web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Jepang Ciptakan Robot Perawat

    Jepang Ciptakan Robot Perawat

    JuaraNews – Mungkin, 25-50 tahun lagi, tenaga perawat sudah tak dibutuhkan. Jasa dan tenaga mereka akan digantikan oleh robot. Baru-baru ini, ilmuwan Jepang berhasil menciptakan robot pelayan pasien alias perawat.

    Robot perawat yang diciptakan Jepang Toyota itu diberi nama Human Support Robot (HSR). Fungsinya mirip robot Baymax dalam film animasi Big Hero 6 produksi Disney Pixar.

    Kouchi Ikeda, sang perancang robot perawat itu mengemukakan, HSR diciptakan untuk membantu pasien penyandang disabilitas fisik dan lanjut usia. Namun, Baymax ciptaan Ikeda masing sederhana, hanya memiliki satu lengan mekanik yang mampu menggenggam objek beragam ukuran. HSR juga bisa mengambil benda-benda kecil dengan gelas isap mini di lengannya, seperti kapsul, tablet, dan lain-lain.

    Ikeda menuturkan, HSR mudah dikendalikan dengan menggunakan tablet komputer. Robot setinggi 1,3 meter ini memiliki sejumlah kamera dan sensor. Dua terletak di atas kepala berfungsi seperti mata manusia. Genggaman dan gerak HSR halus sehingga penyandang disabilitas dan lansia yang dijemputnya terhindar dari kemungkinan sakit akibat cengkramannya.

    Tadashi Hatakenaka, manajer dan insinyur di Yokohama Rehabilitation Center mengatakan, HSR diciptakan karena pada 2060, sebesar 40% dari total penduduk Jepang akan berusia 65 tahun ke atas.

    “Mereka (para penyandang disabilitas dan lansia) merasa lebih nyaman meminta tolong kepada robot untuk menjemput dan melayani mereka selama di rumah sakit dibanding kepada orang lain,“ ujar Hatakenaka, seperti dikutip phys.org, beberapa waktu lalu. (*)

    bar

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    5 Fakta Imlek yang Belum Banyak Diketahui Orang
    Susi: Saya Senang, Berarti Dianggap Pintar Dong
    Putusan Presiden Tunisia soal Poligami Bikin Heboh
    Ini Masjid Tempat Salat Jumat setelah Proklamasi
    Bukan Sekadar Hotel, Savoy Homann Juga Jadi Museum

    Editorial