blog counter

Sosialisasi Kampanye Penurunan Stunting akan Libatkan TNI dan Polri

  • Selasa, 15 November 2022 | 01:38:00 WIB
  • 0 Komentar


Sosialisasi Kampanye Penurunan Stunting akan Libatkan TNI dan Polri

 

JuaraNews, Tasikmalaya - Salah satu upaya penurunan stunting harus dilakukan dari "pabriknya", yakni dimulai dari calon ibu dan calon ayah. Artinya generasi muda yang sudah siap menikah harus diberi pemahaman tentang stunting, sebelum mereka menikah dan mempunyai anak.

 

Anggota DPR RI Nurhayati mengatakan hal itu dalam Kampanye Percepatan Stunting Tingkat Kabupaten Kota tahun 2022, yang diselenggarakan di Desa Calincing Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya, Senin (14/11/2022).

 

" Penurunan Stunting harus diintervensi oleh negara. Salah satunya dimulai dari "pabriknya", dari calon ibu dan calon ayah. Agar mereka menyiapkan sebelum menikah dan tetap sehat," kata Nurhayati dalam acara tersebut.

 

Calon ayah atau calon ibu tersebut, katanya, harus dalam sehat dan menjaga kesehatannya sebelum melakukan pernikahan. Anak yang sehat, katanya, akan lahir dari ayah dan ibu yang sehat pula.

 

Nurhayati mengatakan, pemerintah melakukan kampanye penurunan stunting bukan hal yang tak ada gunanya. Hal ini untuk menyiapkan generasi emas di tahun 2045, sehingga generasi Indonesia menjadi bangsa yang cerdas, sehat, dan berdaya saing.

 

"Generasi yang bisa membawa indonesia lebih maju menciptakan bangsa yang sehat, cerdas dan berakhlak mulia," katanya. Ia mengatakan, Komisi IX dan BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencanaa Nasional) serius melakukan sosialisasi penurunan angka stunting di Indonesia.

 

Di tahun 2023, katanya, akan lebih banyak program sosialisasi penurunan stunting dan melibatkan banyak elemen masyarakat. Bahkan, katanya, program ini akan lebih massif dengan melibatkan kader Posyandu, babinsa, dan yang lainnya.

 

Oleh karena itu, katanya, ke depan BKKBN pula akan bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk melakukan sosialisasi kampanye penurunan stunting ini. "Selain menjaga NKRI, bapak-bapak TNI dan Polri akan menjadi mitra kerta BKKBN dalam penurunan stunting. Bahkan hal ini dilakukan sampai ke tingkat desa," katanya.

 

Menurut Anggota DPR RI dari PPP ini, kampanye penurunan stunting ini tidak bisa mengandalkan petugas BKKBN atau pemerintah daerah saja, memerlukan waktu yang lama untuk bisa menjangkau Indonesia yang sangat luas. BKKBN tak memiliki sumber daya manusia yang banyak sehingga diperlukan perangkat pemerintah yang lain untuk kampanye ini.

 

Lebih lanjut Nurhayati mengatakan dalam penanggulangan stunting akan diprioritaskan kepada anak dibawah dua tahun. Hal ini dimaksudkan agar anak yang memiliki potensi stunting bisa ditekan dan diminimalisir.

 

"Kenapa kita prioritaskan pada anak dibawah dua tahun karena stunting pada anak di atas dua tahun akan sulit dikendalikan," katanya. ***

ude

0 Komentar
Tinggalkan Komentar
Cancel reply
0 Komentar
Tidak ada komentar
Berita Lainnya
Jabar Bergerak Bantu Kebutuhan Lapangan Korban Gempa Cianjur
Densus 88 Amankan Terduga Teroris dari Empat Lokasi di Sukoharjo
Buka Road to Hakordia 2022, Ketua KPK Sebut Terima 268 Laporan Dugaann Korupsi di Jatim
Jabar Saber Hoaks Berjibaku Klarifikasi Puluhan Hoaks Gempa Cianjur
Pasca Gempa Cianjur, DKPP Jabar Inventarisasi Hewan Ternak
Berita Terdahulu

Editorial


    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads