web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Pria Sedikit, Rusia Akan Legalkan Poligami

    Pria Sedikit, Rusia Akan Legalkan Poligami

    • Sabtu, 19 September 2015 | 17:19:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Negara yang selama ini mengagung-agungkan paham Komunisme, akhirnya, melirik cara agama Islam dalam mengatasi masalah ketidakseimbangan demografi atau pertumbuhan penduduk, yakni poligami.

    Vladimir Zhirinovsky, seorang anggota Parlemen Rusida mewacanakan menerapkan poligami di Rusia. Pria di Rusia akan diwajibkan memiliki istri lebih dari satu. Tapi hanya dibolehkan dua, tidak lebih.

    Seperti dilansir kantor berita RIANovosti, wacana legalisasi poligami ini dilontarkan Vladimir lantaran terjadi ketidakseimbangan demografi di Rusia. Saat ini, jumlah penduduk perempuan di Rusia lebih banyak dibandingkan laki-laki. Dari total 145 jiwa penduduk Rusia, 10 juta wanita di antaranya tak menikah.

    Selain itu, jumlah penduduk pun makin rendah karena pasangan suami istri di eks Negara Uni Soviet ini, enggan memiliki anak lebih dari satu. Bahkan tak sedikit dari pasutri di Rusia yang tak mau memiliki anak. Ditambah lagi dengan keengganan penduduk Rusia modern untuk menikah. Mereka memilih hidup melajang. Pola hidup seperti ini umumnya dianut para perempuan berkarier dan pria eksekutif.

    Vladimir yang juga menjabat sebagai Ketua Partai Demokrasi Liberal Rusia (LDPR) ini mengemukakan, poligami juga bertujuan untuk meningkatkan angka kelahiran. Sebab, sejak beberapa tahun terakhir, Rusia dihantui angka kelahiran bayi yang minim.

    Pasangan suami istri di Rusia lebih memilih untuk hanya memiliki satu anak dan atau tak memiliki keturunan dengan alasan biaya hidup tinggi. “Negara dengan jumlah penduduk yang sedikit sangat berbahaya. Negara seperti ini akan lemah dari segi pertahanan,” tegas Vladimir.

    Wacana poligami yang dilontarkan Vladimir itu didukung Perdana Mentri Rusia Dmitry Medvedev. Bahkan Vladimir telah menyampaikan ide tersebut kepada Presiden Rusia Dmitry Medvedev.

    “Jika seorang pria mendapatkan hak untuk mendaftarkan pernikahan dengan wanita  kedua tanpa bercerai dari istri pertama dengan alasan menghormati dan tidak ingin rumah tangganya runtuh, kami (pemerintah) akan turut bertanggung jawab atas keluarga istri kedua,'' kata Vladimir.

    Selain itu, Vladimir juga mengusulkan Pemerintah Rusia memberikan insentif khusus (bonus) 100.000 rubel atau sekitar USD33.000 (Rp30 juta) kepada keluarga atau wanita yang memiliki anak pertama. Saat ini, Pemerintah Rusia telah memberikan insentif 300.000 rubel kepada keluarga/wanita yang melahirkan anak kedua.

    ''Mari realisasikan bonus 100.000 rubel atas kelahiran anak pertama. Saya yakin wanita yang semula ingin melakukan aborsi akan membatalkan niatnya dan memilih melahirkan bayinya,'' tutur dia.

    Wacana legalisasi poligami di Rusia yang dikemukakan Vladimir tersebut sejalan dengan langkah Perdana Menteri Chechnya Ramzan Kadirov. Akibat  beberapa kali perang, jumlah laki-laki di Chechnya berkurang sekitar 10%.

    Akibatnya saat ini, jumlah penduduk perempuan di Chechnya lebih banyak dibandingkan pria. “Setiap laki-laki bebas memilih hidupnya. Dia adalah pemimpin di lingkungannya. Saya kira, kehidupan pribadi laki-laki tidak boleh diintervensi,'' tegas Kadirov. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Daan Mogot, Pahlawan Nasional Termuda
    5 Fakta Imlek yang Belum Banyak Diketahui Orang
    Susi: Saya Senang, Berarti Dianggap Pintar Dong
    Putusan Presiden Tunisia soal Poligami Bikin Heboh
    Ini Masjid Tempat Salat Jumat setelah Proklamasi

    Editorial