blog counter

Hot News


Opini


  • Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat
    Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat

    TERKAIT penataan ruang, amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja memang berbeda dengan amanat UU 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

    Rahmad Effendi Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi, Tri Adhianto jadi Plt Wali Kota Bekasi



    Rahmad Effendi Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi, Tri Adhianto jadi Plt Wali Kota Bekasi
    Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menerima surat tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Jumat (7/1/2022). (humas pemkot bekasi)

    JuaraNews, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil sudah menyerahkan surat tugas Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi kepada Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, pascaditetapkannya Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

     

    Dengan demikian, Tri Adhianto resmi menjadi Plt Wali Kota Bekasi mulai Jumat (7/1/2022) ini, menggantikan Rahmat Effendi yang dinonaktifkan karena terjerat kasus suap pengadaan barang dan jual beli jabatan senilai Rp5,7 miliar.

     

    "Tadi saya menyerahkan surat penugasan Wakil Wali Kota Bekasi Pak Tri menjadi Plt Wali Kota," ucap Kang Emil di Kota Bandung, Jumat (7/1/2022).

     

    Emil mengatakan, dengan adanya surat penugasan tersebut, Tri Adhianto kini bisa menandatangani dokumen-dokumen dan menyelenggarakan kegiatan pembangunan sebagai Plt Wali Kota Bekasi. "Pak Tri sekarang bisa menandatangani dokumen dan menyelenggarakan kegiatan pembangunan yang biasanya oleh Wali Kota," tegas Emil.

     

    Dengan begitu, sambung Emil, warga Kota Bekasi tak perlu khawatir karena seluruh pelayanan publik akan berlangung seperti biasanya.

     

    Rahmat Effendi ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK pada Rabu (5/1/2022) lalu. Emil pun menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus yang menjerat Rahmat kepada KPK. "Saya prihatin terhadap peristiwa ini dan menyerahkan proses hukumnya kepada KPK," ucap Emil.

     

    Gubernur kembali mengingatkan kepada ASN dan kepala daerah agar selalu menjaga integritas sebagai benteng dari sebuah niat. Peristiwa tersebut harus dijadikan pelajaran karena sampai saat ini sudah lebih dari 5 wakil kepala daerah menjadi pimpinan akibat peristiwa hukum yang menjerat kepala daerahnya.

     

    "Ini harus jadi hikmah karena saya hitung di Jabar lebih dari lima wakil kepala daerah menjadi pimpinan oleh sebuah peristiwa hukum," tandas Emil.

     

    Sementara, Tri Adhianto menyatakan siap menjalankan amanah tersebut. Dia berjanji akan menjalankan program-program dalam rangka memajukan visi misi Kota Bekasi.

     

    "Saya sudah menerima arahan dan bimbingan dari Gubernur Jawa Barat dan kami akan tetap fokus melanjutkan program-program yang telah berjalan dalam rangka memajukan visi misi Kota Bekasi," kata Tri Adhianto. (*)

    jn

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pemprov Jabar Targetkan Penurunan Stunting 14 Persen di 2024
    Tekan Korupsi, Mendagri Dorong Digitalisasi di Lingkungan Pemerintah
    Atasi Sampah di 4 Daerah, Pemprov Jabar Gandeng Waste4Change dan Sungai Watch
    IKA Muda Unpad Dukung Ridwan Kamil Jabat Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara
    Gubernur Ridwan Kamil Pertimbangkan Bangun Kampung Inggris di Jabar
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Iklan DPRD KBB Hari Pahlawan 2021

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads