Hot News


Opini


    Syamsi Dhuha Foundation Beri 20 Tongkat BriCane pada Difabel Netra yang Berkarya

    • Kamis, 18 Februari 2021 | 10:08:00 WIB
    • 0 Komentar


    Syamsi Dhuha Foundation Beri 20 Tongkat BriCane pada Difabel Netra yang Berkarya

     

     JuaraNews, Bandung – Di tengah suasana pandemi, Syamsi Dhuha Foundation (SDF) - LSM nirlaba peduli Difabel Netra (DN), memberikan apresiasi bagi 20 DN yang tetap berkarya di bidangnya masing-masing,  dalam bentuk pemberian BriCane (Brilliant Cane) hasil penelitian dan pengembangan selama 3 tahun terakhir ini.

     

    BriCane senilai total 58 juta ini diberikan kepada 20 DN dari berbagai daerah seperti Medan, Lombok, Bali, Makassar, Sidoarjo, Magelang, Purwokerto dan Bandung. Acara penyerahan disiarkan daring dan terbuka bagi umum Kamis (18/2/2021).

     

    “Di tengah gempuran masuknya berbagai produk impor, tak mudah memang jika ingin mengembangkan kreativitas anak bangsa, mulai dari desain hingga ke produksi. Ada kesulitan mulai dari kelangkaan bahan baku hingga tingginya biaya produksi. Namun SDF tetap berusaha mengembangkan penelitian dan pengembangan alat bantu Low vision dengan dukungan para relawan dan donatur untuk tetap bisa berkreasi menghasilkan produk muatan lokal,” kata Dian Syarief - Ketua SDF yang  juga penyandang Low vision.

     

    BriCane merupakan tongkat tunanetra kekinian dilengkapi dengan aplikasi, sensor untuk mendeteksi halangan, tombol darurat untuk dapat melokalisir keberadaan DN yang mengalami disorientasi/tersesat dan ujung tongkat yang  kokoh untuk bertumpu. Tongkat sejenis sudah ada di luar negeri, dengan kisaran harga sekitar Rp. 9 juta. Hadirnya BriCane jadi alternatif bagi DN untuk peroleh harga lebih murah 60 - 70% dari tongkat impor.

     

    “Sebanyak 20 unit BriCane pertama didedikasikan untuk DN terpilih sedangkan 10 unit pertama lainnya untuk penuhi pesanan dari rumah sakit dan klinik”, jelas Dian Syarief - Ketua SDF yg juga penyandang Low vision.

     

    Para penerima SDF BriCane Awards ini miliki latar belakang beragam, seperti : pekerja sosial, pengajar, pewirausaha, atlit, terapis, mahasiswa dan pelajar. Tiga diantaranya adalah Marilyn Lie - Ketua Yayasan Dwituna Harapan Baru - Medan yang juga pengajar anak-anak berkebutuhan khusus; Fitri Nugrahaningrum - Ketua Yayasan Samara Lombok dan Ketua Pertuni NTB yang juga seorang pewirausaha dan Popon Siti Latifa- Editor media online, Trainer Computer for Blind, Ketua Blind Moms - Bandung.

     

    Adapun pesan kesan penerima SDF BriCane Awards, di antaranya, “Saya pikir itu hanya imajinasi belaka, ternyata SDF mewujudkannya. Saya sampai seemosional ini karena saya sangat menantikan hal ini 7 tahun yg lalu. Lihat di TV bolak balik sampai emosi karena hanya untuk uji coba anak mahasiswa”, ungkap Ardinal Purbowo-Pewirausaha yang juga Konten Kreator dan Ketua Pertuni Banyumas (https://youtu.be/wPnFQnNMxzA).

     

    “Tongkat ini luar biasa sangat bermanfaat bagi saya untuk bermobilisasi dalam beraktivitas di lingkungan yg baru”, ujar Edi Suwanto- Founder Edubilitas Bandung.

    Hal senada juga diungkapkan Iden Wahidin, Aktivis Mahasiswa Berprestasi –Bandung. “Alat ini luar biasa. Menjawab kesulitan saya dalam bermobilitas” katanya.  (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Fraksi Demokrat DPRD Jabar Tegaskan Tolak KLB Deli Serdang
    Fraksi PKS DPRD Jabar Dorong Pemprov Segera Operasikan Dua TPPAS
    1.600 Dosen dan Tenaga Pendidik IPB Jalani Vaksinasi Covid-19
    Begini, Praktik Lapangan Diklat Juru Ledak Kelas II
    DPD Partai Demokrat Jabar Sebut KLB Sumut Sebuah Perampokan
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads