Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Pebatik Terancam Bangkrut karena Bahan Baku Sulit
    net

    Pebatik Terancam Bangkrut karena Bahan Baku Sulit

    • Rabu, 16 September 2015 | 11:17:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Cukabumi – Akibat kesulitan untuk mendapatkan bahan baku para perajin batik di Kota Sukabumi terancam gulung tikar.

    Hal ini dikarenakan dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar sehingga bahan baku yang diimpor menjadi jarang karena harganya mahal.

    Kondisi ini terjadi sejak dua bulan terakhir, dimana persediaan bahan kain batik jenis katun super, kain paris, sutera hingga kain dobi persediaannya sudah habis. Sedangkan untuk mendatangkan lagi harganya mahal mengingat bahan-bahan itu sebagian diimpor.

    “Ya karena dolar mahal maka untuk mengimpor bahan kain untuk membatik dari luar juga terkena dampaknya jadi mahal. Karena itu saat ini banyak perajin batik yang kesulitan untuk mendapatkan bahan baku,” kata salah seorang pebatik yang juga pemilik Batik Kenari di Kota Sukabumi, Irma Silvya, Selasa (15/9/2015).

    Persoalan lainnya, perajin juga dihantui kecematan dari pekerja yang menuntut kenaikan pembayaran. Awalnya para pekerja hanya diberi honor sekitar Rp50.000/hari namun kini setelah dolar naik honor mereka jadi naik menjadi Rp70.000/hari. “Ya mau gimana lagi karena SDM pembatik ini jarang maka hal itu tidak bisa dihindari,” ucapnya.

    Kepala Sub Bidang Promosi dan Kerja Sama, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPMPT) Kota Sukabumi, Emi Supartini terus berupaya agar batik di Kota Sukabumi bisa terus tumbuh meskipun ada berbagai kendala yang dihadapi. Salah satunya dengan mengikutsertakan dalam kegiatan promosi yang difasilitasi BPMPT.

    “Hal itu mampu mendorong dan memotivasi para pelaku batik di Kota Sukabumi untuk dapat menampilkan karya-karya terbaiknya,” kata Emi.

    Terkait kendala yang dihadapi saat ini, dia menyebutkan semoga kondisi perekonomian Indonesia secara keseluruhan bisa berangsur membaik. Khususnya nilai tukar rupiah terhadap dolar bisa kembali menguat sehingga bahan-bahan baku untuk membatik yang didatangkan dari luar bisa lebih murah dan mudah untuk didapatkan. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Kembali Beroperasi,  Pemkot Bandung Tunggu Kesiapan Tempat Hiburan
    Ini Dua Syarat Pembelajaran Tatap Muka yang Dianjurkan Pemprov Jabar
    Enam Nelayan Hilang, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon  di Aceh Selatan      
    Tingkatkan Kualitas Perencanaan Pembangunan, Pemprov Kerja sama dengan IAP
    Sekda Jabar: Penyelamatan Dunia Usaha Perlu Intervensi Pemerintah
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads