"/> Prostitusi Saritem Marak Lagi, 169 PSK Kena Razia - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda  
 
 
" />  
 
 
">  
 
 
">
ultah bandung

Hot News


JN-TAM

Inspirasi


    Prostitusi Saritem Marak Lagi, 169 PSK Kena Razia
    Kawasan Saritem Kota Bandung

    Prostitusi Saritem Marak Lagi, 169 PSK Kena Razia

    JuaraNews, Bandung – Sebanyak 169 wanita pekerja seks komersil (PSK) terjaring razia besar-besaran yang digelar jajaran Polrestabes Bandung di bekas lokasisasi Saritem, Jalan Saritem, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Rabu (20/5/2015) malam.

    Selain para PSK, polisi juga menjaring 14 mucikari, 32 lelaki hidung belang, dan 30 calo PSK. Mereka semua diamankan di Mapoirestabes Bandung, Jalan Merdeka untuk menjalani proses hukum. Selanjutnya khusus para PSK dilimpahkan ke Dinas Sosial Kota Bandung untuk dibina.

    Operasi ini dilakukan karena kembali maraknya praktik prostitusi di Kota Bandung, baik dilakukan secara online maupun transaksi langsung seperti terjadi di kawasan Saritem yang sudah direvalitasi menjadi Pesantren At Taubah, beberapa tahun silam.

    Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol mengatakan, pihaknya masih menelusuri jaringan besar praktik prostitusi Saritem itu. Pasalnya hampir semua PSK yang menjajakan dirinya di kawasan Saritem bukan berasal di Kota Bandung.

    "Ini sengaja kami lakukan akarena pada faktanya praktik prostitusi di Saritem ini masih ada. Padahal sesuai aturan tempat ini seharusnya sudah tidak ada praktik seperti ini. Kita akan kembangkan dari sini. Di manapun jaringannya, akan kita ikuti. Pokoknya kita tidak bermain-main dalam hal menegakkan aturan dan ketentuan yang berlaku," kata Yoyol seusai memimpin operasi di Mapolsek Andir Kota Bandung, Rabu (20/5/2015) malam.

    Yoyol menjelaskan, sejak ditutup pada 2007 silam, kenyataannya praktik prostitusi masih terjadi di kawasan Saritem. Diperkirakan ada sekitar 400 rumah di Saritem yang dijadikan tempat praktik prostitusi. Ada yang secara terang-terangan menyediakan PSK, tapi ada pula sembunyi-sembunyi dalam menjalankan bisnisnya tersebut.

    "Ini bentuk upaya kami untuk menekan angka kriminalitas akibat adanya praktik prostitusi. Sebab tidak hanya PSK yang kami temukan, tapi miras juga ada," tandasnya.

    Polisi juga akan melakukan pendalaman kasus ini. Bila terbukti adanya muickari, mereka akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Selain itu, pihaknya juga menyelidiki keterlibatan anak di bawah umur yang dijadikan PSK di sana.

    Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Mochamad Ngajib menjelaskan, dari hasil pendataan, terdapat 6 gadis di bawah umur yang dijadikan PSK. "Rata-rata usianya 16 sampai 17 tahun. Kalau yang lainnya berusia rata-rata 20 sampai 30 tahun. Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap mucikarinya terkait dengan memerkerjakan seorang PSK di bawah umur," kata Ngajib di Mapolrestabes Bandung, Kamis (21/5/2015). (*)

    ibat adanya praktik prostitusi. Sebab tidak hanya PSK yang kami temukan, tapi miras juga ada," tandasnya.

    Polisi juga akan melakukan pendalaman kasus ini. Bila terbukti adanya muickari, mereka akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Selain itu, pihaknya juga menyelidiki keterlibatan anak di bawah umur yang dijadikan PSK di sana.

    "Informasi yang kami dapat ada PSK yang usianya masih 16 tahun. Makanya kami selidiki hal itu. Kalau ada. akan kami tindak," kata Yoyol. (*)

     
     
     

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Masyarakat Diminta Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan Saat Libur
    Pemkot Bandung Fokus Percepatan Intervensi Stunting
    Pemkot Bandung Mulai Proses Pembangunan Rumah Deret Tamansari
    Antisipasi Bajir, Pemkot Bandung Bangunan Dua Kolam Retensi Baru
    Kelurahan Kebon Gedang Kota Bandung Bentuk Komunitas Tanggap Stunting
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      walikota

      Info Kota


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads