"/> Paso de Ovejas Kota Paling Berbahaya di Dunia - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda  
 
" />  
 
">  
 
">

Hot News


Opini


  • Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam
    Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam

    PEMUDA adalah pelopor perubahan di tangannya estapet kepemimpinan akan dilanjutkan. Untuk membentuk pemuda yang berjiwa pemimpin memerlukan banyak dukungan.

    Paso de Ovejas Kota Paling Berbahaya di Dunia

    • Senin, 14 September 2015 | 12:47:00 WIB
    • 0 Komentar


    Paso de Ovejas Kota Paling Berbahaya di Dunia

    JuaraNews – Kota paling berbahaya di dunia. Julukan ini tak lagi dilekatkan untuk Kota Kabul, Afganistan. Tidak juga kepada Irak dan Suriah. Tapi justru untuk Kota Paso de Ovejas, di barat daya Meksiko.

    Julukan kota paling berbahaya yang dipenuhi aksi kekerasan nan mengerikan disematkan bagi Paso de Ovejas ditasbihkan oleh The Daily Mail.

    Jika Kota Kabul, Afganistan, Irak, dan Suriah dicap sebagai kota berbahaya, wajar sebab ketiga negara itu tengah dilanda krisis sosial, politik, dan keamanan. Terlebih lagi Suriah yang tengah berkecamuk perang saudara dan dirongrong oleh kelompok ekstrem bersenjata Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS).

    Tapi Paso de Ovejas tidak dalam kondisi perang. Meksiko juga tidak dalam krisis politik dan keamanan. Lalu apa yang membuat Paso de Ovejas menjadi kota paling berbahaya di dunia? Jawabannya adalah, karena kota ini dikuasai kartel atau sindikat narkoba bersenjata Zetas.

    Kelompok Zetas telah menguasai kota ini selama beberapa tahun, sejak tahun 2000-an lalu. Hingga kini aparat keamanan Meksiko belum berhasil menumpas kelompok Zetas. Persaingan antarsindikat narkoba di Meksiko sangat sengit dan panas. Anggota sindikat tak segan-segan menghabisi nyawa musuh-musuh mereka secara sadis.

    Selain menguasai kota, kelompok Zetas juga mengangkangi hukum. Aparat keamanan di kota itu dibuat tak berkutik, selain takut, mereka juga sudah dibayar agar tak berani bertindak atas semua tindakan melawan hukum yang dilakukan kelompok Zetas.

    Bahkan Wali Kota Paso de Ovejas Ana Rosa pun bertekuk lutut dan bersekongkol dengan Ramirez bersaudara yang memimpin sindikat Zetas. Ana khawatir keselamatan keluarganya terancam jika menentang kartel narkoba Zetas. Persekongkolan inilah yang menyebabkan Ana Rosa dan sindikat Zetas makin berkuasa.  

    Warga Kota Paso De Ovejas, saat ini dirundung ketakutan dan kengerian. Mereka sering mendengar rentetan letusan senjata di tengah malam. Lalu keesokan paginya, mereka mendapati mayat-mayat bergelimpangan bersimbah darah di jalan-jalan. Sebagian dari  mayat-mayat itu terpenggal kepalanya.

    Akibat aksi kejam dan sadis kelompok Zetas, tak seorang pun warga Paso de Ovejas yang berani menentang. Berani bersuara minor, dijamin warga itu diculik dan nyawanya melayang. Warga Kota Paso de Ovejas sudah terbiasa mendapati tetangga atau kerabat mereka tewas secara mengerikan. “Di sini sudah biasa terjadi orang yang salah omong di kedai minuman, diseret keluar, lalu dibunuh," kata Emilia Bustamante, warga Paso de Ovejas kepada The Daily Mail.

    Dalam kurun waktu tiga bulan, Januari hingga Maret 2015, telah 58 nyawa warga Paso de Ovejas melayang. Pada 2014, setiap tiga hari, satu orang ditemukan mati terbunuh. Bahkan pada 2012, lebih dari 15 warga Paso de Ovejas dibawa ke rumah sakit akibat menderita luka tembak. Sebagian korban tewas. Dari total kematian manusia di Meksiko, Kota Paso de Ovejas menyumbang 20%-nya.

    Setelah beberapa tahun dikuasai kelompok Zetas, jumlah warga Paso de Ovezas menyusut drastis dari semula 30.000 jiwa, kini tinggal 3.000 jiwa saja. Sebagian warga terpaksa meninggalkan kota itu, sebagian lagi tewas mengenaskan di tangan kelompok Zetas.

    "Kartel narkoba Zetas menguasai hukum. Polisi setempat tidak bisa berbuat apa-apa. Sebagian besar warga yang masih bertahan di kota ini telah lanjut usia," kata Jose Villareal, warga Paso de Ovejas lainnya.

    Dua puluh tahun sebelumnya, Kota Paso de Ovejas adalah kota yang makmur, sangat indah dan damai. Warga kota kerap berpesta dan menggelar festival kebudayaan setiap musim panas. Turis berduyun-duyun datang ke kota ini. (*)

     
     

    bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran
    Gila, Perempuan Ini Buka Celana Dalam di Depan Umum, Lalu Menggunakannya untuk Masker
    Hari Tanpa Bra, Benarkah Menghindarkan Kanker Payudara?
    Sequoia, Pohon Terbesar dan Tertua di Dunia
    Tradisi Budaya Indonesia yang Biasa Dilakukan pada Muharam
    Berita Terdahulu

    Editorial


      walikota

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads