Hot News


Opini


  • Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat
    Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat

    TERKAIT penataan ruang, amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja memang berbeda dengan amanat UU 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

    SOKSI Berkomitmen Ikut Mengembangkan Potensi Desa Wisata

    • Kamis, 16 Desember 2021 | 05:51:00 WIB
    • 0 Komentar


    SOKSI Berkomitmen Ikut Mengembangkan Potensi Desa Wisata

     

    JuaraNews, Bandung – Anggota DPRD Jabar yang juga Ketua Depidar SOKSI Jawa Barat Drs. H. Yod Mintaraga, MAP mengatakan, pihaknya ingin mengembangkan desa wisata lebih baik lagi karena potensi memberi ekonomi yang besar bagi masyarakat desa.

     

    Pernyataan Yod Mintaraga itu disampaikan siaran podcast suara matraman (PSM) yang dipandu Melani Agustine pada chanel Depidar SOKSI Jawa Barat, belum lama ini.

    “Kita ingin memanfatkan desa wisata lebih baik lagi. Pertanyaan apakah desa itu sudah memiliki memenuhi syarat untuk sebuah desa wisata?” kata Yod pada podcast tersebut.

     

    Anggota Fraksi Partai Golkar itu mengatakan, pihaknya akan mendorong terciptanya desa wisata yang layak dan memenuhi persyaratan. Salah satunya, dengan mendorong terciptanya Perda Desa Wisata yang akan mengatur ketentuan desa wisata yang memenuhi persyaratan.

     

    Menurut Yod, sejak dulu sebenarnya konsep desa wisata sudah ada. Hanya saja, jaman dulu namanya adalah Mandala wisata. Di Bandung, katanya, ada dua desa yang menjadi Mandala Wisata yakni di Ciwidey dan Ujungberung.

     

    “Sekarang populernya desa wisata. Banyak berkembang. Dan ternyata di Indonesia yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Intinya adalah desa wisata itu bagaimana desa mampu memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat,” katanya.

    Yod menambahkan, persyaratan yang harus dipenuhi oleh desa wisata misalnya indrastruktur jalannya seperti apa, sarana dan prasarana nya bagaimana, dan fasilitas yang disediakan apa saja. “Itu harus diatur supaya desa wisata ini benar-benat bisa dikembangkan dan memberi dampak positif bagi masyarakat. Tidak hanya bagi yang datang, tapi memberi benefit bagi masyarakat yang dikunjungi,” katanya.

     

    Menurut Yod, desa wisata memiliki berbagai jenis atau karakter sesuai dengan potensi yang dimiliki. “Ada desa yang memiliki potensi seperti di sini, ada kebun teh, kebun kopi, dan hutan jamuju sebagai tanaman yang angka. Ada juga desa yang memiliki nilai konservasi, budaya, atau udaranya yang segar. Ada juga desa yang bersifat edukasi,” katanya.

     

    Di Jawa Barat, kata Yod, terdapat 100 desa wisata, dan beberapa di antaranya termasuk desa wisata terbaik secara nasional. “Ini adalah potensi-potensi yang harus disiapkan tata kelolanya oleh pemerintah agar benar-benar meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    IKA Muda Unpad Dukung Ridwan Kamil Jabat Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara
    Gubernur Ridwan Kamil Pertimbangkan Bangun Kampung Inggris di Jabar
    Kena Sanksi dari PDIP lalu Minta Maaf, Arteria Dahlan Dilaporkan ke Polisi
    Dorong Melek Digital, Atalia Minta Ibu-ibu Jangan Curahkan Kekesalan di Media Sosial
    Kesbangpol Jabar Fokus Cegah Penyebaran Paham NII di Garut
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Iklan DPRD KBB Hari Pahlawan 2021

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads