web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Orang Mesir Kuno Gunakan Elang untuk Persembahan

    Orang Mesir Kuno Gunakan Elang untuk Persembahan

    • Selasa, 8 September 2015 | 13:31:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Selain manusia, bangsa Mesir kuno juga piawai mengawetkan satwa. Hewan yang dijadikan mumi biasanya predator, seperti alap-alap Eropa atau elang (Falco Tinnunculus), kucing, burung ibis, dan anjing.

    Hewan-hewan pemangsa yang diawetkan itu menjadi bagian dari atau terkait erat dengan ritual keagamaan bangsa Mesir Kuno, yakni sebagai persembahan kepada para dewa. Mumi hewan berusia 600 tahun Sebelum Masehi (SM) tersebut ditemukan tersebar dalam katakombe di Mesir dan kini sebagian tersimpan di beberapa museum di seluruh dunia.

    Teknik pengawetan hewan persembahan itu cukup maju. Hewan tak dibedah dan dikeluarkan isi perutnya. Tubuh hewan bulat-bulat dicelupkan ke dalam cairan pengawet dan dikeringkan. Hal ini terlihat pada mumi burung Falcon berlabel SACHM 2575 yang diotopsi secara virtual Computed Tomography (CT). Mumi Falcon atau alap-alap Eropa itu merupakan koleksi Iziko Museum Afrika Selatan di Cape Town.

    Melalui CT terlihat secara tiga dimensi bagian dalam mumi burung Falco jantan tersebut. Karena tak melalui proses pengeluaran isi perut untuk mumifikasi, para ilmuwan dapat melihat saluran penceraan burung itu. Ilmuwan mendapati ekor tikus rumah (Mus Musculus).

    Selain di pencernaan, sisa-sisa tikus, termasuk 27 pasang gigi, juga terlihat di tenggorokan dan perut. Ilmuwan juga mendapati sisa-sisa burung kecil berada di perut Falcon.

    Prof Salima Ikram dari American University mengatakan, masyarakat Mesir kuno percaya bahwa hewan pemangsa memiliki kekuatan tertentu untuk membawa kuasa Ilahi. Selain ditangkap, hewan pemangsa liar itu juga ditangkap dan ditangkarkan oleh masyarakat Mesir kuno. “Burung pemangsa seperti Falcon juga ditangkarkan,” kata Salima dikutip National Geographic.

    “Dugaan kami, hewan pemangsa liar salah satu bagian penting dari ritual keagamaan bangsa Mesir kuno. Selain diternakan untuk persembahan, hewan predator, seperti elang juga digunakan untuk berburu,” tandas dia. (*)

    bar

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Daan Mogot, Pahlawan Nasional Termuda
    5 Fakta Imlek yang Belum Banyak Diketahui Orang
    Susi: Saya Senang, Berarti Dianggap Pintar Dong
    Putusan Presiden Tunisia soal Poligami Bikin Heboh
    Ini Masjid Tempat Salat Jumat setelah Proklamasi

    Editorial