reserve bahwa bank sentral AS masih bisa menaikkan suku bunga tahun ini. USD naik tipis 0,1% terhadap yen di 120,27, tetapi tetap di bawah posisi tinggi pekan ini pada 120,66.

    Mata uang Yen menguat pada Selasa, ketika pasar ekuitas jatuh, dengan ekuitas Eropa terkoreksi karena terjunnya saham Volkswagen, produsen mobil terbesar di Eropa ke posisi terendah dalam empat tahun terakhir. (*)

    bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Dalami Dugaan Korupsi BPR Balongan, Kejari Indramayu Telah Periksa 17 Saksi
    Perluas Distribusi Beras Pemerintah, Bulog Gandeng Ritel Modern
    Transaksi BPJS Ketenagakerjaan Kini Bisa Dilakukan di Outlet Pegadaian
    Meski Pertumbuhan Ekonomi RI Tinggi, Banyak Sektor Usaha Lakukan PHK, Kenapa?
    PT Pamapersada Nusantara dan PPSDM Geominerba Cetak Juru Ledak Kompeten
    Berita Terdahulu

    Editorial


      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads