Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Kota Bandung Ancam Tahan Atlet untuk Pelatda
    Aan Johana

    Kota Bandung Ancam Tahan Atlet untuk Pelatda

    • Kamis, 27 November 2014 | 14:44:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Buntut pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XII/2014 di Kabupaten Bekasi masih berbekas. Perekrutan atlet untuk PON XIX/2016 yang sebagian besar dititipkan di Kabupaten Bekasi disinyalir tidak transparan.

    Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung pun menunggu klarifikasi KONI Jawa Barat terkait banyaknya atlet rekrutmen untuk PON XIX yang dititipkan di Kabupaten Bekasi. "Kami menunggu penjelasan dari KONI Jabar secara transparan mengenai maksud dan tujuan rekrutmen atlet dari luar Jabar dan ditempatkan di Kabupaten Bekasi," ujar Ketua Umum KONI Kota Bandung Aan Johana.

    Jika penjelasan tersebut belum tersampaikan secara transparan, atas usulan dari pengcab-pengcab cabang olahraga di bawah naungannya, KONI Kota Bandung untuk sementara akan menahan data-data atlet Kota Bandung untuk kepentingan Pelatda Jabar. "Kita pernah sampaikan mengenai masalah ini kepada KONI Jabar jika kita tidak keberatan dengan atlet rekrutmen. Tetapi mereka jangan diturunkan di Porda, biar mereka sebagai aset Jabar untuk PON. Ini bukan dalam arti kita tidak mendukung Jabar Kahiji," terangnya.

    Namun, usulan tersebut ditolak KONI Jabar dengan alasan, atlet rekrutmen harus menjadi pemicu atlet lain lebih berprestasi. "Dan kami nilai, hal itu konteksnya lain. Justru itu merusak pembinaan yang dilakukan KONI daerah," tambahnya.

    Terkait penahanan data atlet pun mendapat dukungan anggota Komisi E DPRD Kota Bandung setelah pihak KONI Kota Bandung bertemu. KONI Kota Bandung pun akan bertemu dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk membahas mengenai masalah ini.

    Langkah lain yang akan dilakukan KONI Kota Bandung yakni menyampaikan usulan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan DPRD Jabar agar kedepannya ada aturan khusus mengenai sistem keolahragaan di Jabar. Disamping undang-undang, juga harus ada Perda yang mengatur pembinaan olah raga termasuk penyelenggaraan Porda.

    "Kedepannya saya berharap tidak ada lagi hal seperti ini. Penyelenggaraan porda murni untuk mengukur hasil pembinaan KONI kota/kabupaten di Jawa Barat. Bukan daerah lain," tegasnya.

    Porda, lanjutnya, menjadi titik kulminasi pembinaan di daerah yang secara murni menggunakan atlet binaannya sendiri. Apabila kemudian Jabar ingin memperluas prestasi agar tidak bertumpuk di satu atau dua daerah, bukan berarti penyebarannya dengan menarik atlet dari luar provinsi yang kemudian ditempatkan di daerah kota/kabupaten lain.

    "Tapi Jabar harus mempunyai program pembinaan di daerah kota/kabupaten. Misalnya dengan menyiapkan anggaran untuk menempatkan pembina atau pelatih untuk memberikan pelatihan kepada atlet-atlet di daerah," tuturnya.

    KONI Kota Bandung pun, tidak keberatan memberikan bibit-bibit atlet untuk disebar ke daerah-daerah lain di Jawa Barat. Selain memiliki potensi sumber daya manusia atlet yang luar biasa, daerah lain di Jabar bisa membina atlet Kota Bandung yang tidak masuk ke dalam tim inti Kota Bandung, untuk selanjutnya dibina.

    "Itulah tolok ukur pembinaan yang kita harapkan, bukan campuran atlet dari luar daerah Jabar yang justru akan merusak pembinaan yang telah dilakukan oleh Koni kota/kabupaten," tandasnya.

    Selain KONI Kota Bandung, protes terkait penggunaan atlet luar Jabar oleh kontingen tuan rumah pada Porda XII/2014 juga pernah disampaikan KONI Kota Bekasi. Bahkan dengan tegas KONI Kota Bekasi mengancam akan keluar dari ruang lingkup pembinaan olahraga di Jabar. Mereka pun mengancam akan pindah ke DKI Jakarta yang secara domisili lebih dekat.

    Rencananya, Ketua KONI Kota Bandung Aan Johana pun akan mendatangi sekretariat KONI Jabar di Jalan Pajajaran 37A Kota Bandung. pada hari ini (Kamis, 27/11) sekitar pukul 16.00 WIB. (*)

    Oleh: ageng rustandi / ang

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Kiat Keberhasilan Relawan Covid-19 Membantu Sesama      
    99 Daerah masih Menetap di Zona Hijau         
    Level Kewaspadaan Delapan Daerah Jabar Turun ke Zona Kuning
    Selama Covid-19 Desa Mandiri di Jabar Naik 202 Persen, Ini Daftarnya
    Emil Tegaskan Bupati dan Wali Kota Jangan Berleha-leha Tangani Covid-19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads