free hit counter code Kentalnya Aroma Pemain 'Asing' di Timnas Indonesia - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda web stats service from statcounter

Hot News


Opini


    Kentalnya Aroma Pemain 'Asing' di Timnas Indonesia
    (net) Lima pemain naturalisasi di skuat Timnas Indonesia

    Kentalnya Aroma Pemain 'Asing' di Timnas Indonesia

    JuaraNews, Bandung - Timnas Indonesia akan berlaga di ajang Piala Asia 2023 Qatar mulai 12 Januari hingga 10 Februari 2024 mendatang.

     

    Agak berbeda dengan partisipasi di ajang-ajang sebelumnya, skuat tim Garuda asuhan Pelatih Shin Tae-yong lebih didominasi oleh pemain naturalisasi, khususnya yang bermain di liga-liga Eropa. Di era kepemimpinan STY, setidaknya sudah ada 8 pemain berkewarganegaraan asing yang dinaturalisasi sebagai warga negara Indonesia (WNI). Namun berbeda dengan sebelumnya, sebagian besar naturalisasi kali ini merupakan pemain yang mempunyai darah campuran Indonesia dengan Belanda.

     

    Dari 8 pemain naturalisasi, 7 di antaranya merupakan orang Indonesia keturunan Belanda, yakni Justin Quincy Hubner, Sandy Henny Walsh, Shayne Elian Jay Pattynama, Marc Anthony Klok, Ivar Jenner, Rafael Struick, dan Jay Noah Idzes. Hanya satu orang Indonesia yang keturunan selain Belanda, yakni Jordi Amat yang mempunyai darah Spanyol. Dari 8 pemain tersebut, 5 di antaranya bermain di Benua Eropa. Hanya 1 orang bermain di Liga 1 Indonesia, yakni Marc Klok bersama Persib Bandung, dan seorang lagi bermain di Liga Super Malaysia, Jordi Amat yang merumput bersama Johar Darul Takzim. Namun keduanya pun pernah lama berkiprah di Liga Belanda.

     

    Selain 8 pemain tersebut, ada juga pemain diaspora yang memilih kewarganegaraan Indonesia, yakni Elkan Bagott yang merupakan peranakan Indonesia-Inggris. Elkan sendiri tidak termasuk pemain naturalisasi, tapi dia lebih memilih sebagai WNI dibanding jadi warga negara Inggris. Status Elkan tersebut sama dengan Irfan Bachdim, yang lebih memilih jadi WNI dibanding jadi warga negara Belanda.

     

    Selain 8 pemain naturaliasasi plus pemain diaspora seperti Elkan, pasukan STY akan juga mendapat tambahan amunisi naturalisasi dalam waktu dekat ini. Namun WNI baru tersebut kemungkinan tidak bisa dimainkan di Piala Asia tahun ini, karena naturaliasainya masih dalam proses di Kementerian Hukum dan HAM.

     

    Pemain naturalisasi paling mutakhir, yakni Jay Idzes yang baru resmi jadi WNI pada (28/12/2023). Pemain 23 tahun tersebut pun berpotensi dimainkan saat timnas melakoni laga uji coba kedua menghadapi Libya pada Jumat (5/1/2024) mendatang. Setelah Jay Idzes, ada 4 pemain lain yang segera dinaturalisasi yang semuanya merupakan orang Indonesia keturunan Belanda, yakni Nathan Tjoe-A-On, Thom Jan Marinus Haye, Ragnar Oratmangoen, dan Maarten Paes.

     

    Untuk Nathan Tjoe-A-On sudah mendapat restu dari Komisi X DPR untuk mendapat status WNI. Sebenarnya proses naturalisasi pemain Swansea City itu diurus berbarengan dengan Jay Idzes. Awalnya, mereka dijadwalkan menjalani sumpah dan janji setia bersama-sama. Akan tetapi, jadwal pengambilan sumpah Nathan Tjoe-A-On mundur.

     

    "Nathan mungkin Januari, mudah-mudahan bisa secepatnya karena belum diizinkan klubnya. Diusahakan Januari, secepatnya lah. Lagi diatur pihak sekretariat PSSI," ucap anggota Komite Eksekutif PSSI, Endri Erawan.

     

    Lalu soal Thom Haye, Endri juga memastikan bahwa pemain Heerenveen yang punya darah Indonesia dari kakek piha ibu tersebut akan menjalani proses naturalisasi. Pemain 28 tahun itu sudah mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan untuk menjadi WNI dan bermain untuk Timnas Indonesia.

     

    "Ada satu calon pemain timnas kita lagi, Thom Haye, mungkin sore nanti (28/12/2023) akan datang ke sini untuk mengurus berkas-berkas dulu. Mudah-mudahan dapat lancar," kata Endri Erawan.

     

    Selanjutnya Maarten Paes, namanya sempat pernah disinggung Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebagai kandidat pemain yang akan dinaturalisasi beberapa waktu lalu. Namun, Endri Erawan belum bisa memberikan kabar lebih jauh soal kiper berusia 25 tahun tersebut. "Itu saya mesti cek lagi. Yang saya tahu, yang sudah ada di sini saja," kata Endri Erawan.



    Selain ketiga pemain tersebut, masih ada satu pemain lagi yang telah diupayakan dinaturalisasi, yakni Ragnar Oratmangoen. Namun proses naturalisasi pemain SC Groningen tersebut masih belum siap dilakukan, sehingga bakal diupayakan pada 2024 ini.

     

    "Proses Ragnar Oratmangoen masih belum siap seperti Jay Idzes dan Nathan Tjoe-A-On. Jadi, untuk sementara baru Jay Idzes dan Nathan Tjoe-A-On. Mungkin Oratmangoen kami proyeksikan pada tahun depan," ungkap Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo, Senin (4/12/2023).

     

    Soal penumpukan pemain naturalisasi di skuat Merah Putih tersebut, Coach STY menjelaskan, kebijakan tersebut bukanlah hal yang baru dalam sejarah timnas Indonesia. PSSI selaku induk sepak bola Tanah Air sudah melakukan kebijakan tersebut sejak 2010. Saat itu, PSSI benar-benar ingin meningkatkan prestasi dari timnas Indonesia. PSSI waktu itu menyasar para pemain yang sudah bersinar di Liga Indonesia, di antaranya Christian Gonzales yang menjadi pionir pemain naturalisasi di tim Garuda. Namun, kebijakan tersebut belum kunjung memberikan prestasi untuk timnas Indonesia.

     

    Hal tersebut juga mengundang perhatian STY. Perlahan dia mengubah kebijakan naturalisasi untuk memperkuat timnas Indonesia. Pelatih berpaspor Korea Selatan tersebut mengincar nama-nama yang sudah bermain di liga-liga top benua Eropa.

     

    STY mengungkapkan, para pemain timnas Indonesia saat pertama kali ia datang memiliki masalah besar soal mentalitas. Para pemain timnas merasa sudah kalah terlebih dahulu sebelum bertanding lawan tim yang lebih kuat. Karena itu, STY merekrut para pemain dari jalur naturalisasi untuk memperbaiki keterbatasan tersebut. Berkat kebijakan tersebut, STY pede Timnas Indonesia makin kuat dari sebelumnya.

     

    "Mungkin Indonesia bisa tampil sebagai kuda hitam di Piala Asia ini. Kekurangan dari pemain-pemain Indonesia yang ada adalah mereka agak tenggelam dalam rasa kekalahan dibandingkan masalah skill," ujar STY.

     

    "Banyak pemain timnas naturalisasi yang menghapus kekurangan tersebut. Jadi bisa dibilang Indonesia menjadi tim yang jauh lebih menakutkan dari sebelumnya," tegasnya.

     

    Sebelum 8 pemain naturalisasi yang memperkuat timnas Indonesia di ajang Piala Asia 2023, sebenarnya sudah ada sejumlah pemain 'asing' yang berkostum tim Merah Putih. Dalam 2 dekade terakhir ini, pemain asing pertama dinaturalisasi yakni Cristian Gonzalez asal Uruguay. Setelah Gonzalez, sejumlah pemain asing yang tidak memiliki kaitan darah dengan Indonesia menyusul dinaturalisasi dan memperkuat timnas. Di antaranya, Bo Paulin (Kamerun), Greg Nwokolo (Nigeria), Victor Igbonefo (Nigeria), Otavio Dutra (Brasil), Alberto Goncalves (Brasil), Silvio Escobar (Paraguay), Esteban Vizcarra (Argentina), dan Ilija Spasojevic (Montenegro).

     

    Selain pemain tak berdarah Indonesia, naturalisasi juga gencar dilakukan pada pemain blasteran terutama keturunan Belanda, Jhonny Rudolf van Beukering, Tonnie Harry Cusell, Rafael Maitimo, Stefano Lilipaly, Diego Michiels, Ezra Walian, dan Sergio van Dijk. Ada juga Kim Jeffrey Kurniawan yang merupakan keturunan Jerman. Serta Gavin Kwan Adsit, WNI keturunan Amerika Serikat yang statusnya sama dengan Irfan Bachdim dan Elkan Bagott. Di luar nama-nama pemain timnas tersebut, sebenarnya ada puluhan WNI naturalisasi yang bermain di kompetisi sepak bola Indonesia, namun mereka tidak pernah dipanggil memperkuat tim nasional.

     

    Komposisi Timnas Indonesia versi Naturalisasi

    Dengan adanya 8 pemain naturalisasi plus seorang diaspora, ditambah proses naturalisasi 4 pemain lainnya, total bakal ada 13 pemain 'asing' di tubuh timnas Indonesia. Jumlah tersebut merupakan setengah dari jumlah kuota pemain yang boleh didaftarkan mengikuti Piala Asia 2023 ataupun di ajang-ajang internasional lainnya.

     

    Posisi mereka pun cukup lengkap untuk setiap posisi untuk menjadi sebuah tim. Posisi dengan jumlah naturalisasi terbanyak adalah pemain belakang. Pada posisi bek terdapat Jordi Amat dan Justin Hubner yang berposisi sebagai centre back. Kemudian terdapat dua pemain yang dapat mengisi area fullback yakni Sandy Walsh dan Shayne Pattynama. Juga ada Elkan Bagott. Sementara di tengah, ada Marc Klok dan Ivar Jenner, lalu di depan ada Rafael Struick.

     

    Empat pemain naturalisasi yang segera bergabung, yakni Maarten Paes di posisi penjaga gawang, lalu ada Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen yang memperkuat lini tengah, serta Nathan Tjoe-A-On di lini pertahanan. Dengan 13 pemain naturalisasi tersebut, siapa pun pelatih timnas Indonesia, bisa dengan mudah menentukan starting line-up.

     

    Jika kekuatannya masih kurang, masih banyak pemain yang bisa masuk daftar di semua lini yang saat ini berkiprah di Liga 1. Seperti di sektor penyerangan masih ada Stefano Lilipaly (Borneo FC), Ilija Spasojevic (Bali United), Ezra Walian (Persib), dan Irfan Bachdim (Persik Kediri). Di sektor belakang juga masih ada Victor Igbonefo (Persib), Gavin Kwan Adsit (PSS Sleman), dan Diego Michels (Borneo FC). Sedangkan di tengah masih ada Kim Jeffrey Kurniawan (PSS Sleman) dan Esteban Vizcarra (PSS). Di luar 9 pemain tersebut yang pernah berkostum timnas, ada juga sejumlah pemain naturalisasi yang belum pernah memperkuat tim Garuda, bisa dipanggil.

     

     

    Pemain Naturalisasi di Timnas Indonesia
    1. Jordi Amat Maas (bek tengah, Johar Sarul Takzim, Spanyol)
    2. Justin Quincy Hubner (bek, Wolverhampton Wanderers, Belanda)
    3. Sandy Henny Walsh (bek kanan, Mechelen, Belanda)
    4. Shayne Elian Jay Pattynama (bek kiri/gelandang, Viking, Belanda)
    5. Marc Anthony Klok (gelandang tengah, Persib, Belanda)
    6. Ivar Jenner (gelandang, Utrecht, Belanda)
    7. Rafael Struick (penyerang, ADD Den Haag, Belanda)
    8. Jay Noah Idzes (bek tengah, Venezia, Belanda)
    9. Elgan Bagott (bek tengah, Ipswich Town, diaspora Inggris)

     

    Dalam Proses Naturalisasi
    10. Nathan Tjoe-A-On (bek kiri, Swansea City, Belanda)
    11. Thom Jan Marinus Haye (gelandang, Heerenveen, Belanda)
    12. Ragnar Oratmangoen (gelandang serang/sayap, Fortuna Sittad/Goringen, Belanda)
    13. Maarten Paes (kiper, FC Dallas, Belanda)

     

    Pemain Naturalisasi di Liga 1 2023-2024
    14. Stefano Lilipaly (penyerang, Borneo FC, Belanda)
    15. Ilija Spasojevic (penyerang, Bali United, Montenegro)
    16. Ezra Walian (penyerang, Persib, Belanda)
    17. Victor Igbonefo (bek tengah, Persib, Nigeria)
    18. Diego Michels (bek, Borneo FC, Belanda)
    19. Kim Jeffrey Kurniawan (gelandang, PSS, Jerman)
    20. Esteban Vizcarra (gelandang, PSS, Argentina)
    21. Irfan Bachdim (penyerang, Persik Kediri, diaspora Belanda)
    22. Gavin Kwan Adsit (gelandang, PSS Sleman, diaspora Amerika Serikat). (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Ini 8 Perempat Finalis dan Jadwal Lengkapnya
    Lawan Indonesia, Arnold: Bukan David vs Goliath
    Skenario Gagal, Timnas Wajib Curi Poin dari Jepang
    Jepang Dilanda Ketegangan jelang Hadapi Indonesia
    Indonesia Bisa Lolos ke 16 Besar sebelum Tanding

    Editorial


      Jadwal Liga



      sponsored links


      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Liverpool 20 45
      2. Aston Villa 20 42
      3. Manchester City 19 40
      4. Arsenal 20 40
      Tampilkan Detail

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Borneo FC 24 54
      2 PSIS Semarang 24 42
      3 Persib Bandung 24 41