Hot News


Opini


  • Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam
    Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam

    PEMUDA adalah pelopor perubahan di tangannya estapet kepemimpinan akan dilanjutkan. Untuk membentuk pemuda yang berjiwa pemimpin memerlukan banyak dukungan.

    Polri Sebut Pengkaderan Jaringan Teroris Jamaah Islamiyah Sangat Rapi

    • Sabtu, 19 Desember 2020 | 22:48:00 WIB
    • 0 Komentar


    Polri Sebut Pengkaderan Jaringan Teroris Jamaah Islamiyah Sangat Rapi
    Kadiv Humas Polri Irjen, Argo Yuwono. (Foto: Humas Polda Jabar)

     

    JuaraNews, Jakarta - Divisi Humas Polri menyebut pengkaderan teroris muda yang dilakukan oleh Jamaah Islamiyah (JI) sudah sangat teragenda rapi. Bahkan perekrutmen para kader yang siap tempur juga sudah dilakukan.

     

    Hal ini teridentifikasi dengan adanya 91 kader yang telah dilatih oleh JI dan 66 di antaranya sudah dikirim ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok teror.

     

    Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyatakan. Polri sudah mendapatkan informasi soal adanya 91 kader JI yang dilatih siap tempur. Dimana 66 di antaranya sudah dikirim ke Suriah dan beberapa sudah kembali ke Indonesia.

     

    "Mereka (JI) sudah menyiapkan kemampuan diri dengan pelatihan-pelatihan khusus guna mempersiapkan kekuatan melawan musuh, yakni negara dan aparat. Sebagian besar dari mereka juga sudah berangkat ke Suriah bergabung dengan kelompok teror di sana dan berperan aktif dalam konflik di Suriah," kata Argo dalam keterangan yang diterima, Sabtu (19/12/2020).

     

    "Kemampuan yang sudah diasah di tempat pelatihan dan medan tempur sebenarnya (Suriah) menjadikan mereka sebagai potensi ancaman nyata," tambahnya.

     

    Argo menjelaskan, kader teroris ini dipersiapkan oleh JI melalui bagian struktur khusus untuk membentuk kader jemaahnya. Penanggung jawab atau amir Jamaah Islamiyah adalah Parawijayanto dan koordinator pelatihan adalah Joko Priyono alias Karso.

     

    Menurut Argo, radikalisme tumbuh subur di Tanah Air, karena maraknya penyebaran berita bohong atau hoax.

     

    "Maraknya penyebaran hoax tanpa filter melalui sosial media membuat paham radikal dan anti pemerintah makin subur. Dari dulu sampai sekarang radikalisasi terbentuk sebagai bagian dari respons atas ketidakadilan dan makin melebarnya kesenjangan sosial di masyarakat. Bahwa kemudian agama jadi satu alasan dalam mengekspresikan ketidakpuasan dan kebencian," jelasnya.

     

    Karena itu, lanjut Argo, sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran paham dan ideologi radikalisme di kalangan anak muda, perlu dilibatkan seluruh stakeholder yang bersentuhan langsng dengan dunia pendidikan, sosial, keagamaan, komunikasi dan keamanan di lingkungan masing-masing. "Ya perlu peran serta semua stakeholder," singkatnya.

     

    Khusus untuk Polri, sambung Argo, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror  terus melakukan pemantauan terhadap jaringan teror yang ada di Indonesia secara terus-menerus. Mulai dari pengumpulan bahan informasi, pengolahan informasi sampai dilakukan penegakan hukum.

     

    "Spesifiknya, Densus 88 sudah melakukan penegakan hukum terhadap 20 peserta pelatihan JI," ucapnya.

     

    Sebelumnya, Densus 88 melakukan penangkapan sebanyak 23 terduga teroris dari kelompok JI di 8  lokasi, yakni di  Lampung Selatan, Lampung Tengah, Bandar Lampung, Pringsewu, Metro, Jambi, Riau, dan Palembang. Dua dari 23 orang yang ditangkap merupakan Panglima Askari JI, yakni Taufik Bulaga alias Upik Lawanga dan Zulkarnain alias Arif Sunarso.

     

    Selain menangkap para tersangka, Densus 88 juga berhasil mengungkap adanya bunker di rumah Upik Lawanga di Lampung yang digunakan untuk bersembunyi dan menyimpan senjata-senjata rakitan buatannya. (*)

     

    Oleh: ridwan / rid

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Mukti Fajar Nur Dewata dan M Taufiq HZ Terpilih Jadi Pimpinan Baru KY
    TB Hasanuddin Serukan Rakyat Indonesia Ikuti Vaksin Agar Covid-19 Segera Berlalu
    Tolak Disuntik Vaksin Covid-19, Ribka Tjiptaning: Mending Bayar Denda
    Mayoritas Komisi III DPR Setuju Komjen Sigit Gantikan Idham Azis
    Yaqut Cholil Qoumas Minta Semua Umat Beragama Ikuti Vaksinasi Covid-19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads