web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Kakek Huang Lawan Penggusuran dengan Lukisan

    Kakek Huang Lawan Penggusuran dengan Lukisan

    • Senin, 31 Agustus 2015 | 18:27:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews Berbagai cara ditempuh orang untuk menghindari penggusuran, seperti melakukan tindakan anarkistis dan atau menempuh jalur hukum. Namun kakek Huang Yung-fu, 93, menempuh cara unik, yakni melukis dinding rumahnya dan bangunan lain dengan cat warna-warni.

    Kini lingkungan tempat tinggal Kakek Huang, Distrik Nantun, Taichung, menjadi obyek wisata menarik di Taiwan. Akhirnya, pemerintah Negeri Formosa itu pun urung merobohkannya.

    "Pemerintah berjanji menjaga rumah-rumah di desa ini. Saya sangat bersyukur. Tempat ini telah menjadi lokasi wisata menyenangkan. Saya kini merasa lebih bahagia dan tak lagi kesepian. Para pengunjung yang datang menghibur saya," kata kakek Huang seperti dilansir emirates247.com.

    Bagaimana ceritanya hingga kakek Huang punya ide sekreatif itu? Awalnya, kakek Huang resah ketika Pemerintah Taiwan mengeluarkan surat perintah pengosongan Distrik Nantun, perumahan para veteran dan keluarga mereka. Sebab, pemerintah menilai kawasan permukiman itu sudah tak layak huni. Pemerintah akan membangun permukiman yang lebih sehat, megah, dan mewah.

    Satu persatu warga Distrik Nantung pergi dari desa itu setelah mendapatkan ganti rugi layak. Namun tidak bagi Huang. Kakek mantan tentara Taiwan ini bertekad akan bertahan di desa itu. Ketika permukiman di desa tetangga telah rata tanah dan berdiri proyek apartemen mewah, Huang tinggal sendirian di Distrik Nantun.

    Karena kesepian, Huang mengambil cat dan kuas lalu menggambar dinding rumahnya dengan motif bunga, hewan, tokoh kartun, dan lain-lain. Melukis dinding rumah ternyata memberi keasyikan tersendiri bagi Huang. Dia bangun pukul 03.00 dini hari untuk melukis. Huang terus dan terus melukis dinding dengan cat warna-warni hingga seluruh bangunan yang tersisa di distrik itu penuh dengan lukisan.

    ”Saya tidak ingin pindah. Ini adalah rumah bagi saya dan satu-satunya tempat yang saya kenal di Taiwan. Tempat ini memiliki banyak kenangan untuk saya dan keluarga," kata Huang yang telah tinggal selama 40 tahun di Nantun.

    Jerih payah Huang membuahkan hasil. Mahasiswa Taiwan membantunya mengampanyekan penyelamatan Distrik Nantun. Akhirnya, Pemerintah Taiwan setuju mempertahankan tempat itu. Kini, Distrik Nantun menjadi salah satu tujuan wisata menarik di Taiwan. Setiap tahun, Nantun dikunjungi lebih dari satu juta wisatawan dari berbagai negara di Asia. (*)

    bar

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    5 Fakta Imlek yang Belum Banyak Diketahui Orang
    Susi: Saya Senang, Berarti Dianggap Pintar Dong
    Putusan Presiden Tunisia soal Poligami Bikin Heboh
    Ini Masjid Tempat Salat Jumat setelah Proklamasi
    Bukan Sekadar Hotel, Savoy Homann Juga Jadi Museum

    Editorial