"/> Berpuasa Sehat bagi Penderita Maag - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda  
 
 
 
" />  
 
 
 
">  
 
 
 
">

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Berpuasa Sehat bagi Penderita Maag
    net

    ramadan

    Berpuasa Sehat bagi Penderita Maag

    JuaraNews - Masalah kesehatan bukan penghalang menjalankan ibadah puasa. Asal tahu kiatnya, Anda tetap bisa berpuasa sampai tuntas, termasuk bagi penderita sakit maag.

    Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan memang merupakan kenikmatan tersendiri. Tapi, bagaimana kalau Anda punya masalah maag. Perut sering terasa nyeri jika terlambat makan. Jangan terlalu khawatir, karena maag bukan halangan untuk berpuasa. Yang penting, Anda sudah melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sebelumnya.

    Dari sisi medis, sebenarnya penderita maag tidak sepenuhnya boleh menjalankan ibadah puasa. Namun, jika penderita tetap memaksa dan bertekad melaksanakan puasa, maka boleh-boleh saja. "Asalkan, terlebih dahulu berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui seberapa parah maag yang dideritanya," ungkap dr Dadang Makmun SPPD-KGEH.

    Dadang menambahkan, istilah maag sebenarnya adalah istilah umum. Istilah kedokteran untuk maag, adalah dyspeptia. Dalam dunia kedokteran ada dua jenis penyakit dyspeptia, yakni dyspeptia jenis organik dan fungsional. Inti dari penyakit itu adanya keluhan, rasa mual di ulu hati, kembung, dan rasa lain yang disebabkan oleh kelainan saluran pencernaan.

    "Bila penyakit ini sudah kambuh tentu saja tidak kuat menjalankan ibadah puasa, karena perut rasanya melilit-melilit," ujar Dadang.

    Dokter yang mendiagnosis penderita maag, biasanya diperiksa tingkat keseriusan yang ada di peradangan lambung dan usus pasien. Ciri dalam dyspeptia organik adalah terdapat peradangan di sekitar lambung atau lecet-lecet yang disebabkan karena tumor atau penyakit-penyakit lain yang menyebabkan luka.

    "Penderita maag jenis inilah yang kami sarankan tidak boleh berpuasa dulu. Bila ingin berpuasa, maka yang diobati dulu adalah lukanya. Sebab setiap kali perutnya akan nyeri karena bertambahnya produksi pada asam lambung," lanjut dia.

    Meski begitu, puasa ternyata justru membuat tubuh seseorang bertambah baik. Terutama pada penderita maag jenis dyspeptia fungsional. Biasanya penderita untuk jenis dyspeptia fungsional tidak diketemukan tanda-tanda tertentu di saat lambungnya diteropong. Penderita seperti itu hanya merasakan perutnya kembung, tanpa ada penyebab yang pasti.

    "Biasanya, penderita seperti itu lebih karena disebabkan faktor stress, yang seolah-olah perutnya mengalami keluhan tertentu," tambah Dadang.

    Dia menambahkan, justru penderita maag inilah yang paling baik untuk berpuasa. Di samping akan bisa menenangkan diri setelah beribadah secara tekun, biasanya lama kelamaan penyakitnya akan hilang sejalan dengan ketenangan jiwanya. Sebab, penyembuhannya memang dengan jalan ketenangan jiwa. Bukan dilakukan dengan pengobatan secara medis.

    Dalam dyspeptia fungsional tidak ditemukan keanehan, termasuk jenis bakteri Helibacter Pylori yang biasa menyerang pada penderita maag jenis organik. Sehingga jika penderita itu berpuasa, maka tidak akan terjadi perubahan dalam dirinya. (*)

     
     
     
     

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Resmikan Pernikahan Siri, Rachel dan Edwin Mengaku Bahagia
    Dapat Hewan Qurban, Ini Tips dan Cara Mengolah Daging Sapi
    Jangan Ada Diskriminasi, Pemerintah Harus Lindungi Pekerja Migran Indonesia
    Purna Pekerja Migran yang Sukses dan Jadi Bos Bukan Hal Aneh
    Berat Badan Turun Drastis, Daniar PiIih Muay Thai untuk Olahraga Kebugaran
    Berita Terdahulu

    Editorial