"/> Hashima Island, Pulau Hantu di Nagasaki - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda  
 
" />  
 
">  
 
">
PT POS

Hot News


Opini


    Hashima Island, Pulau Hantu di Nagasaki

    • Senin, 14 September 2015 | 12:52:00 WIB
    • 0 Komentar


    Hashima Island, Pulau Hantu di Nagasaki

    JuaraNews – Film James Bond, Skyfall yang dirilis pada 2014, menggunakan Pulau Hashima sebagai lokasi syuting. Pulau kecil di tangah laut di Prefektur Nagasaki, Jepang ini digambarkan sebagai markas penjahat kakap yang mengancam keselamatan dunia.

    Kenyataannya, Hashima Island adalah pulau tak berpenghuni. Pulau ini diisukan berhantu setelah pada 1974 ditinggalkan ribuan penghuninya yang merupakan pekerja tambang batubara milik Mitsubishi.

    Selama satu abad, 1887-1974, Pulau Hashima seluas 6,3 hektare itu, dihuni oleh ribuan pekerja tambang batubara. Mitsubishi yang membeli pulau itu pada 1890 membangun kota benteng. Ribuan pekerja tinggal di gedung-gedung bertingkat setinggi 9 lantai.

    Secara fisik, Hashima mirip kapal perang raksasa. Maka, sebagian besar warga Nagasaki menyebut pulau itu sebagai Gunkanjima atau pulau kapal perang. Ketika batubara masih melimpah ruah, kehidupan di Pulau Hashima sangat makmur. Harga komoditas batubara melambung tinggi dan dibutuhkan sebagai bahan bakar kereta api dan kapal laut.

    Tapi, seiring perkembangan teknologi, bahan bakar batubara mulai ditinggalkan. Selain itu, keberadaan batubara di Pulau Hashima pun makin menyusut. Lama kelamaan, pertambangan itu pun bangkrut dan ditutup. Kondisi ini membuat kehidupan warga Hashima menjadi sulit.

    Penduduk Pulau Hashima berangsur-angsur berkurang. Pada 1959, penduduk Pulau Hashima tercatat sebanyak 5.289 jiwa. Sebagian besar pergi meninggalkan pulau itu dan menetap di kota atau pulau lain di Jepang. Akibatnya, Hashima jadi tak berpenghuni. Gedung-gedung bertingkat yang ditinggalkan penghuninya jadi diselimuti lumut.

    Aura keangkeran makin kental. Ketika malam pulau yang berjarak 15 kilometer dari Prefektur Nagasaki itu gelap gulita. Namun, yang membuat bulu kuduk merinding, tak jarang orang melihat ada lampu menyala di salah satu gedung. Entah siapa yang menyalakan lampu tersebut. Sebab sejak ditinggal 1974, tak ada lagi aliran listrik di pulau itu.

    Namun justru rumor mistis di pulau itu yang memikat para wisatawan. Selain itu, tampilan fisik pulau yang eksentrik menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Tata kota di Pulau Hashima yang rapi, di penuhi gedung-gedung bertingkat, termasuk sekolah, rumah sakit, dan restoran, semuanya diselimuti lumut. (*)

     
     

    bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Becak: Lika liku Hiburan dan Perjuangan Rakyat Kecil
    Karinding: Tradisi Budaya Karuhun, Filosofi Kehidupan, Ketuhanan dan Lingkungan
    Cover Version Lagu Di Indonesia, Marak Pada Era 80-an, Tumbuh Subur Hingga Kini
    Juni Hingga Juli, Muncul Tiga Fenomena Antariksa Langka
    Posting Hina Nabi Muhammad di Medsos, Pejabat Partai di India Ditangkap Polisi
    Berita Terdahulu

    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads