blog counter
PT POS

Hot News


JN-TAM

Opini


    Kejari Jabar Segera Periksa Wakil Wali Kota Cimahi

    • Selasa, 4 Agustus 2015 | 21:36:00 WIB
    • 0 Komentar


    Kejari Jabar Segera Periksa Wakil Wali Kota Cimahi
    Wakil Ketua DPRD Cimahi Sudiarto net

    JuaraNews, Bandung - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar segera memeriksa Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi, Sudiarto yang kini menjabat Wakil Wali Kota Cimahi terkait kasus korupsi dan perjalanan dinas di DPRD Kota Cimahi tahun 2011.

    Sudiarto akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi yang ditaksir merugikan negara hingga Rp1,7 miliar tersebut. Namun tidak menutup kemungkinan, penyidik menetapkannya sebagai tersangka, jika ditemukan bukti-bukti kuat.

    "Kami masih mengembangkan kasus ini, jadi tidak tertutup kemungkinan tersangkanya akan bertambah. Kita nanti akan melakukan pemeriksaan kepada pihak-pihak yang terkait dengan kasus tersebut, termasuk nama-nama yang disebutkan itu," kata Kepala Kajati Jabar Feri Wibisono di Kantor Kejati Jabar di Bandung, Selasa (4/8/2015).

    Feri menyatakan hal tersebut menjawab keterangan terdakwa mantan Ketua DPRD Kota Cimahi Ade Irawan yang juga Bupati Sumedang nonaktif Ade Irawan dalam persidangan. Ade  menuntut jaksa agar menetapkan juga tiga pimpinan DPRD Kota Cimahi periode 2009-2014 dan 41 anggota lainnya sebagai tersangka.

    Dalam kasus ini, Kejari sudah menentapkan 5 tersangka yang kini tengah menjalani sidang, yakni Ade Irawan, mantan Sekretaris DPRD Kota Cimhai Edi Junaedi, serta 3 staf Sekretariat DPRD. Ketiganya, yakni mantan Kuasa Pemegang Anggaran (KPA) Kuwandi, mantan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Raperda Nana Supriatna, dan mantan PPTK Rapat-rapat Alat Kelengkapan Dewan Erlis Ekafitriana.

    Sementara 3 wakil ketua DPRD belum tersentuh, yakni Sudiarto, Ahmad Zulkarnaen, dan Denta Irawan. Para terdakwa dijerat pasal berlapis. Untuk dakwaan primer, ketiganya dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Untuk dakwaan subsider, kelimanya dijerat Pasal 3. Mereka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Tak Hanya Korban, Semua Pihak Harus Berani Laporkan Kasus Perundungan
    Sebulan Lebih Tak Kunjung Datang, BBWS Dinanti Warga Istana Regency
    Pemkot Bandung Buka Lowongan untuk 1.261 Formasi PPPK
    Di Bawah Joy Gilang, Kabupaten Bandung Akhiri Puasa Medali di Cabor Berkuda
    Lewat Dashat, Pemkot Bandung Terus Atasi Persoalan Stunting
    Berita Terdahulu
    KBB

    Info Kota


    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads