"/> Berpuasa, Ibu Hamil Wajib Perhatikan Berat Badan - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda  
 
 
 
" />  
 
 
 
">  
 
 
 
"> web stats service from statcounter

Hot News


  • Mahasiswa Bandung Demo Menolak Revisi UU KPK
    Mahasiswa Bandung Demo Menolak Revisi UU KPK
    • 17 September 2019 | 17:33:00 WIB

    PULUHAN mahasiswa yang tergabung dalam Poros Revolusi Mahasiswa Bandung melakukan unjukrasa menolak Revisi UU KPK di depan Gedung DPRD Jawa Barat.

Inspirasi


    Berpuasa, Ibu Hamil Wajib Perhatikan Berat Badan
    net

    ramadan

    Berpuasa, Ibu Hamil Wajib Perhatikan Berat Badan

    JuaraNews - Sepanjang memperhatikan gizi dan tubuh sehat, tidak ada masalah bagi ibu hamil untuk berpuasa di bulan Ramadan. Yang dikhawatirkan dari ibu hamil yang berpuasa adalah kurang makan sehingga janin kekurangan gizi. Jadi, asal kondisi kehamilan sehat dan sang ibu memperhatikan asupan gizi saat sahur dan buka puasa, maka boleh-boleh saja berpuasa.

    Satu hal penting yang wajib diperhatikan ibu hamil, yakni pertambahan berat badan selama menjalankan ibadah puasa, karena berat badan tersebut merupakan indikator tumbuh kembang janin yang dikandung.

    Sebagai patokan, kenaikan berat badan yang normal hingga 20 minggu pertama kehamilan sekitar 3,5-4 kg. Pada 20 minggu berikutnya, pertambahannya kira-kira 1/2 kg per minggu. Pada akhir kehamilan, kenaikan berat badan sekitar 12,5-14 kg. Dari patokan tersebut, aturan mainnya adalah jangan berpuasa jika berat badan Anda turun drastic karena dikhawatirkan mempengaruhi perkembangan janin.

    Beberapa tips yang bisa dilakukan ibu hamil yang berpuasa, antara lain:

    • Hindari makanan yang banyak mengandung karbohidrat sederhana (gula), karena akan merangsang produksi hormon insulin untuk membakar gula dalam darah. Akibatnya, kadar gula darah menurun, sehingga mengakibatkan lemas, tidak bertenaga, pusing, dan perut perih.
    • Lebih baik konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti nasi dan sayur. Sedangkan protein bisa didapat dari daging dan telur. Kedua zat gizi ini membuat lebih lama kenyang.
    • Jangan lupa, konsumsi susu sebagai sumber kalsium, protein dan vitamin dan perbanyak buah-buahan segar.
    • Saat berbuka puasa, awali dengan makanan manis, seperti kolak, kurma, atau jus buah. Kurma mengandung karbohidrat sederhana dalam jumlah tinggi. Selain mudah dicerna, kurma juga mengandung cukup zat besi. Setelah berpuasa selama 14 jam, kadar gula darah akan menurun. Makanan seperti kurma bisa cepat meningkatkan kadar gula.
    • Ketika makan malam, lebih baik mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks. Selain itu, konsumsi cairan juga harus cukup untuk menjaga volume darah, mengatur suhu tubuh, media mengangkut oksigen dan zat gizi, serta mencegah sembelit. (*)
     
     
     
     

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    De Majestic jadi Pusat Seni dan Budaya Jabar
    Duta Besar Swedia Kolaborasi dengan Budi Dalton
    Terbukti Bersalah, Vanessa Divonis 5 Bulan Penjara
    2020 Produk Timberland 100 % Gunakan Daur Ulang
    Reopening Lois Jeans di Mall BIP Bandung

    Editorial