"/> 13 Ormas Islam Sepakati Awal Ramadan pada 18 Juni - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda  
 
 
 
" />  
 
 
 
">  
 
 
 
">

Hot News


  • Kapten Tim Persib Fokus Incar Tiket Semifinal
    Kapten Tim Persib Fokus Incar Tiket Semifinal
    • 1 Juli 2022 | 00:13:00 WIB

    ACHMAD Jufriyanto siap memperjuangkan tiket Semifinal Piala Presiden 2022 dengan cara memenangi laga perempat final menghadapi PSS Sleman, Jumat (1/7/2022) malam.

Opini


  • Konsekuensi Logis PPPK
    Konsekuensi Logis PPPK

    ADA dampak yang sangat signifikan dengan terbitnya surat Menteri PANRB Tjahjo Kumolo bernomor B/185/M.SM.02.03/2022.

    13 Ormas Islam Sepakati Awal Ramadan pada 18 Juni



    13 Ormas Islam Sepakati Awal Ramadan pada 18 Juni
    Menteri Agama Lukman Hakim seusai sidang isbat net

    JuaraNews, Bandung - Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan jatuhnya 1 Ramadan 1436 H pada hari Kamis tanggal 18 Juni 2015. Penentuan awal Ramadan tersebut diputuskan berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama bersama 13 ormas Islam di Tanah Air, Selasa (16/6/2015) petang.

    Menteri Agama Lukman Hakim mengatakan, pemantauan hilal berdasarkan observasi astronomi dan perhitungan hisab serta pengamatan hilal di 30 titik di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan observasi astronomi, sampai Selasa (16/5/2015) petang posisi hilal belum terlihat di Indonesia.

    Sama halnya dengan pemantauan hilal secara astronomis, pengamatan hilal secara langsung yang dilakukan pelaku rukyat juga menunjukkan hasil sama. "Kami mendengar laporan dari sejumlah pelaku rukyat yang ditugasi Menteri Agama, 36 orang yang tersebar dari wilayah barat dan timur semua provinsi, tidak ada satupun yang melihat hilal," ujar Lukman di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (16/6/2015).

    Atas dasar itulah, seluruh peserta sidang isbat menyepakati awal Ramadan 1436 H jatuh pada 18 Juni 2015. "Karena saat ini hilal tidak bisa dilihat, maka kemudian bulan syaban dilengkapkan, disempurnakan menjadi 30 hari. Dengan hasil ini mudah-mudahan seluruh umat Islam di Indonesia mengawali puasa bulan Ramadan bisa dilakukan setentak bersama-sama," ucap Lukman.

    Kementerian Agama menggelar sidang isbat pada pukul 18.30 WIB di Auditorium KH M Rasjidi, Gedung Kementerian Agama dan berakhir sekitar pukul 19.00 WIB. Hadir dalam sidang isbat tersebut, antara lain  Ketua Umum MUI Din Syamsuddin juga sejumlah tokoh dari 13 ormas Islam, seperti Syarikat Islam, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Lembaga Persahabatan Ormas Islam, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Pengurus Besar Al Jam'iyatul Washliyah, Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu'tabaroh an-Nahdliyyah. Ada juga Persatuan Islam, Al-Irsyad Al Islamiyah, Ikatan Dai Indonesia, Darud Dakwah wal-Irsyad, Pengurus Besar Nahdatul Ulama, Persatuan Umat Islam, dan IMIM.

    Hadir pula lima tim hisab rukyat, yaitu Hasanudin (BMKG), Assadurrahman (PA Kuningan), Syarif Ahmad hakim, Ing khafid, dan Sulhan dan beberapa duta besar negara Islam sahabat, seperti Algeria, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

    Berbeda dengan keputusan pemerintah, jamaah Naqsabandiyah di Kota Padang Sumatera Barat menetapkan awal Ramadan tahun 2015 pada Selasa (16/6/2015) lalu atau selisih 2 hari dari keputusan Kementerian Agama. Jamaah Naqsabandiyah punya cara tersendiri dalam penetapan awal Ramadan, biasanya berpatokan pada tanda-tanda alam dan berdasarkan keputusan sang guru (mursyid) juga berdasarkan almanak tahunan dengan menggunakan metoda Hisab Munjid.

    Jamaah tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Al Jalaliyah di seluruh Sumatera Utara lain lagi. Mereka memulai berpuasa pada Rabu (17/6/2015).

    Perbedaan penetapan awal puasa ini bukan untuk kali pertama. Pada tahun lalu, jamaah Naqsabandiyah Kota Padang sudah berpuasa dua hari lebih cepat dari penetapan pemerintah dan satu hari lebih awal dari penetapan Muhammadiyah. Tahun lalu, jamaah Naqsabandiyah di Sumatera Barat sudah berpuasa pada Jumat (27/6/2014). Sementara, pemerintah melalui Kementerian Agama baru menetapkan awal Ramadan dua haru berikutnya, yakni 29 Juni 2014. Sedangkan Muhammadiyah pada 28 Juni 2015, sama dengan jamaahTariqat Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah Jalaliyah di Sumatera Utara. (*)

     
     
     
     

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jabar Gencarkan Penanaman Pohon Mangrove di Pesisir Pantai Utara
    Kata Gebernur Jabar, Soal Beli Minyak Goreng Lewat AplikasiPeduli Lindungi
    Antisipasi Ancaman Militer, Seminar TNI AD Rekomendasikan Perubahan Doktrin Kartika Eka Paksi
    Grand Final Superchallenge Super Esports Series Season 2 Berlangsung Seru
    Ridwan Kamil Harap IKAPTK Jabar Dapat Memperkuat Birokrasi di Lingkungan Pemerintah
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads