"/> Utamakan Keselamatan saat Mudik Lebaran - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda  
 
 
" />  
 
 
">  
 
 
"> web stats service from statcounter

Hot News


  • Mahasiswa Bandung Demo Menolak Revisi UU KPK
    Mahasiswa Bandung Demo Menolak Revisi UU KPK
    • 17 September 2019 | 17:33:00 WIB

    PULUHAN mahasiswa yang tergabung dalam Poros Revolusi Mahasiswa Bandung melakukan unjukrasa menolak Revisi UU KPK di depan Gedung DPRD Jawa Barat.

Inspirasi


    Utamakan Keselamatan saat Mudik Lebaran
    net

    Utamakan Keselamatan saat Mudik Lebaran

    HARI Raya Idul Fitri 1436 Hijriah/2015, tinggal beberapa hari lagi atau tepatnya Jumat (17/7/2015) mendatang. Sejak sepekan lalu atau H-13, umat musilm mulai berbondong-bondong pulang kampung atau biasa disebut mudik.

    Sekitar hampir 40 juta pemudik, secara bertahap akan mudik ke kampung halamannya masing-masing, dan Jabar menjadi salah satu provinsi yang paling banyak dilintasi pemudik. Wilayah Tatar Pasundan diperkirakan dilintasi sekitar 8 juta hingga 10 juta kendaraan pemudik. Pergerakan penduduk pada arus mudik ini terjadi dari arah barat menuju timur, yang memang cenderung meningkat setiap tahunnya

    Dengan begitu banyak pengendara yang akan melalui jalur-jalur mudik di Jabar, tentu diperlukan persiapkan yang sangat matang. Hal ini pun telah diantisipasi pemerintah pusat, bersama pemerintah tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta pihak kepolisian. Di wilayah Jabar, Polda dan Dinas Perhubungan Jabar telah memetakan setidaknya ada 54 titik rawan kemacetan di sejumlah jalur, baik Jalur Pantura, jalur tengah, jalur selatan, maupun jalur alternatif,

    Tentunya faktor keselamatan harus menjadi perhatian utama, bukan hanya bagi para pemudik juga aparat keamanan dan pemerintahan.  Arus mudik Lebaran 2015, baru memasuki H-10 saja atau sampai 7 Juli 2015, korban tewas akibat berbagai kejadian, termasuk peristiwa di Jalan Tol Cipali, sudah mencapai 157 orang.

    Total ada 897 kecelakaan sepanjang jalur mudik. Dari kejadian itu, 157 orang meninggal dunia, 244 orang luka berat dan 957 orang luka ringan, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp2.368.300.000.

    Tingkat kecelakaan lalu lintas saat mudik Lebaran memang cenderung tinggi setiap tahunnya. Seperti tahun lalu, dalam Operasi Ketupat Jaya 2014 selama 16 hari mulai 22 Juli 2014 hingga 6 Agustus 2014, sebanyak 650 orang tercatat meninggal dunia dari 3.057 kasus kecelakaan. Jumlah ini turun 145 orang atau 17% dari tahun sebelumnya sebagai 795 tewas dari 3.675 kasus.

    Sedangkan korban luka berat pada 2014 ini tercatat 1.045 orang. Bila dibanding 2013 yang mecapai 1303 orang, berarti turun 258 orang atau 20%.  Kemudian yang luka ringan tercatat pada 2014 sebanyak 4030 korban, turun 791 orang atau 16% dari 2013 sebanyak 4.821 orang. Kendaraan yang terlibat kecelakaan seperti sepeda motor sebanyak 3.869 unit. Pada 2013 jumlahnya 4.570 unit, turun 701 unit atau 15%.

    Ada tiga penyebab yang paling dominan menyebabkan kecelakaan, yakni yang tertinggi akibat sopir mengantuk, kelaikan jalan, dan kelaikan kendaraan.  Tingginya angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik tahun lalu, dan beberapa kasus kecelakaan yang terjadi pada arus mudik tahun ini, setidaknya hingga H-10, tentunya harus menjadi perhatian semua pihak, khususnya para pemudik sendiri. Bersama elemen lainnya, seperti para pengusaha angkutan, aparat keamanan, dan pemerintah, harus tetap waspada dan sigap dalam mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang menjadi hantu menakutkan selama arus mudik Lebaran.

    Tiga faktor dominan penyebab kecelakaan, tentunya harus menjadi perhatian khusus pemudik. Kondisi fisik dan kesehatan pengemudi harus menjadi perhatian paling pertama. Setelah itu, harus pula memastikan kondisi atau kelaikan kendaraan yang akan digunakan untuk mudik. Masih buruknya kondisi infrastruktur jalan di beberapa titik jalur mudik pun harus diantisipasi secara bersama-sama, baik oleh pemudik, petugas keamanan, maupun pemerintah.

    Ketika ketiga faktor tersebut sudah bisa diantisipasi dengan baik, barulah kita menyandarkan pada keberuntungan atau takdir dari Yang Maha Kuasa. Namun, dengan terus menjaga kewaspadaan dan kehati-hatian selama mudik, insya Allah, kecelakaan pun akan menjauh dan kita bisa merayakan Idul Fitri dengan suka cita. (*)

     
     
     

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Terkait


    Berita Lainnya


    Tahun Baru Hijriah, Pererat Silaturahmi Toleransi
    Dirgahayu Republik Indonesia ke-74 Tahun
    Mari Kita Berkurban
    • Mari Kita Berkurban

      SEKITAR 2,1 miliar umat muslim di seluruh dunia serentak memeringati Hari Raya Idul Adha yang pada 2019 ini jatuh pada hari Minggu Selengkapnya..

      • 11 Agustus 2019
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah
    Marhaban Ya Ramadan

    Editorial



      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Manchester City 38 98
      2. Liverpool 38 97
      3. Chelsea 38 72
      4. Tottenham Hotspur 38 71
      Tampilkan Detail

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Bali United 17 41
      2 PS Tira Persikabo 18 34
      3 Madura United 18 31