Hot News


Opini


    1,5 Tahun Diterpa Covid-19, Jiwa Gotong Royong Warga Jabar Makin Tinggi



    1,5 Tahun Diterpa Covid-19, Jiwa Gotong Royong Warga Jabar Makin Tinggi
    Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat mengunjungi lokasi isolasi mandiri masyarakat yang terinfeksi Covid-19 di Ujungberung Kota Bandung, Rabu (14/7/2021). (humas pemprov jabar)

    JuaraNews, Bandung -  Hampir 1,5 tahun pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia termasuk di Jabar. Selama itu gotong royong dan solidaritas masyarakat masih tinggi bahkan terus meningkat. 


    Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, sikap gotong royong masyarakat Jabar cukup tinggi dan lebih baik dalam menghadapi pandemi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya sumbangan yang diterima untuk menolong masyarakat yang terpapar Covid-19.


    "Gotong royong warga Jawa Barat sangat tinggi dan lebih baik di saat pandemi. Kami mendapat banyak sumbangan untuk disalurkan setiap hari, menandakan bahwa  saling tolong menolong urusan keselamatan nyawa adalah semangat _sabilulungan, silih asih, silih asah, silih asuh yang merupakan khas dari rakyat Jawa Barat," kata Emil di Ujungberung, Kota Bandung, Rabu (13/7/2021).


    Emil menjelaskan, Covid-19 merupakan penyakit kepadatan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap patuh pada protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas).


    "Covid-19 ini penyakit kepadatan. Jadi di desa ini karena padat perumahan maka potensi penyebarannya memang cukup besar oleh karena itu prokes 5M harus diperketat termasuk yang baru sembuh. Karena yang tertular dua kali itu banyak," ungkap Emil.


    Karena itu, Emil mengapresiasi masyarakat yang taat pada protokol kesehatan. Karena menurutnya, solusi pertama dalam mencegah penularan Covid-19 adalah taat pada protokol kesehatan.

     
    "Saya mengapresiasi masyarakat yang taat pada aturan protokol kesehatan sebagai pencegahan karena penanganan Covid-19 itu solusinya bukan hanya di rumah sakit. Rumah sakit itu benteng terakhir solusi Covid-19," pungkasnya. (*)

    jn

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Sarbumusi-NU Jabar Silaturahmi dengan Wakil Bupati dan Kapolres Garut
    Pendukung Moeldoko Mulai Rontok, Kubu KLB Mencabut Gugatannya
    Kemendikbudristek Tanggapi Isu Klaster PTM Terbatas
    Netty Prasetiyani Minta Pemprov Jabar Cepat Atasi Isu Klaster Covid-19 Dalam PTM Terbatas
    Jabar Bebas Zona Oranye, Prokes Harus Tetap Ditingkatkan
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads