web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Mengejar Output, Outcome, atau Impact?
    net

    Mengejar Output, Outcome, atau Impact?

    MUNGKIN bagi sebagian orang ketika membuat keputusan adalah hal yang biasa karena sudah dilakukan setiap hari, dan bahkan setiap saat untuk kepentingan diri dan orang lain. Tapi seringkali terjebak pada pembuatan keputusan yang bersifat parsial. Dalam artian, tidak menyentuh kepada penyelasaian masalah yang dihadapi oleh setiap entrepreneur ataupun orang dalam membuat keputusan.

    Pada hakikatnya, setiap keputusan yang dibuat oleh entrepreneur, apalagi untuk menjadi juara dalam setiap keputusan dan bidang yang dipilih adalah berhubungan dengan bagaimana setiap permasalahan yang dihadapi akan dapat diselesaikan dengan baik, dan akan memberikan value yang optimal bagi diri bahkan kepada organisasi mereka. Keputusan harus berkontribusi kepada organisasi mereka masing-masing.

    Karena itu, seorang entrepreneur yang berkomitmen untuk menjadi juara dalam bisnis mereka, atau dalam konteks strategic management yang mencapai competitive advantage, perlu memahami sebuah pengetahuan tentang decision making and problem solving bagi bisnis mereka yang pastinya setiap saat harus membuat keputusan.

    Satu konsep dasar yang menjadi perhatian utama saya adalah bagaimana entrepreneur kudu mampu membuat keputusan setiap saat untuk bisnis mereka dengan dasar peningkatkan profite, people, planet, sustainability, serta bisnis yang tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah, dan besar. Ini adalah tujuan utama bisnis para entrepreneur dengan menjadi juara tersebut.

    Di sinilah perlunya setiap entrepreneur untuk bisa membuat keputusan dengan benar, dalam artian tujuannya harus bisa memenuhi indikator output, outcome, dan impact. Kenapa demikian? Hal ini berhubungan dengan bagaimana entrepreneur bisa berfikir sistem dalam membuat setiap keputusan, khususnya keputusan yang berhubungan dengan bisnis mereka masing-masing untuk menjadi juara.

    Pertama, jelas entrepreneur tidak boleh membuat keputusan dalam keadaan emosi, dimana tidak boleh ada rasa takut, senang, sedih, apatis, tertekan dalam membuat keputusan. Hal ini penting karena ketika emosi, perhitungan terhadap risiko atas setiap keputusan tidak akan bisa dilakukan dengan baik. Ini berbahaya bagi setiap entrepreneur dalam membuat keputusan bisnis tersebut.

    Kedua, entrepreneur “kudu” memiliki kerangka berfikir system, dimana harus mampu membuat pertimbangan kepada input–process–output–outcome–impact. Hal ini penting agar setiap entrepreneur mampu membuat keputusan  yang berkontribusi pada pencapaian tujuan di atas. Input merupakan masukan dalam setiap keputusan dan ini berhubungan dengan bagaimana entrepreneur kudu paham fenomena dan akar masalah dari masalah yang dihadapi.

    Kemudian akan diproses dengan mencari alternatif solusi dengan penggabungan pada evaluasi setiap keputusan sampai membuat keputusan. Lalu, keputusan dijalankan dan dievaluasi. Di sinilah akan terlihat apakah hasil keputusan sampai di output, outcome, atau impact.  Tentu harus dievaluasi dengan baik.

    Kalau keputusan hanya sampai output, jelas, keputusan itu seolah-olah asal dibuat keputusan dan tidak penting apakah menyelesaikan masalah atau tidak karena kalau sampai menyelesaikan masalah, baru disebut outcome. Akan tetapi, bila sampai kepada dampak yang tak langsung, baik positif ataupun negatif, itulah yang disebut dengan impact.

    So, para entrepreneur yang ingin menjadi juara dalam bisnisnya, saatnya untuk memahami dan membuat keputusan bisnis dengan system thinking mulai dari input, process, output, outcome, dan impact. Salam Juara. (*)

    Meriza Hendri

    Pembina GIMB Foundation

     

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Presiden Jokowi Serahkan TKDD 2020 untuk Jabar
    Wagub Jabar: Hari Aksara Internasional Jadi Momentum Berantas Buta Huruf
    Indramayu Daerah Paling Rawan Pelanggaran Pilkada
    Antisipasi Kecurangan Pilkada, Bawaslu Siapkan Sekolah Kader Pengawas
    Pengamat: Pemerintah Perlu Gandeng Perguruan Tinggi Kaji Pilkada Langsung