Hot News


Opini


    1.000 Pesantren Audisi Pertama Dapat Bantuan Modal

    • Senin, 6 September 2021 | 20:25:00 WIB
    • 0 Komentar


    1.000 Pesantren Audisi Pertama Dapat Bantuan Modal
    Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat membuka Pelatihan dan Magang Virtual OPOP Provinsi Jabar Tahun 2021 dari Rumah Singgah Wakil Gubernur, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (6/9/2021). (humas pemprov jabar)

    JuaraNews, Bandung - Sebanyak 1.000 pondok pesantren telah mendapatkan bantuan modal One Pesantren One Product (OPOP). Pemenang bantuan merupakan pondok pesantren yang lolos audisi tahap pertama.

     

    Audisi tahap pertama OPOP 2021 ini sekaligus memastikan program unggulan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum tetap berjalan untuk kali ketiga berturut-turut. Pandemi Covid-19 sedikit memengaruhi tapi tidak mengurangi dana untuk OPOP.

     

    Menurut Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, sebelumnya memang sempat ada rencana refocusing anggaran sampai ke tahap pembicaraan apakah OPOP dapat digelar lagi atau tidak. Namun dengan komitmen kuat hal itu urung dilaksanakan.

     

    "Alhamdulillah program OPOP berhasil dilaksanakan walaupun ada penyesuaian di masa Covid-19. Ini adalah tahun ketiga pada masa kepemimpinan kami," ujar Uu Ruzhanul Ulum saat membuka Pelatihan dan Magang Virtual OPOP Provinsi Jabar Tahun 2021 dari Rumah Singgah Wakil Gubernur, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (6/9/2021).

     

    Uu menuturkan, berdasarkan komitmen bersama dirinya dan Gubernur Ridwan Kamil, program OPOP tetap dilaksanakan dengan anggaran tetap meskipun ada modifikasi dalam prosesnya.

     

    "Kalau anggaran lain silakan refocusing, tapi tolong program keumatan, hibah, bansos, program OPOP jangan sekali-kali disentuh karena ini menyangkut keumatan," tutur Uu menirukan sikap Gubernur Ridwan Kamil.

     

    Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jabar Kusmana Hartadji mengatakan, meskipun besaran dana OPOP tetap namun ada sedikit perubahan dalam jumlah pemenang audisi, yakni akan terjadi di tahap kedua di mana asalnya menyaring 100 ponpes kini menjadi 28 ponpes.

     

    Sementara tahap pertama tetap 1.000 ponpes pemenang audisi dan pada setiap tahap tidak terhindarkan pemotongan pajak. Adapun pemenang tahap pertama akan dapat Rp25 juta dipotong pajak 15 persen untuk start up, dan Rp35 juta dipotong pajak 15 persen untuk scale up.

     

    “Seluruhnya sudah diproses masuk rekening sejak tiga hari lalu," sebut Kusmana yang akrab disapa Tutus.

     

    Adapun 28 pemenang audisi tahap kedua akan mendapatkan hadiah bantuan modal sebesar Rp100 juta-200 juta. “Itu hanya scale-up saja, start-up tidak diikutsertakan," jelasnya.

     

    Untuk menentukan juara provinsi di tahap ketiga, pihaknya tetap mempertahankan jumlah 3 pemenang dengan masing-masing mendapatkan dana bantuan modal sebesar Rp400 juta. (*)

    Oleh: JuaraNews / jn

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Penjualan Holding BUMN Farmasi Tembus Rp 15 Triliun Di Semester 1 2021
    UMKM Jabar yang Masuk Marketplace Meningkat 34 Persen
    Gandeng PT KAI, Pemprov Siap Kembangkan Jalur Kereta Api di Jabar Selatan
    Mulai 24 September, Waktu Tempuh 14 Rute KA Lebih Cepat hingga 1 Jam
    Pelaku Usaha Harus Tetap Optimistis Pulihkan Ekonomi
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads