PT POS

Hot News


Opini


  • Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru
    Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru

    MEMILIKI rumah merupakan impian setiap orang terlebih bagi seorang guru karena rumah termasuk kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

    Araras, Kota Zombi dari Brasil



    Araras, Kota Zombi dari Brasil

    JuaraNews – Jika berkunjung ke sebuah kota tapi sepi tanpa aktivitas penduduknya, tentu Anda mengira itu kota hantu atau bahkan zombi. Anggapan itu wajar sebab, laiknya sebuah kota tentu ditandai suasana ramai, lalu lintas sibuk, dan aktivitas para penghuninya.

    Namun berbeda dengan Kota Araras, Sao Paulo, Brasil. Kota ini, terutama di siang hari, sepi dari berbagai aktivitas laiknya sebuah kota. Kondisi ini terjadi lantaran sebagian besar penduduknya harus berada di dalam rumah untuk menghindari sengatan sinar matahari.

    Jika nekat menantang teriknya sinar ultra violet matahari, kulit penduduk akan melepuh, terbakar, terkelupas, meninggalkan luka permanen. Penduduk kota ini benar-benar seperti zombi. Tak salah jika orang menyebut Kota Araras sebagai kota zombi.

    Penderitaan itu mereka alami karena penduduk Araras menderita penyakit genetik Xeroderma Pigmentosum (XP). Penderita penyakit ini tak bisa melakukan regenerasi sel laiknya orang normal jika mengalami luka.

    Tercatat, 600 dari 800 penduduk Kota Araras mengidap penyakit ini. Sebanyak 20 penderita telah kritis dan menderita kanker kulit ganas. “Matahari terasa membakar,” kata Djalma Jardin, salah seorang warga Kota Araras, penderita XP.

    Kondisi Jardin sangat memprihatinkan. Matanya tinggal satu yang tak dapat menutup. Wajahnya pun tampak menakutkan. Plaster menempel menutupi wajah. Lantaran penyakit itu, dia terpaksa menghabiskan sisa hidup di dalam rumah. Kini Jardin telah meninggal dunia beberapa waktu kemudian setelah wawancara dengan Daily Mail.

    Kondisi serupa dialami Peternak Deide. Penyakit XP telah merenggut sebagian besar organ di wajahnya. “Langit-langit dan tulang rahang bagian kanan saya sudah hilang. Saya menggunakan prostesis untuk bicara," kata Deide.

    Carlos Menck, seorang ahli biologi genetika Brasil melakukan penelitian di Araras. Carlos berkesimpulan, XP bukan penyakit menular apalagi kutukan, tapi penyakit turunan. Dia mencurigai gen XP yang menyebabkan penderitanya mengalami super sensitive terhadap sinar ultraviolet matahari itu ditimbulkan oleh pernikahan atau hubungan seksual sedarah.

    Setelah ditelusuri, Kota Araras dibangun oleh tiga pemukim pertama dari Portugis. Bertahun-tahun, pernikahan sedarah terjadi di kota ini karena ketika itu tak banyak orang dari luar tinggal di kota ini.

    Sulamitat Chaibub, ahli dermatologi mengemukakan, penyakit ini tetap berkembang dan menurun ke generasi berikutnya, karena para penderita tetap menikah satu sama lain. Hingga kkini tak ada obat untuk menyembuhkan XP.

    Sekadar untuk diketahui, penyakit Xeroderma Pigmentosum adalah genodermatosis langka yang ditandai dengan sensitivitas ekstrem ultraviolet (UV) matahari. Gejala utama penderita penyakit langka ini, perubahan eksterm pada kulit dan mata.

    Penyakit XP memiliki estimasi prevalensi 1/1.000.000 penduduk di Amerika Serikat dan Eropa. Angka prevalensi penderita lebih tinggi terdapat di Jepang, Pakistan, dan beberapa negara di Afrika Utara, khususnya di masyarakat dengan tingkat pertalian darah tinggi. (*)

    bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Selama Ini Banyak yang Bertanya-tanya, Aprilia Manganang Dipastikan Seorang Laki-laki
    Sanghyang Tikoro, Terowongan Air tempat Kebocoran Danau Purba Bandung
    Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Antisipasi Abu Vurkanik Masyarakat Diimbau Memakai Masker
    Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran
    Gila, Perempuan Ini Buka Celana Dalam di Depan Umum, Lalu Menggunakannya untuk Masker
    Berita Terdahulu
    Bank BJB kanan

    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads