web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Bullfrog, Katak Raksasa Asal Afrika

    Bullfrog, Katak Raksasa Asal Afrika

    JuaraNews – Katak satu ini tak seperti katak umumnya. Ukuran tubuhnya 10 kali lipat lebih katak biasa. Kemampuan melompatnya pun cukup jauh mencapai 12 kaki atau sekitar 2,5 meter. Giginya tajam bagai pecahan kaca.

    Dia adalah katak raksasa Afrika yang oleh ahli satwa diberi nama Bullfrog atau Katak Banteng. Bullfrog hewan amfibi karnivora pemangsa tikus dan hewan-hewan lain.

    Bullfrog bertemperamen agresif. Sekali saja terlihat gerakan mangsa, Bullfrog akan melompat dan mencengkeram dengan mulutnya yang besar. Gigi-giginya yang tajam lantas mengoyak mangsa. Dalam hitungan detik, mangsa akan tak benyawa sebelum sampai ke pencernaan sang katak.

    "Bullfrog merupakan katak predator yang hanya diam dan menunggu mangsa melintas. Saat mangsa terlihat, dia akan secepat kilat menerkam dan menelannya," kata Dan Garrick, petugas Kebun Binatang Newquay Zoo, Kamerun.

    Menurut Dan, berat Bullfrog bisa mencapai 2 kilogram dengan panjang tubuh mencapai 25 sentimeter (cm). Tak heran jika hewan seperti kelinci, burung, dan tikus jadi santapannya. Yang mengerikan, katak yang dalam bahasa latin disebut Pyxicephalus Adspersus ini juga kanibal alias suka memangsa sesama katak. “Nafsu makan Bullfrog cukup besar,” tutur Dan.

    Habitat Bullfrog terdapat di Afrika selatan, tengah dan timur. Walaupun buas terhadap mangsa, namun Bullfrog tipe hewan penyayang keluarga. Dia akan melindungi sepanjang waktu telur-telurnya dari predator lain. Bullfrog berukuran paling besar kerap dijumpai di Kamerun. (*)

    bar

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Terkait


    Berita Lainnya


    5 Fakta Imlek yang Belum Banyak Diketahui Orang
    Susi: Saya Senang, Berarti Dianggap Pintar Dong
    Putusan Presiden Tunisia soal Poligami Bikin Heboh
    Ini Masjid Tempat Salat Jumat setelah Proklamasi
    Bukan Sekadar Hotel, Savoy Homann Juga Jadi Museum

    Editorial