Bank BJB top banner

Hot News


Opini


  • Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru
    Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru

    MEMILIKI rumah merupakan impian setiap orang terlebih bagi seorang guru karena rumah termasuk kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

    Mulai Akhir Tahun, Nelayan Pakai Elpiji

    • Rabu, 16 September 2015 | 14:43:00 WIB
    • 0 Komentar


    Mulai Akhir Tahun, Nelayan Pakai Elpiji

    JuaraNews, Jakarta – Mulai akhir tahun ini, semua nelayan di Indonesia akan beralih dari bahan bakar solar ke gas elpiji. Pengalihan bahan bakar tersebut salah satu bagian dari paket kebijakan ekonomi tahap pertama yang dibuat pemerintah beberapa waktu lalu.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyusun aturan pengalihan bahan bakar nelayan itu, termasuk menyiapkan converter dari solar ke elpiji.

    Kementerian ESDM telah berkomunikasi dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bisa memproduksi converter tersebut. "Ketika aturan keluar, persiapan teknis bisa berjalan. Akhir tahun kebijakan sudah bisa berjalan," kata Sudirman pada wartawan.

    Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, jika nelayan sekali melaut menghabiskan 30 liter solar senilai Rp207.000, dengan converter elpiji, nelayan hanya akan mengeluarkan biaya Rp62.100. Sehingga, saat nelayan mendapat 10kg ikan dengan asumsi Rp20.000 per kg, dia akan mendapat keuntungan sebesar Rp137.900. "Pengalihan bahan bakar dari solar ke gas elpiji ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan," ujar Darmin.

    Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Yusuf Solihin menyambut baik kebijakan pemerintah tersebut. Sebab, sekitar 95% struktur armada perikanan Indonesia lebih banyak kapal-kapal kecil di bawah 30 gross ton.

    Namun, pengalihan bahan bakar itu harus melalui uji coba dan hati-hati. Sebab, jika nelayan membawa tabung elpiji dalam kondisi saat ini, dikhawatirkan akan terjadi kecelakaan fatal. Misalnya, tabung elpiji korosi lalu gas bocor dan bisa menimbulkan ledakan. “Jika hal-hal seperti ini terjadi, siapa yang mau bertanggung jawab. Tabung gas elpiji untuk nelayan harus yang antikorosi,” ujar Yusuf.

    Selain itu, pemerintah juga harus menjamin ketersediaan gas elpiji untuk nelayan. Jangan sampai terjadi, setelah pengalihan dilaksanakan, tapi gas elpiji untuk nelayan langka. Ini justru menjadi kontraproduktif. Nelayan bukan sejahtera, tapi sebaliknya makin sengsara. (*)

     

    bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ridwan Kamil Ingatkan Pemuda Hati-hati Pilih Karier di Era Industri 4.0
    Catat, Besok Pos Indonesia Bakal Gelar Program Gratis Ongkir di Seluruh Indonesia
    Aplikasi Agree Telkom Permudah Petani Milenial Kelola Lahan Pangan
    Pemprov Jabar Komitmen Lindungi Pekerja Migran
    Pelaku UMKM Jabar Makin Banyak yang Manfaatkan Pasar Digital
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads