blog counter

Hot News


Opini


    Komunitas Pesantren Ciptakan Teknologi Kapsul Hemat BBM yang Ramah Lingkungan

    • Jumat, 9 September 2022 | 11:10:00 WIB
    • 0 Komentar


    Komunitas Pesantren Ciptakan Teknologi Kapsul Hemat BBM yang Ramah Lingkungan
    Kordinator Komunitas Peneliti N-HIJAU, sekaligus ketua LKP3T Pergunu Jabar Istimewa

     

    JuaraNews, Bandung - Kenaikan harga BBM bersubsidi yang telah diputuskan pemerintah mendapatkan perhatian dari kalangan peneliti nahdiyin dan komunitas pesantren. Pasalnya naiknya harga BBM selalu diikuti oleh kenaikan berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti tarif angkutan umum, bahan makanan, biaya pendidikan, dan yang lainnya.

     

    Koordinator Komunitas Peneliti N-HIJAU, sekaligus Ketua Lembaga Kesehatan Pengembangan Penerapan Pengobatan Tradisional (LKP3T) Pergunu Jabar, Asep Rukmana mengatakan, pemerintah pastinya sudah memikirkan masak-masak soal kenaikan BBM. Adanya kegaduhan yang terjadi tentunya tidak akan berdampak jika tanpa solusi yang ditawarkan. 

     

    Sudah selayaknya dukungan diberikan kepada pemerintah dan seharusnya dilakukan semua komponen bangsa. Harapannya efek domino yang akan diakibatkan dari kenaikan BBM ini bisa ditangani pemerintah. Serta tentunya tidak membawa beban tambahan bagi masyarakat yang baru sedikit bangkit ekonominya akibat pandemi COVID-19.

     

    "Yang diperlukan sekarang ini adalah bagaimana setelah kenaikan BBM, biaya transportasi pribadi, biaya transportasi keluarga, biaya transportasi pesantren tidak naik," ucapnya, Kamis (8/9/2022).

     

    Saat ini peneliti dari kalangan nahdiyin yang tergabung dalam komunitas N-HIJAU punya salah satu solusi dalam menghemat BBM. Penelitian ini didukung oleh pondok pesantren di antaranya Pesantren Asy-Syfa Lembang dan Pesantren Al Jurumiyah Cipatat, di KBB. Kemudian Pesantren Alhikamussalafiyah Sukamantri Sumedang, dan Pesantren An-Nashuha ASHUHA Pabedilan Cirebon.

     

    "Teknologi kapsul N-Hijau sudah digunakan dalam komunitas kami, yakni dicampurkan ke dalam bensin atau solar dengan perbandingan 1:10 liter maka bisa menghemat BBM. Selain itu akselerasi dan performa mesin kendaraan meningkat, mereduksi emisi gas buang, dan membantu merawat mesin kendaraan," timpal Pimpinan Ponpes Asy-Syfa Lembang, K.H. Asep Sunarya.

     

    Dikatakannya, teknologi formula N-HIJAU adalah 100% alami dari produk Indonesia, tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Serta mendukung program pemerintah yang ramah lingkungan Go Green. Sehingga pesantren secara tidak langsung turut berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon dan menghijaukan Indonesia.

     

    Bidang Litbang Pergunu Jabar Mutia Yulismi mendukung penuh program pemerintah dan kreativitas peneliti dari kalangan pesantren yang terjun, mengabdi dan berkarya untuk masyarakat. Harapannya pemerintah melihat para peneliti nahdiyin tersebut sebagai mitra membangun yang produktif dan positif bagi pemerintah di daerah dan pusat.

     

    "Pihaknya terus mengembangkan inovasi dan tidak hanya berhenti pada teknologi penghemat BBM saja. Ada juga berbagai produk yang sedang dikembangkan, seperti alat pembakar sampah ramah lingkungan dan masih banyak lagi," pungkasnya. (*)

     

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Rangkaian HUT Ke-58, Golkar Jabar Akan Gelar Jalan Sehat Berhadiah Umroh
    Wapres: Stunting Ganggu Raihan Produktifitas Anak ketika Dewasa
    Jaksa Tuntut Indra 15 Tahun Penjara dan Denda Rp10 Miliar
    Tak Hanya Rekening Lukas Enembe, Rekening Yulce Wenda, Istri Lukas, pun Diblokir KPK
    Diperiksa Sebagai Saksi, Istri dan Anak Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads